Javan Cipta Solusi
Published in

Javan Cipta Solusi

Kisah Sebungkus Keripik

Pagi hari di salah satu stasiun kereta api di kota besar terlihat sangat sibuk sekali. Diantaranya tampak seorang laki-laki yang sedang menunggu kereta datang. Laki-laki itu melihat tiket kereta perjalanannya dan ternyata jadwal kedatangan keretanya masih beberapa jam lagi.

Merasa kesal menunggu lama dan perut juga mulai terasa lapar, laki-laki tersebut membeli sebungkus keripik di toko yang tak jauh dari dia berdiri. Setelah berhasil menemukan tempat duduk dia memakan keripik yang dibelinya sambil membaca buku yang dia ambil dalam tas nya.

Saat sedang asik membaca buku sambil sekali-kali memakan keripiknya, dia melihat seorang wanita di sampingnya dengan berani mengambil keripik yang berada diantara mereka.

Laki-laki tersebut mengabaikan hal itu karena merasa tidak ingin ada masalah. Dia membaca kembali sambil sesekali melihat jam untuk memastikan kereta sudah datang atau belum. Sementara wanita disampingnya yang dia anggap pencuri menghabiskan keripik miliknya, dia pun mulai merasa kesal dan habis kesabaran.

Dalam hatinya laki-laki itu bergumam “Kalau aku bukan orang baik, sudah ku labrak dia.”

Setiap laki-laki itu mengambil keripik wanita itu pun mengambil keripik, hingga akhirnya ada satu sisa keripik, lalu laki-laki itu berpikir apakah dia berani mengambil keripik yang tinggal tersisa satu, dan ternyata wanita tersebut mengambil keripik terakhir itu bahkan membaginya dengan laki-laki itu. Laki-laki itu semakin kesal dan merasa berani sekali wanita itu, tanpa terima kasih malah terus saja mengambil keripiknya.

Saat di puncak kemarahan, dia mendengar pengumuman bahwa kereta tujuannya telah tiba di stasiun akhirnya dia merasa lega. Lalu dia membereskan buku yang sudah dibacanya dan pergi dengan kesal tanpa menoleh sedikitpun kearah wanita disampingnya.

Setibanya di kursi kereta, dia mengambil buku yang belum selesai dia baca dari tasnya. Saat merogoh tasnya betapa kagetnya dia melihat sebungkus keripik yang masih utuh ada dalam tas nya. Ternyata keripik yang dia makan dengan tidak tahu malu itu milik wanita tersebut. Betapa malunya dia sudah kesal, marah dan untuk minta maaf atau berterima kasih pun sudah terlambat. Padahal dialah yang tidak sopan dan tidak tahu malu.

Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan dalam keluarga, pertemanan ataupun pekerjaan seringnya kita berprasangka dan melihat segala sesuatu dari kacamata kita sendiri.

Kita selalu merasa orang lain lah yang salah, orang lain lah yang tidak tahu malu, orang lain lah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal!!! Sesungguhnya kita yang mencuri, kita yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering terlalu banyak mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebenarnya kita tidak tahu betul permasalahan yang sebenarnya seperti apa. Daripada meributkan orang lain, lebih baik fokuslah pada perbaikan diri.

“Orang hebat membicarakan ide, orang menengah membicarakan pengalaman, orang lemah membicarakan orang lain”

--

--

Business Process Optimization Partner. Contact us to help you optimize your business using technology.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store