Tips mendesain, tulislah kebutuhan user yang telah tervalidasi di kertas

Apa sih itu kebutuhan user?

Coba kamu bayangin sebuah cangkir. Kira-kira apa kebutuhan user dari sebuah cangkir?

  • Yang pasti, bisa menampung air alias tidak bocor
  • Yang pasti, mudah dipegang
  • Yang pasti, nyaman dipegang walau di dalam nya terdapat air panas
  • Yang pasti, tidak bikin lecet mulut
  • Yang pasti, ketika proses minum, air nya tidak tumpah kemana mana

Dengan mempertimbangkan kebutuhan user diatas, maka terciptalah cangkir seperti dibawah ini

Cangkir yang bisa menampung air, mudah dan nyaman dipegang walaupun ada air panas nya, ketika dipakai untuk minum tidak bikin lecet mulut dan air nya tidak tumpah kemana mana.

Bisa dikatakan, cangkir diatas telah memenuhi semua kebutuhan user.


Lalu apa itu kebutuhan user dalam produk digital?

Coba kamu bayangin sebuah website penjualan buku. Apa kira kira kebutuhan user nya?

  • Yang pasti, user harus bisa melihat buku buku di website itu
  • Yang pasti, user harus bisa mencari buku di website itu dengan mudah
  • Yang pasti, user harus bisa melihat informasi detail buku
  • Yang pasti, user harus bisa membeli buku itu dengan mudah
  • Yang pasti, user harus menerima buku yang dibeli nya

Lalu kenapa penting untuk menulis kebutuhan user yang telah tervalidasi di kertas saat proses desain?

Pernah enggak saat mendesain (entah itu aplikasi atau website) tiba tiba kepikiran untuk menambah fitur A, B, C karena “merasa” atau “berasumsi” user membutuhkan fitur itu?.

Disini pentingnya menulis kebutuhan user yang telah tervalidasi di kertas. Agar jika ide ide liar muncul, kita bisa kembali fokus, dengan membaca kebutuhan user yang telah tertulis di kertas.

Bisa dikatakan sebagai kompas atau penunjuk arah kita saat mendesain, agar kita tidak tersesat.

Karena jika kita tersesat saat proses desain, kita akan mendesain banyak fitur yang dasarnya adalah asumsi. Dan jika ini sampai masuk tahap development… resiko nya sangat besar.

Bayangkan suatu aplikasi yang di dalamnya terdapat 70% fitur yang dibuat berdasarkan asumsi. Dan setelah di rilis tidak ada user yang menggunakan fitur tersebut. Berapa banyak waktu dan uang untuk biaya development telah terbuang?