Javan Cipta Solusi
Published in

Javan Cipta Solusi

7 Sifat Seorang Kapten Tim (Leader)

Image by Vinson Tan ( 楊 祖 武 ) from Pixabay

Salah satu materi dalam coaching GET yang baru-baru ini saya ikuti adalah tentang “The 7 Traits of Elite Captains”. Materi tersebut merupakan hasil studi Sam Walker, seorang jurnalis/editor dari Amerika Serikat, terhadap 12.000 tim olahraga berbagai kategori yang berasal dari penjuru dunia. Sam Walker menyimpulkan ada 7 sifat yang dimiliki seorang kapten tim, yang berperan penting terhadap kesuksesan tim tersebut.

1. Extreme doggedness (persistence) & focus in competition

Leader terbaik tidak selamanya harus yang paling jago. Mereka yang tekun, gigih, dan fokus terhadap kompetisi lebih efektif untuk menjadi seorang pemimpin di lapangan. Kapten tim Brasil di masa kejayaannya dulu bukan Pele, tapi Carlos Alberto (ada yang pernah dengar namanya?).

Yang dibutuhkan bukan hanya sekedar kegigihan, tapi kegigihan yang ekstrim dan jiwa kompetitif (selalu ingin memenangi pertandingan). Contoh sederhananya bisa dilihat dari video di bawah ini:

Makan siang bersama Cristiano Ronaldo, mau?

Bagi seorang Cristiano Ronaldo, tidak ada pengecualian soal menu makan dan agenda harian, bahkan meskipun ada tamu di rumah. Setiap hari adalah latihan. Bukan dia yang ikut terbawa suasana santai karena ada tamu datang, tapi tamunya yang (dipaksa) untuk ikut latihan 😅.

Seorang Lead Programmer tidak akan banyak melakukan typo (salah ketik) dalam kesehariannya: ketika mengirim email, ketika chatting, atau ketika menulis blog karena salah ketik satu huruf saja bisa berakibat fatal ketika membantun aplikasi.

2. Aggressive play that tests the limits of the rules

Bermain agresif yang penuh perhitungan, bukan sekedar kasar yang penuh emosi.

Dulu saya bayangkan seorang kapten itu yang paling baik, paling fair play. Tapi ketika di lapangan, ada kalanya seorang kapten harus bermain agresif hingga di ujung batas aturan yang diizinkan. Gesture seperti ini kadang dibutuhkan untuk menyemangati tim dan meraih kemenangan.

Steven Gerrard aggressive play

Seorang Lead Programmer harus tahu kapan mendobrak atau bahkan melanggar SOP yang sudah ditetapkan, selama tujuannya untuk membawa kemenangan tim.

3. A Willingness to do thankless jobs in the shadows

Seorang leader harus memiliki jiwa “melayani”. Ini berkali-kali sudah diutarakan oleh CEO saya, Wisnu Manupraba. Singkirkan semua hambatan yang ditemui oleh anggota tim, maka kemenangan akan lebih mudah diraih.

Produktivitas seorang Lead Programmer tidak dihitung dari seberapa banyak task yang dia selesaikan atau seberapa banyak line of code yang dia ketik, tapi diukur dari sebarapa sering tim yang dia pimpin memenangkan pertandingan (mencapai target).

Apapun boleh dilakukan asal timnya menang: melakukan training, membuat dokumentasi, membuat tools pendukung, ikut koding, atau sekedar menyediakan kopi atau memesankan makanan agar tim tetap fokus.

Cristiano Ronaldo menjadi “pelatih” Portugal

4. A low-key, practical, and democratic communication style

Seorang Leader yang baik ternyata bukan yang bisa memberikan pidato atau motivational speech. Mario Teguh lebih cocok melakukannya.

Seorang Leader yang baik adalah yang mampu berkomunikasi dengan bahasa yang membumi, merakyat, dan mudah dipahami oleh tim.

Lead Programmer harus sering-sering mengobrol danmelakukan 1 on 1 dengan timnya. Dari sini akan timbul bonding (ikatan), tim akan lebih terbuka, dan pada akhirnya masalah-masalah yang menghambat akan keluar dengan sendirinya. Tugas Leader untuk mencarikan solusinya.

5. Motivates others with passionate nonverbal displays

Istilah kerennya “walk the talk”. Seorang leader yang sukses tidak banyak bicara, lebih banya bekerja dan memberi contoh.

Lead Programmer tidak cukup hanya ngomong “Ayo dong kodingnya yang clean”. Dia harus bisa memberi contoh dan mempraktekannya. Lead programmer tidak cukup hanya bilang “Ayo belajar, ikut kursus A, B, C”. Dia sendiri harus terus belajar.

6. Strong convictions and the courage to stand apart

Memiliki keyakinan kuat. Berani bertindak beda diluar pakem. Ada kalanya seorang leader harus berani untuk “break the rules”. Ada potensi untuk dianggap sebagai “pembuat onar”, tapi semua itu dilakukan demi meningkatkan performa tim secara keseluruhan.

7. Ironclad (strong) emotional control

Seorang leader mampu mengendalikan emosinya dengan sangat baik. Mukanya tidak berubah merah ketika marah, dan tidak keluar air mata ketika sedih atau kecewa. Semua pujian diterima, diramu, dan diforward ke tim. Semua kritikan, sepedas apapun, diterima, diendapkan, dan diformulasikan menjadi aksi nyata (nonverbal) untuk perbaikan kedepan.

Leader yang baik mampu menjadi benteng bagi timnya dalam menghadapi faktor eksternal.

Materi di atas sumber aslinya dari buku The Captain Class yang ditulis oleh Alan Walker. Saya juga belum membaca bukunya, masih masuk antrian setelah Company of One 😄. Apa yang dituliskan di atas murni berdasar pemahaman dari materi yang disampaikan ketika coaching dipadukan dengan pengalaman selama menjadi Lead Programmer di Javan.

--

--

Business Process Optimization Partner. Contact us to help you optimize your business using technology.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store