Peluang Industry 4.0 di Indonesia

Jeager
Jeager
Sep 7, 2018 · 3 min read

Beberapa tahun belakangan ini anda pasti sudah akrab dengan istilah industry 4.0. Dari awal kemunculannya sudah diperkirakan bahwa industry ini akan membuat perubahan yang cukup signifikan terhadap perekonomian. Hal ini karena revolusi industry 4.0 memiliki efek yang cukup besar terhadap proses manufaktur suatu produk. Selain memiliki efek positif, nyatanya industry 4.0 juga memiliki efek negatif yaitu pengurangan tenaga kerja. Jadi layaknya pisau yang memiliki dua mata pisau yang tajam, industry 4.0 bisa mempercepat proses produksi dan keakuratan dalam membuat produk serta mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Di lihat dari sisi perusahaan sebenarnya pengurangan tenaga kerja, membuat beban perusahaan sedikit berkurang dan sebagai gantinya perusahaan harus membeli mesin-mesin canggih yang berharga cukup mahal. Tapi pembelian mesin-mesin ini bisa dikategorikan sebagai investasi jangka panjang. Jadi secara keseluruhan sebenarnya perusahaan cukup diuntungkan.

Hal ini jelas berbanding terbalik dengan para pencari kerja yang akhirnya harus kehilangan kesempatan untuk bisa bekerja di perusahaan karena sudah tergantikan oleh mesin-mesin canggih tersebut. Tapi anda juga perlu ingat, revolusi industry 4.0 ini akan membuat para pencari kerja lebih take effort untuk bisa berpenghasilan seperti misalnya dengan membuka usaha sendiri dan mencari prospek di bidang lain yang masih belum atau tidak terpengaruh dengan revolusi ini. Selaras dengan hal ini pemerintah Indonesia juga menyatakan bahwa industry 4.0 akan mampu memunculkan lapangan kerja baru dengan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja yang hilang.

Peluang Industry 4. 0 di Indonesia

Meski Indonesia bukanlah negara pertama yang memunculkan revolusi industry 4.0, tapi sama halnya dengan negara-negara lain di dunia, Indonesia juga menerima revolusi industry ini. Nah, beberapa industri yang akan terpengaruh dengan revolusi ini adalah industri-industri yang memiliki efek ekonomi besar seperti Tekstil, Kimia dan Peralatan Kimia, Otomotif, Elektronik serta Makanan dan Minuman. Kemenperin sendiri telah menyiapkan roadmap revolusi industry 4.0 hingga tahun 2030 nanti. Rencananya, roadmap ini akan disosialisasikan mulai tahun 2018 ini.

Kombinasi atau integrasi antara dunia online dengan produksi industri pada revolusi industry 4.0 akan membuat proses produksi berjalan lebih cepat dan akurat. Secara tidak langsung industri-industri makanan dan minuman, tekstil, kimia dan yang telah disebutkan tadi akan bisa memproduksi produk-produknya dengan lebih cepat. Hal ini akan membuat volume produksi semakin meningkat. Dengan begini maka perusahaan harus bekerja lebih keras dalam hal promosi, pemasaran dan penjualan. Kebutuhan yang cukup tinggi dalam hal promosi, pemasaran dan penjualan akan membuat perusahaan meminta lebih banyak SDM baru yang kompeten disamping membuat strategi yang tepat.

Nah, pada poin ini jelas terlihat bahwa peluang industry 4.0 ini sebenarnya tidak semata-mata memangkas tenaga kerja di bidang produksi. Hal ini karena bisa kita lihat bahwa mata rantai dari meningkatnya volume produksi akan memancing peningkatan pada volume penjualan. Untuk bisa meningkatkan volume penjualan ini jelas perusahaan membutuhkan banyak SDM baru. Tidak hanya itu, perusahaan yang menerapkan revolusi industry 4.0 secara tidak langsung juga akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja ahli di bidang teknik mengingat mesin-mesin canggih yang dibeli membutuhkan perawatan, pemeliharaan hingga perbaikan jika mengalami kerusakan.

Kesimpulannya, kemunculan revolusi industry 4.0 di Indonesia memang mampu membuat perubahan di bidang manufaktur, di mana cukup banyak tenaga kerja bagian produksi akan tergantikan oleh mesin-mesin canggih. Namun di sisi lain, perusahaan akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja baru di bagian lain. Kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak di bagian-bagian selain produksi ini tentu membuat masyarakat juga mengalami perubahan dan mendapatkan kesempatan untuk ikut andil dalam revolusi industry 4.0 ini. Orang-orang dengan latar belakang pendidikan ekonomi, manajemen, keuangan, pemasaran hingga teknik akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bekerja di perusahaan jika revolusi industry 4.0 ini berjalan dengan baik di Indonesia.

Anda siap bergabung dalam revolusi industry 4.0 ?

Jeager Manufacturing Solution

Meningkatkan efektivitas produksi dengan Industrial Internet of Things untuk bersaing di era Industri 4.0 (www.jeager.io)

Jeager

Written by

Jeager

Meningkatkan efektivitas produksi dengan Industrial Internet of Things untuk bersaing di era Industri 4.0

Jeager Manufacturing Solution

Meningkatkan efektivitas produksi dengan Industrial Internet of Things untuk bersaing di era Industri 4.0 (www.jeager.io)

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade