Selama ini kita selalu berempati kepada user. Tapi apakah kita sudah berempati kepada tim kita?

.

“Apakah design ini sudah melalui usability testing?”

“Untuk project ini, apakah sudah melakukan user interview untuk mencari tahu kebutuhan user?”

“Apakah sudah mengumpulkan feedback dari user terkait fitur yang kita rilis beberapa bulan lalu?”

Pertanyaan-pertanyaan diatas sering muncul dalam pembuatan suatu produk. Kita sangat peduli dengan user, hingga kita memikirkan bagaimana nanti user memakai produk yang kita rancang. Apakah nanti user akan mengalami kesulitan atau tidak.

Ya, empati memegang peranan penting. Dengan empati, design yang kita buat selalu dilihat dari sudut pandang user.

“Apakah dengan interaksi seperti ini user akan bingung atau tidak?”

“Apakah dengan copy atau penulisan pesan seperti ini user akan bingung atau tidak?”


Jika selama ini kita sudah berempati dengan user, lalu apakah kita sudah berempati dengan tim kita?

Sudahkah kita berempati dengan mereka yang membuat produk bersama dengan kita?.


Bagaimana bentuk empati kita, ketika Product Manager tiba-tiba datang dengan membawa sebuah design hasil buatannya lalu menunjukkan ke kita bahwa ini adalah design untuk fitur yang baru. Padahal kita adalah designer yang bertugas untuk membuat design.

Bagaimana bentuk empati kita, ketika programmer tidak bisa mengimplementasi design yang kita buat.

Bagaimana bentuk empati kita, ketika ditengah-tengah proses development harus terjadi perubahan design karena adanya requirement tambahan.


Desi (sang designer) & Amanda (sang programmer)

Empati adalah ketika Desi sang designer, bertanya kepada Amanda sang programmer. Kenapa Amanda tidak bisa mengimplementasikan designnya?, apa kendalanya? apakah ada yang bisa dibantu?. Empati adalah tentang keinginan untuk mengerti.

Empati adalah ketika Amanda sang programmer, memberi tahu Desi sang designer, Alasan ia belum bisa mengimplementasi design dari Desi adalah karena keterbatasan waktu. Empati adalah tentang memberi pengertian.

Empati adalah ketika Desi sang designer dan Amanda sang programmer, bersama sama membuat design sesuai dengan requirement yang ada, mudah digunakan oleh user, tapi juga bisa diimplementasikan dalam waktu yang singkat. Empati adalah tentang ini masalah kita bersama, mari mencari solusi bersama-sama.


Mari berempati :)