Karakteristik user di negara berkembang yang perlu kalian tahu.

Photo by Rangga Cahya Nugraha on Unsplash

Indonesia adalah salah negara berkembang dengan pertumbuhan adopsi smartphone yang cukup pesat. Sebagai negara berkembang ( Emerging market) , konsumen Indonesia dan negara berkembang lainnya memiliki ciri karakteristik sebagai berikut;

  1. Smartphone adalah komputer pertama user. Banyak user di negara berkembang belum pernah menggunakan komputer.
  2. Kecepatan internet lambat ,tidak stabil dan harga paket data mahal.
  3. Smartphone mereka biasanya memiliki kapasitas hard disk 16GB. (4GB’an lebih udah di ambil Android OS jadi kira-kira tinggal 11 GB’an lah ).

Kenapa sih perlu mendesain dan memikirkan app / web kalian untuk negara berkembang?

karena disanalah tempat Next Billion Internet User.


FB Lite adalah pelopor aplikasi enteng untuk di negara berkembang. Selain FB banyak loh apliaksi Lite lainnya, contohnya LINE. Hayo ada apa app apa lagi yang punya versi LITE?

Facebook dan Google pun berlomba-lomba merebut pasar ini. UX Designer perlu memikirkan 3 hal diatas untuk mengoptimalkan produk yang di buatnya agar, produk yang di desain bisa berjalan lancar di lapangan.

Salah satu contoh bagusnya yang dilakukan oleh Google adalah membuat Youtube Go, salah satu projek Go dari google dimana Google menjawab 3 karakteristik diatas;

Tampilan Aplikasi Youtube Go

1. Smartphone adalah komputer pertama user.

Banyak user di negara berkembang belum pernah menggunakan komputer. Youtube Go memiliki desain navigasi yang sangat sederhana dan tidak ada navigasi menggunakan gestur. Semuanya opsi bisa di lihat oleh user (tidak ada hidden navigation) dan pilihannya pun hanya sedikit. Saat ada error pun Youtube Go menggunakan ilustrasi dan penjelasan yang sangat sederhana.


2. Kecepatan internet lambat ,tidak stabil dan harga paket data mahal.

Saat ingin memainkan video di Youtube Go, user diberi pilihan untuk memainkan video (play) atau mendownloadnya. Saat tidak ada koneksipun user bisa Youtube Go akan memasukan video di daftar download dan akan mendownload bila ada koneksi Wifi / mobile.

Youtube Go juga merupakan salah satu app terbaik dan bisa berfungsi 80% walaupun offline karena, melakukan cache dan memiliki CDN yang super. Walaupun tidak ada koneksi atau error, Youtube Go menggunakan placeholder dan ilustrasi sehingga, tidak ada blank screen yang membingungkan user.


3. Smartphone mereka biasanya memiliki kapasitas hard disk 16GB.

Ukuran APK dari Youtube Go sangat amat kecil ( hingga 1/4 ukuran size Youtube). Saat ingin mendownload video, Youtube Go memperlihatkan ukuran file video yang bisa di download user ada 3 jenis yakni; Basic, Standard dan High Quality.

Tampilan Youtube Go untuk memilih kualitas video dan sharing video tanpa internet (pakai bluetooth).

Semakin tinggi kualitas maka semakin besar ukuran file videonya. Youtube Go juga secara otomatis menyimpan video yang di download ke SD card (apabila ada).


Mengoptimalkan produk digital untuk user di negara berkembang bukan hanya baik untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia, India dan Brazil namun, baik untuk semua user Anda.

Kadang kita sebagai UX designer atau developer lupa ketiga hal diatas karena, saat mendesain kita ada di kantor dengan Wi-fi yang mumpuni dan device testing yang isinya aplikasi kita saja. Padahal di luar sana smartphone user sudah di jejali banyak app yang memakan hard disk dan RAM. Memiliki koneksi internet yang gak stabil dan layar nya pun tidak sebagus Galaxy S10 dimana kita testing.

Untuk menghadirkan UX yang optimal untuk negara berkembang di butuhkan kolaborasi antara UX design, Front end dev, Back end, Infrastructure dan tentunya QA yang mumpuni. Cobalah sebulan sekali melakukan UT secara general di kediaman atau kantor user Anda berada. Darisana akan muncul empati dan terlihat bagaimana produk Anda berjalan di dunia nyata.

Sudahkah produk kamu optimal untuk negara berkembang seperti Indonesia?