Javan Cipta Solusi
Published in

Javan Cipta Solusi

5 Pelajaran Manajerial dari Film Star Wars: The Last Jedi

Siapa yang sudah nonton film Star Wars: The Last Jedi? Saya harap pembaca sudah pernah menonton sehingga bisa membayangkan adegan mana yang saya maksud. Dalam film tersebut ada beberapa pelajaran yang bisa diambil hikmah dalam pengelolaan organisasi. Bagi yang belum nonton, bisa menonton dulu official trailernya. Untuk full filmnya, karena di bioskop sudah tidak ada, bisa nunggu di Play Store.

The Last Jedi Trailer

Pertama, kita samakan persepsi dulu apa itu organisasi. Menurut tulisan di wikipedia:

An organization or organisation is an entity comprising multiple people, such as an institution or an association, that has a collective goal and is linked to an external environment

Kata kunci utama yang ada:

  • Multiple people, organisasi pasti terdiri dari beberapa orang, lebih dari satu. Kalau satu orang saja tidak bisa disebut organisasi.
  • Collective goal, punya tujuan dan target yang sama. Kalau memiliki tujuan berbeda, pastinya berbeda organisasi. PSSI punya tujuan untuk main bola, sedangkan PBSI main bulutangkis.

Dalam sebuah organisasi, ditunjuklah seorang pemimpin yang akan menentukan kebijakan, program kerja organisasi dalam mencapai tujuan. Pemimpin membawahi beberapa orang bertugas untuk mengarahkan, merencanakan, mengoreksi, membina agar organisasi bergerak ke arah tujuan yang diharapkan, bukan sebaliknya.

Dan sebaliknya, dalam sebuah organisasi selain pimpinan ada bawahan. Jika pemimpin bertugas untuk mengarahkan, bawahan bertugas untuk mengikuti arahan dan mengeksekusi strategi yang telah disepakati. Pemimpin dan bawahan harus bisa bersinergi agar tercapai tujuan bersama. Jika pemimpin tidak bisa mengarahkan bawahan atau sebaliknya, bawahan tidak mematuhi pemimpin, maka organisasi tidak bisa bergerak ke tujuan yang diharapkan.

Pelajaran #1: Patuhi Pemimpin/Manajer

Di awal film, film The Last Jedi menyuguhkan adegan dimana First Order sedang bersiap menembak pesawat Resistance. Resistance kemudian mengirimkan pasukan dengan pesawat seadanya dengan rencana: hancurkan meriam, lalu bom pesawat pengebom. Ide berjalan sesuai dengan rencana, meriam satu per satu berhasil dilumpuhkan, hingga kemudian pemimpin utama Resistance memerintahkan pasukan untuk mundur. Tetapi kapten yang memimpin pasukan pesawat pengebom tidak mau mundur dan tetap ingin mengeksekusi rencana untuk menghancurkan pesawat pengebom First Order. Rencana berhasil, tetapi ada beberapa prajurit yang akhirnya gugur.

Pelajaran dari adegan ini adalah dalam sebuah organisasi ada beberapa level pimpinan. Ada beda perspektif pertimbangan strategi antar level pimpinan. Terkadang ada strategi level atas yang sulit dipahami oleh level bawah. Ketidakpatuhan dan ketidakpercayaan level bawah ke atas mengakibatkan strategi jangka panjang tidak bisa berjalan dengan baik dikarenakan ingin mengeksekusi strategi jangka pendek.

Contoh dalam pertandingan sepak bola, terkadang ada manajer yang memerintahkan seorang pemain tidak boleh maju ke depan walaupun pemain tersebut memiliki kemampuan dan kesempatan untuk maju ke depan.. Jika tidak dipatuhi maka bisa jadi gawang kebobolan.

Pelajaran #2: Jika merasa lebih baik, gantikanlah pemimpin yang tidak kompeten

Ada adegan dimana Darth Vader membunuh pemimpin First Order. Pemimpin First Order merasa dia paling hebat, namun ternyata Darth Vader lebih hebat (karena bisa membunuh).

