#ReviewBuku — Humble Inquiry

Andi berkolaborasi dengan teman nya untuk mengerjakan sesuatu. Saat teman nya memberikan update terkait progress nya, Andi terkejut.

Andi berpikir “Kenapa hasilnya seperti ini?”.

Saat itu Andi ingin langsung mengatakan bahwa teman nya salah.

Tetapi Andi menahan diri terlebih dahulu dan mencari tahu kenapa teman nya mengerjakannya seperti itu.


Andi:

Btw, boleh tahu kenapa kamu mengerjakannya seperti ini?

Teman nya:

Oh, kemaren itu kan kamu bilang seperti ini *sambil menunjukkan history chat*. Dan katamu sebaiknya langsung dikerjakan.


Mengetahui alasan temannya, seketika itu Andi langsung meminta maaf.

Temannya mengerjakan seperti itu karena arahan yang diberikan Andi lewat chat kurang jelas.

Bayangkan jika Andi langsung memarahi temannya, Pasti situasinya akan menjadi runyam. Karena sebenarnya, kesalahan terletak pada Andi yang memberikan arahan kurang jelas.


Humble Inquiry

Buku ini membahas tentang bagaimana cara berkomunikasi.

Komunikasi merupakan hal yang penting. Tetapi terkadang saat berkomunikasi atau berbicara dengan seseorang, kita sering terpancing untuk mengatakan atau memberitahu sesuatu dibandingkan bertanya dan mencoba memahami situasi.

Dengan mengatakan atau memberitahu sesuatu kepada lawan bicara, terlebih dengan tujuan agar lawan bicara mau mengerti dan menuruti apa yang kita katakan , hal itu akan mematikan pembicaraan dan membuat lawan bicara cenderung pasif.

Berbeda dengan bertanya, dengan bertanya kepada lawan bicara , secara tidak langsung akan membuat lawan bicara lebih percaya diri, ketika lawan bicara lebih percaya diri, Ia bisa mengungkapkan gagasan, ide atau maksudnya dengan mudah. Dan hal ini akan meningkatkan kualitas komunikasi


Tentang Penulis

Edgar H. Schein adalah mantan profesor di MIT Sloan School of Management. Ia telah membuat beberapa penelitian penting di bidang Pengembangan Organisasi di banyak sektor termasuk Pengembangan Karir, Proses Konsultasi di sebuah Grup dan Juga Budaya di Organisasi.


Overview Buku

Di buku ini terdapat berbagai contoh proses komunikasi. Salah satu yang menarik adalah cerita dibawah ini

Pada suatu malam, seorang Ayah sedang mengerjakan pekerjaan kantor di kamarnya. Lalu tiba tiba anak perempuannya memasuki kamarnya dan mengajaknya bermain.

Sang Ayah langsung memberitahu anak perempuannya bahwa Ia sedang bekerja dan meminta anak perempuannya untuk keluar dari kamarnya dan jangan masuk lagi.

Beberapa jam kemudian, sang anak membuka pintu kamar ayahnya. Melihat anak perempuannya membuka pintu kamar, sang ayah langsung memarahinya. Sang anak perempuan pun langsung lari sambil menangis.

Yang tidak diketahui oleh sang Ayah adalah, Anak perempuannya sudah mengantuk dan ingin mengucapkan selamat malam kepada sang Ayah sebelum tidur.


Karena sang Ayah langsung memberitahu dan bahkan cenderung memarahi anaknya, maka keadaanya menjadi runyam.

Jika sang Ayah menahan diri untuk memarahi anaknya dan memilih untuk memahami situasinya dengan bertanya kepada anaknya, pasti keadaan akan menjadi lebih baik.


Dimana bisa membeli buku ini?


Semoga bermanfaat