Pertimbangkan untuk tidak menggunakan istilah “Handover” dalam proses pembuatan produk.

Sebelum Anda membaca artikel ini, konteks “produk” dalam judul di atas adalah produk digital (website/app)

Anda pernah mendengar istilah Handover?. Ya…. istilah handover bisa digunakan untuk melakukan serah terima tugas.

Contohnya: “Seorang designer telah melakukan handover kepada Front End Developer. Ini artinya, designer tersebut telah menyerahkan design UI kepada Front End Developer untuk di convert ke dalam bentuk code.”

Kenapa perlu dipertimbangkan menggunakan istilah handover?
Dengan menggunakan istilah handover, seakan-akan sang designer (atau siapapun yang melakukan handover) telah “bebas tugas”. Dan rasa “bebas tugas” mendorong untuk melupakan segala konteks terkait dengan project tersebut.

Lari Estafet

Seperti pertandingan lari estafet. Setelah menyerahkan tongkatnya, maka yang meneruskan perlombaan adalah pelari yang memegang tongkat estafet.


Proses pembuatan produk tidak sama dengan perlombaan lari estafet. Proses pembuatan produk adalah berlari bersama.

Proses pembuatan produk tidak sama dengan perlombaan lari estafet. Proses pembuatan produk adalah berlari bersama. | iconset by: UsersInsights

Dalam proses pembuatan produk akan selalu ada kemungkinan untuk perubahan user flow, interface maupun struktur data yang ditampilkan.

Kenapa bisa terjadi perubahan? , karena ada hal hal yang tidak bisa di deteksi di awal. Dan mungkin hanya bisa di deteksi saat proses design atau development.


Karena itulah penting bagi Product Manager, Designer dan Engineer untuk selalu berlari bersama. Saling mengetahui progress dan update dari produk yang sedang mereka buat.

Apakah itu artinya, jika seorang UI designer telah menyelesaikan design nya, dan telah menyerahkan kepada Front End Developer. Maka UI Designer itu tidak boleh mengerjakan design lainnya?, harus menunggu sampai project ini benar2 selesai?

Tentu tidak :)

dia boleh mengerjakan project/design lainnya, tapi yang harus dia ingat adalah… project sebelumnya belum selesai. Project sebelumnya baru memasuki tahap front end development.

Dengan menyadari bahwa project sebelumnya belum selesai, akan membuat sang designer tidak melupakan konteks atau segala hal yang terkait dengan project tersebut.

Sehingga, jika saat proses development diharuskan terjadi suatu perubahan user flow atau tampilan karena suatu hal. Maka designer tersebut akan dengan cepat untuk mengingat kembali segala hal terkait dengan project tersebut. Dan membantunya untuk mengerjakan perubahan itu.


Slack

saya biasanya menggunakan Slack untuk berkomunikasi dengan Product Manager, Interaction Designer dan Programmer/Engineer.

Untuk setiap project/fitur yang saya kerjakan, biasanya saya membuat channel. Dan saya klik “Star” untuk setiap project/fitur yang masih belum rilis. Sehingga akan berada di paling atas.

Dengan cara seperti ini, membantu saya untuk mengingat project apa saja yang masih harus diperhatikan. Dan juga mempermudah saya mendapat kabar terbaru terkait dengan pengerjaan project/fitur tersebut.


Jadi, walaupun kita telah menyelesaikan tugas kita. Tapi, selama project/fitur itu belum dirilis, Akan selalu ada kemungkinan untuk terjadi perubahan. yang mana perubahan tersebut bisa jadi memerlukan bantuan dari kita.

It is not done until it is done

Tulisan ini terinspirasi oleh presentasi Monika Halim, saat Dribbble Meetup Jakarta 2016 di Kejora HQ. Waktu itu ia menyampaikan tentang Marathon Mindset dalam proses pembuatan produk.

Monika Halim saat mengisi Dribbble Meetup Jakarta 2016 di Kejora HQ