Jangan memperhatikan detail saat memulai mendesain

Saat membuat rancangan awal, seorang Arsitek tidak terlalu mengkhawatirkan motif ubin kamar mandi yang akan digunakan atau merk tempat cuci piring yang akan dipakai. Mereka tahu, lebih baik memutuskan detail detail diatas setelah rancangan denah selesai.

Pendekatan diatas bisa kita pakai saat memulai mendesain sesuatu. Saat memulai mendesain sesuatu, jangan terpaku pada detail satu hal.

Misal: Sebuah Tombol. Saat memulai mendesain kita jangan terlalu fokus pada bentuk tombol, apakah tombolnya menggunakan shadow, apakah tombolnya menggunakan rounded. dll

Orang berkata bahwa “Detail membuat perbedaan”. Tapi, jika saat memulai membuat desain kita terlalu fokus pada detail, hal ini akan mengarah pada perdebatan yang cukup panjang, meeting berkali-kali yang hanya membahas sebuah “detail” dan mengakibatkan tertundanya project yang sedang dikerjakan.

Dan parahnya lagi… membuat kita membuang-buang waktu pada hal yang kemungkinan bisa berubah sewaktu waktu.

Jadi, acuhkan detail untuk sementara. Fokus pada desain/struktur awal terlebih dahulu.


Saat memulai mendesain sesuatu lebih baik menggunakan spidol daripada pena. Kenapa?

Pena atau ballpoint (bolpen) memiliki garis yang lebih tipis dan kecil, sehingga mendorong kita untuk membuat sketsa dengan detail.

Seperti: menyempurnakan bayangan sebuah object, menggunakan garis titik-titik atau garis putus-putus.

Sedangkan spidol menghasilkan garis yang lebih tebal, dengan spidol kita mungkin hanya bisa menggambar bentuk-bentuk dasar, Seperti garis, kotak, dan lingkaran. Sehingga mendorong kita untuk tidak terlalu memikirkan detail sketsa-nya.

Gambaran besar adalah hal yang harus kita perhatikan diawal

Sebagai Desainer, Kita sering tidak dapat mendeteksi kebutuhan detail seperti apa, sampai kita ditengah-tengah proses pengerjaan desain.

Contohnya… bisa saja kita berpikir bahwa dalam rancangan desain ini membutuhkan detail untuk bagian A,B,C,D. Tapi ternyata saat mengerjakan desain, bagian E,F,G,H juga memerlukan detail.


Diambil dari Buku Rework — hal 74: Ignore the details early on
Like what you read? Give Dwinawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.