Sebuah organisasi memiliki tujuan bersama. Jika organisasi berhasil mencapai tujuan bersama, semua orang menang, sebaliknya semua orang kalah. Ada kalanya pemimpin yang saat ini memimpin memiliki kelemahan, namun karena berbagai alasan pemimpin tersebut tetap memimpin. Akibatnya adalah organisasi tidak bergerak ke mana-mana. Padahal ada salah satu anggota tim yang memiliki kemampuan untuk membawa organisasi ke tujuan.

Pelajaran #3: Regenerasi dalam organisasi mutlak diperlukan

Dalam film ini, dikisahkan Luke Skywalker adalah Jedi terakhir yang tersisa, dan si Luke memutuskan untuk tidak lagi menurunkan ilmu Jedi dengan mengasingkan diri. Ajaran Jedi akan musnah ketika Luke meninggal, padahal sang Jedi diperlukan untuk membawa kemenangan.

Dalam sebuah organisasi ada pengetahuan dan pengalaman yang terkumpul dalam keberjalanan organisasi. Apa yang terjadi jika pengetahuan yang ada di organisasi tidak terwariskan? Dalam perusahaan teknologi, source code tidak ada yang punya selain satu orang, lalu satu-satu orang itu pergi dari perusahaan. Dalam tim sepakbola, hanya memiliki satu orang penyerang, ketika penyerang itu cedera atau pensiun, tidak ada yang menggantikan.

Kehilangan orang dalam sebuah organisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi. Jika ingin organisasi bertahan dalam jangka waktu yang lama, regenerasi adalah hal penting yang harus dilaksanakan.

Pelajaran #4: Saling percaya

Karena serangan First Order, pemimpin tertinggi Resistance berhasil dilumpuhkan hingga koma. Untuk sementara waktu, pucuk pimpinan diambil alih oleh seorang laksamana. Alkisah sang kapten tidak percaya terhadap strategi dan kebijakan yang diambil oleh sang Laksamana. Ternyata strategi yang diterapkan oleh Laksamana sangat jitu dan cerdik untuk menyelamatkan kaum Resistance yang tersisa.

Ada kalanya ada kebijakan/strategi yang tidak masuk akal, terkesan aneh, menyebalkan dan sebagainya. Namun dibalik kebijakan itu ada sebuah kecerdikan yang belum bisa dipahami, baru bisa dipahami ketika sudah melewati fase tertentu. Kepercayaan terhadap arahan/kebijakan pemimpin adalah mutlak diperlukan.

Pelajaran #5: Sustainability First

Inti cerita dalam film ini adalah tentang kaum Resistance yang tersisa bertahan hidup dari usaha pembantaian First Order yang ingin melenyapkannya. Para tokoh bahu membahu dan berjuang bersama agar kaum ini tetap ada dan bertahan hidup sambil berharap akan bisa kembali membangun kejayaan.

Begitu juga dengan organisasi/perusahaan. Ada mimpi besar yang ingin dicapai bersama. Setiap orang di organisasi harus tetap menjaga mimpi tersebut tetap menyala. Jika sampai organisasi itu tidak lagi menjaga mimpi bersama, lenyaplah organisasi itu (tutup, bankrut, pailit dsb). Tetapi selama para anggotanya punya semangat untuk bertahan, walaupun susah, walaupun ada peluang lain, mereka akan tetap bersama bahu-membahu mempertahan organisasi dan menyusun strategi untuk mencapai kejayaan organisasi.

Ada pesan lain yang menginspirasi? Saling berbagi di komentar ya!

--

--

Business Process Optimization Partner. Contact us to help you optimize your business using technology.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Wisnu Manupraba

Wisnu Manupraba

72 Followers

Founder JAVAN & SyarQ.com. Like to Code, Love to Think, Curious with Problem Solving.