Tips mendesain dashboard yang efektif

Dashboards adalah sebuah User Interface yang cukup unik, ia berada diantara data dan desain. Menampilkan berbagai metriks , angka ataupun visualisasi data.

Tujuan utama dashboards adalah membantu user untuk membuat keputusan yang tepat dan cepat berdasarkan dari data yang ada.

Di banyak perusahaan, dashboards dibuat oleh data analis atau team yang fokus pada analisis data. Dan berikut adalah 5 Tips untuk membuat dashboards yang efektif.


1. Bicaralah dengan orang orang yang akan menggunakannya

Langkah pertama untuk mendesain sebuah produk adalah berbicara dengan orang orang yang akan menggunakannya atau kita biasa menyebut mereka sebagai user.

Kita menciptakan sebuah dashboards untuk membantu user membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Tapi sebelum itu kita harus mengetahui bagaimana proses mereka dalam membuat sebuah keputusan.

source: Unsplash.com

Berbicara dengan user, akan membantu kita untuk memahami apa yang dirasa penting bagi mereka, apa saja kesusahan mereka saat melakukan pekerjaan sehari hari terkait dengan data data.

Dan juga mengetahui bagaimana cara pandang mereka terhadap dashboard ini. Bagaimana bayangan mereka dalam menggunakan dashboard ini.

Dari sana, kita bisa menentukan data apa yang penting untuk diolah dan bagian mana yang perlu untuk di-visualisasikan.

Contohnya:
Andi adalah seorang Direktur Pemasaran berbagai macam produk, Setiap harinya ia memerlukan waktu 1 jam untuk mengetahui apakah penjualan minggu ini naik atau turun →(Kesulitan sehari hari).
Ia harus mengumpulkan laporan dari semua divisi kemudian menghitungnya secara manual. Lalu membandingkannya dengan penjualan minggu lalu , Jika penjualan turun ia harus membuat strategi pemasaran baru dengan melihat barang apa yang penjualannya turun paling drastis → (Proses membuat keputusan)
Dengan mengetahui hal tersebut kita jadi tahu bahwa penting untuk mengolah data penjualan dari semua produk dan menyajikannya dengan tampilan yang jelas menggunakan warna hijau untuk kondisi penjualan naik dan warna merah untuk kondisi penjualan turun.
Dan juga penting untuk menampilkan data penjualan tiap produk sehingga Andi dengan mudah melihat penjualan produk mana yang turun paling drastis

2. Visual Hirarki

Tampilan sebuah dashboard bisa sangat padat, karena menampilkan banyak data, grafik, dan berbagai visualisasi lainnya. Penting untuk membuat tampilan dashboard terstruktur agar mudah untuk dilihat.

Source: https://dribbble.com/shots/3385669--Exploration-Complete-Screen-Online-Shop-App

Salah satu cara untuk membuat dashboard terlihat jelas adalah dengan menggunakan “card/box” disertai dengan Title/Judul di setiap “card” nya. Hal ini akan membuat pemisah yang jelas antar data.

Source: https://blog.prototypr.io/5-tips-for-designing-a-better-dashboard-69a82526184b

Salah satu cara untuk mendesain tampilan dashboard adalah dengan menggunakan konsep piramida. Dimana pada bagian atas menampilkan informasi secara keseluruhan (general) dan semakin ke bawah semakin detail.

Source: https://dribbble.com/shots/2729903--Exploration-Dashboard

3. Jangan terlalu berlebihan

“If something requires a large investment of time — or looks like it will — it’s less likely to be used.”
Steve Krug, Don’t Make Me Think

Tujuan dashboards adalah membantu user untuk membuat keputusan secara cepat. Jika kita menampilkan banyak data atau hal yang kurang relevan, Maka yang terjadi adalah user akan kesulitan untuk membuat keputusan secara cepat. Selalu ingat apa saja yang mereka butuhkan.


4. Gunakan Visualisasi yang tepat

Source: https://blog.prototypr.io/5-tips-for-designing-a-better-dashboard-69a82526184b
Using the right visualization at the right time makes for better decisions, using the wrong visualization leads to confusion. — Ryan Rodriguez

Menggunakan visualisasi yang tidak tepat akan membuat user kebingungan untuk membaca data apalagi untuk membuat keputusan secara cepat. Buatlah semuanya serba simple , mudah untuk dibaca dan dipahami.


5. Utamakan kemudahan membaca data dibanding tampilan yang indah

Bukan berarti asal mudah dibaca dan dipahami tampilan jelek pun tidak masalah.

Yang perlu diingat adalah hirarki yang jelas, pengelompokkan data yang tepat, ditambah penggunaan white space yang sesuai maka tampilan dashboard bisa dikatakan “aman”.

Di dalam sebuah bisnis, dashboard dengan tampilan yang “aman” tapi sangat mudah untuk dibaca, dipahami dan juga mudah untuk digunakan adalah sebuah dashboard yang bagus.

Fokuslah pada tujuan awal pembuatan dashboards, yaitu membantu user untuk membuat keputusan secara cepat. Jika dashboards yang Anda rancang dapat membantu mereka bekerja lebih cepat dan efektif, Maka tampilan akan menjadi hal terakhir yang mereka perhatikan.

Thanks to Ryan who has written a very useful article about designing dashboard :D
Artikel ini adalah terjemahan dengan beberapa perubahan. Artikel asli berjudul “5 tips for designing a better dashboard” oleh Ryan Rodriguez bisa kalian baca disini: https://blog.prototypr.io/5-tips-for-designing-a-better-dashboard-69a82526184b