Dear Zilenial, Setel Ulang Hidupmu Melalui Karya

Arif Akbarul Huda
Jun 10 · 3 min read

Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya, sayangnya kebanyakan tidak menyadarinya.

Menurut pandangan masyarakat umum, sesuatu dianggap karya bila impact-nya luas dan banyak memperoleh apresiasi. Seperti menciptakan lagu dan didengarkan puluhan juta pasang telinga. Sedangkan kalau pak Tjipto menciptakan patung wayang di sudut rumahnya, dia justru dianggap kurang kerjaan bukan berkarya.

Dalam KBBI, karya didefinisikan sebagai sebuah ciptaan atau hasil dari sebuah perbuatan. Tentunya dalam konteks positif. Nayla, seorang anak kecil yang bergumam ceria mengarang nada, menurut saya itu adalah karya. Bu Juminten, Ibu rumah tangga yang meng-inisiasi pengajian Ibu-ibu, itu juga karya.

Setiap orang punya cara sendiri untuk menghasilkan luaran atau buah dari pemikiran. Dewa Budjana, mengekspresikan perjalanan spiritual melalui alunan musik. Dedy Corbuzier, menuangkan energi dan pemikirannya melalui video. Tidak sedikit orang hebat mengekspresikan pemikirannya melalui pergerakan, kegiatan masyarakat, atau diskusi. Ada juga yang melalui tulisan, video, lagu, puisi, dan lukisan. Berikut empat tips mudah untuk berkarya.

1. Menuangkan Ide dalam bentuk tulisan

Zilenial, menulis itu tidak sulit. Buktinya, kita sering menulis status. Baik Story Whatsapp, Instagram, atau lainnya. Merangkai kalimat-kalimat pendek untuk mencurahkan pikiran. Terkadang dilengkapi dengan photo supaya lebih ekspresif. Sayangnya tulisan-tulisan yang diaunggah melalui status, akan hilang dalam hitungan jam.

Seandainya uneg-uneg yang ada dalam pikiran, dituangkan dalam blog maka tulisan Anda akan jauh lebih membawa manfaat. Tidak perlu berekspektasi tulisan Anda bermanfaat untuk orang lain apalagi mengejar jumlah pembaca. Itu tidak penting. Tulisan merupakan representasi dari pengetahuan kita pada waktu itu. Kelak lima tahun yang akan datang, bila Anda membuka kembali tulisan tersebut akan terkejut merasakan perkembangan pengetahuan yang signifikan pada diri kita sendiri.

2. Menyalurkan uneg-uneg melalui lagu

Bila anda dianugerahi Tuhan kemampuan bermusik, tidak ada salahnya Anda berterimakasih kepada Tuhan dengan cara mengoptimalkan potensi bermain musik. Anda bisa membuat cover lagu, atau merangkai sendiri kata-kata cantik. Tidak perlu berpikiran siapa yang mau mendengarkan. Jangankan orang lain, sebagai pemula Anda berani mendengarkan rekaman suara sendiri saja sudah bagus.

Ebiet, konsisten mencurahkan pemikirannya yang kritis mengenai hubungan manusia dengan alam lewat lirik. Iwan Fals, menyalurkan energi dan kritiknya melalui lagu. Dan masih banyak lagi musisi seniman yang konsisten berkarya melalui musik. Meskipun banyak juga lagu yang lahir mengikuti kebutuhan industri.

Apalagi, era teknologi modern ini sangat mendukung proses self recording. Berbagai tutorial bertebaran, memanipulasi pitch suara sumbang menjadi sempurna. Hampir tak ada alasan, terkendala masalah peralatan.

3. Sharing dalam forum diskusi

Apabila Anda aktif bermasyarakat, beranikanlah untuk menyampaikan pendapat. Yang penting jangan baperjika berbeda pendapat. Keberanian Anda menyampaikan pendapat secara lisan merupakan modal kuat untuk berkarya. Karena pada dasarnya sebuah karya adalah wujud dari pikiran kritis yang lahir pada dirikita.

4. Mendistribusikan karya

Zilenial, Anda bebas mendistribusikan karya. Bisa melalui Youtube, Tiktok, Instagram, Whatsapp. Penting harus diingat bahwa karya dan apresiasi bukanlah dua hal yang harus selalu berdampingan. Tidak sama seperti sisi uang koin. Mereka saling merdeka. Jangan sampai terkecoh, berkarya untuk mendapatkan apresiasi. Karena jika ternyata apresisasi tak sesuai ekspektasi, Anda bisa kapok berkreasi. Untuk berkarya, Anda tidak perlu menunggu hebat dulu, justru jadikan karya sebagai artifak perjalanan hebat dalam hidupmu.

Manusia memiliki naluri untuk selalu bertanya jawab terhadap dirinya sendiri, tentang apapun. Fenomena ini sangat wajar mengingat knowladge selalu berubah seiring berjalannya waktu. Apa yang hari ini kita anggap benar, besok kita anggap salah. Hal-hal yang tidak sesuai dengan nurani, atau hal yang sifatnya disruptif biasanya memicu pikiran untuk bertanya. Zilenial, berkaryalah maka Anda berpikir. Berpikirlah maka Anda hidup.

Kabar Informatika

Informatic is eating the world

Kabar Informatika

Bacaan bagus seputar invoasi Teknologi Informasi, dikelola secara resmi oleh program studi informatika Universitas Amikom Yogyakarta

Arif Akbarul Huda

Written by

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda

Kabar Informatika

Bacaan bagus seputar invoasi Teknologi Informasi, dikelola secara resmi oleh program studi informatika Universitas Amikom Yogyakarta