Javan Cipta Solusi
Published in

Javan Cipta Solusi

Membangun Perusahaan IT itu (tidak Sekedar) Koding

Pada #ZamanNow, banyak orang bilang kalau mau berwirausaha bangunlah perusahaan IT, atau startup istilah kerennya. Banyak perusahaan besar #ZamanNow adalah perusahaan IT. Kalau di luar negeri ada facebook, twitter, instagram, google, dan sebagainya. Kalau di Indonesia ada Bukalapak, Tokopedia, GoJek, Grab, dan sebagainya.

Pada forum yang lain ada yang bilang kenapa membangun perusahaan IT, karena cenderung bisnis di bidang ini tidak butuh modal katanya. Katanya untuk memulai perusahaan IT cukup bikin aplikasi dengan modal laptop sambil cari tempat internet gratisan.

Seandainya itu benar, tentu bahagia sekali dan akan makmur sekali negara ini. Berikut beberapa alasan kenapa membangun perusahaan IT tidak gampang-gampang banget:

Butuh Tim

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.

AFRICAN PROVERB

Mengembangkan produk dan jasa IT membutuhkan manusia, yang hebat: kreatif, mempunyai kemampuan analisis dan algoritma, dan sedikit imajinatif. Butuh programmer, designer, analyst, tester, dan masih butuh tambahan orang keuangan, marketing dan juga office support.

Ini tantangan perusahaan IT #ZamanNow. Persaingan memperebutkan talenta terbaik sangat ketat. Orant IT yang ahli, bisa dengan mudah untuk mencari perusahaan IT yang mau menggaji dengan mahal. Maka tidak heran banyak startup yang kelabakan ketika orang intinya mengundurkan diri.

Gaji hanya satu dari sekian alasan sulitnya mempertahankan tim di perusahaan IT. Selain gaji ada alasan kebebasan waktu/jam kerja, idealisme perorangan dengan produk/jasa yang diekmbangkan, lokasi tempat kerja, suasana kantor, konflik dengan tim sekantor, hingga apa yang disebut dengan burn out. Bosen, pengen ganti suasana, cari tantangan baru.

Butuh Sesuatu yang Beda

Apa beda Bukalapak, Tokopedia, Lazada? Apa beda GoJek dan Grab? Apa beda JAVAN dengan Divusi, GamaTechno?

Menjadi beda itu susah

Banyak aplikasi itu mirip. Dalam kasus e-commerce, fungsi ya gitu-gitu aja: tambah barang, kasih deskripsi, kasih harga, pembeli bisa beli barang, bayar pakai transfer, kartu kredit, ditambah sekarang pakai e-wallet/e-money dsb. Bisa kita lihat beberapa aplikasi yang populer saat ini akhirnya memiliki fitur yang sama.

Dulu Bukalapak jualan barang, traveloka jualan tiket, sepulsa jualan pulsa, m-tix jualan tiket bioskop. Sekarang semuanya punya fitur jualan pulsa, beli token listrik, bayar bpjs, beli tiket bioskop.

Di level proyek seperti JAVAN yang banyak mencari proyek melalui LPSE, kebanyakan tender berkisar di persoalan: sistem informasi GIS, persuratan, monitoring, SIM RS dan yang mirip-mirip.

Berbagai Hal Non Teknis Lainnya

Bagian ini mungkin mendetailkan lagi tentang poin menjaga keutuhan tim. Untuk menjaga tim yang ada perusahaan tumbuh bukannya berkurang, ada banyak aspek/hal non teknis. Di banyak kasus aspek non teknis inilah yang sering membuat perusahaan bubar.

  1. Keuangan, kudu tumbuh dan bagi-baginya menyenangkan semua pihak
  2. Budaya, pakai baju apa, masuk jam berapa, ngapain aja
  3. Suasana kekeluargaan
  4. Visi dan Misi, perusahaan ini mau jadi apa? Mau kemana? Kenapa kok kesana?
  5. Who is the boss? Siapa pemimpinnya? Siapa nurut kepada siapa? Siapa yang bertanggung jawab mengarahkan?
  6. Peningkatan kualitas diri, selama di perusahaan hal baru apa yang dipelajari?

Memulai perusahaan IT gampang-gampang susah, tetapi mengembangkan/menumbuhkannya lebih susah lagi. Banyak startup IT yang buka dan tutup. Banyak yang buka menunjukkan tidak sulitnya untuk memulai perusahaan IT. Banyak yang tutup menunjukkan sulitnya untuk terus mengembangkan perusahaan.

--

--

Business Process Optimization Partner. Contact us to help you optimize your business using technology.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store