[Kajian] Kang Firman: Fitrah Penciptaan Diri

“Qul kulluy ya’malu ‘alaa syaakilatih.” (QS Al Isra’ ayat 84)

Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Semua orang bekerja, sesuai “syaakilah“-nya masing-masing.

Apa “syaakilah” itu? “Syakl” dalam bahasa Arab artinya bentuk. Setiap orang memiliki keunikan. Allah menciptakan kepribadian sangat, sangat, sangat berbeda satu sama lain. Dan setiap orang harus berusaha mencari tahu, bagaimana kepribadian mereka, untuk mencapai fitrah penciptaan diri yang Allah maksudkan.

“Tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan suatu maksud.”
Termasuk keunikan kepribadian. Setiap orang diciptakan unik..

A. PERJALANAN KEHIDUPAN

Garis kehidupan:
Lahir SD SMP SMA Kuliah ..... (?)

Jalan setiap orang unik dan otentik..

Ragam kehidupan manusia bermacam rentangnya. Perjalanan setiap orang unik dan Allah adalah sutradaranya.

Kita harus mengetahui tugas hidup kita apa (syakilla).. Apa yang harus dikhawatirkan, dan apa yang diperjuangkan.

Prinsipnya saling memberi manfaat.. setiap orang harus beraktivitas, terus mencari dan menemukan syakillah..

Dari DISCOVERY -> menjadi MASTERY

Bagaimana potensi tersebut diasah. Berlomba-lomba dalam kebaikan..


B. PRIBADI TERBELAH

Anak muslim yang baik

Ketika kecil, kita diajarkan oleh orangtua untuk menjadi muslim yang baik. Bahwa menjadi seorang muslim adalah yang rajin ibadah.

Seiring bertambah usia, pribadi terbelah..

Seiring bertambah usia, saat SMA, kuliah, lulus.. pribadi terbelah.. Kita mulai merasa bahwa yang sebenernya dihormati adalah yang pekerjaan bagus, yang bekerja di MNC.

Kita dituntut untuk menjadi seorang profesional, dimana fokus kita ke karir. Padahal sewaktu kecil, diarahkan untuk muslim yang baik, yang berfokus kehidupan akhirat.

Makin usia bertambah, kita semakin bingung.. Makin lupa dan abai dengan diri ini. Bahwa kita hadir di dunia untuk mewujudkan kehedak-Nya.

Jadi sebenarnya saya harus mengejar apa?
Hidup yang bagus yang seperti apa?
Kenapa semua ini harus saya jalani?

Kalau kita tidak punya alasan kuat.. diterpa angin sedikit gampang goyah. Adapun kalau sudah berhasil, menjadi lupa diri.

Tugas hidup kita bukan pekerjaan tetap, tapi tetap bekerja.

Kalau kita mikir rezeki itu bisa diprediksi, Tuhannya siapa?

Ada yang berpikir seperti ini:

Kerja sudah mapan, tapi ini bukan panggilan hati saya. Tapi kalau saya pindah, saya makan pake apa?

Mungkin harus ditanya balik: Tuhannya Allah atau karir pekerjaan?


C. KAJIAN AL ISRA

Ayat 83
  • Manusia bisa menjadi sombong.
  • Mengaku-ngaku bahwa dia yang menciptakan kesuksesan
  • Ada adab berprasangka kepada Allah
  • Setiap orang punya ujian, tantangan, dan kesempatan
Ayat 84
  • Setiap orang memiliki bentuk tersendiri (sifat, potensi, personality)
  • Adanya tantangan dan kesempatan
  • Kita harus beramal sesuai syakila masing-masing.. Bukan dikasih ilham, namun ini proses pencarian.
  • Jadi intinya: kita harus banyak beraktivitas. Setiap orang menempuh jalan masing-masing. Jalan yang unik dan otentik.
Ayat 85
  • Ruh berhubungan dengan perasaan (bahagia, kepuasan, kenyamanan)
  • Setiap manusia memiliki syakilla
  • Syakilla adalah karakteristik dari ruh. Hal yang nature dalam diri seseorang
  • Syakilla terkait erat dengan kebahagiaan, keterikatan emosi
NURTURING NATURE..
Ketika kita mengenal diri, kita menjadi tahu apa yang dikejar, harus tahu apa yang harus dilakukan

D. TEORI PSIKOLOGI POSITIF

Abraham Maslow: Need of Actualization, TrancendetionMartin

Seligman: Hapiness & wellbeing. Terdapat 5 faktor wellbeing:

  • Positive emotion
  • Engagement / Flow (menikmati aktivitas
  • Relationship
  • Meaning
  • Achievement

Gallup

Pada prinsipnya, ada 5 ciri bakat:

5 ciri bakat :

1. Yearning. 
Artinya Nagih. Kalau ga mengerjakan aktivitas itu selalu rasanya ada yang kurang. Tiap hari rasanya harus mengerjakan aktivitas itu. Selalu diulang lagi dan lagi dari waktu ke waktu. Kalau disalurkan, ini bisa jadi sumber energi positif.

2. Rapid Learning. 
artinya cepat belajar menguasai skill/keterampilan yang dibutuhkan untuk mengerjakan aktivitas itu. sementara orang yang tidak berbakat akan lebih lambat belajar keterampilan mengerjakan aktivitas itu.

3. Satisfaction. 
Artinya kepuasan. Mengerjakan aktivitas itu rasanya melegakan, senang, dan puas. Setelah selesai juga makin puas.

4. Flow. 
artinya mengalir. Kondisi dimana mengerjakan sebuah aktivitas terasa mengalir begitu saja, larut secara mendalam, tanpa hambatan berarti, sering sampai lupa waktu.

5. Glimpses of Excellence. 
Artinya menunjukkan tanda-tanda keunggulan. Ketika mengerjakan aktivitas itu, selalu bagus mengerjakannya, dan selalu hasilnya juga bagus bahkan luar biasa.


E. SUMBER MASALAH

Sumber masalah: rasa keberhargaan diri yang rendah. Mencari tempat dimana dia merasa dihargai.

Kualitas diri seseorang bisa dilihat dari dirinya sendiri dalam kesendirian. 
Kalau tidak tahu apa yang harus diperjuangkan, efeknya mudah mengeluh.. lesu..sakit..


F. SESI PERTANYAAN

1. Apa itu passion?

Passion adalah rasa yang memuncak dan terus hadir, terkait sesuatu (objeknya harus jelas). Passion bisa sangat spesifikSyakilla karakteristik diri seseorang (subjek)

2. Bagaimana keluar dari zona nyaman?

Tanyakan pada diri anda: "Anda mau mati dg cara seperti apa?"Maka kejarlah itu..Hendaknya engkau mengkhawatirkan keturunan yang lemahWanita itu fitrahnya fokus memanfaatkan sumber daya, bukan mengkhawatirkan sumber daya

3. Bagaimana melakukan self control?

Contohnya adalah dengan puasa. Kendalikan tubuh dulu, baru kendalikan emosi.Keluarga itu urusan laki-laki

4. Bagaimana mengetahui kepribadian seseorang?

Pastikan dulu anda memiliki dan banyak aktivitas. Sehingga mengetahui bagaiamana pikiran dan emosi dia bekerjaBakat: pola pikir, perasaan dalam hal yg produktif

5. Bagaimana mengetahui bakat saya?

Pertanyaan mendasar:

  • Senang aktivitas ketemu orang/tidak? Berapa persen?
  • Ketika anda bertemu orang, senangnya dalam posisi di atas orang lain? Sejajar? Atau dibawah orang lain? Berapa persen?
  • Ketika tidak bertemu orang lain, senangnya mikir atau nggak? Lebih senang mikir imajinatif atau sistematis?
  • Ketika anda sedang kerja aja (tidak bertemu orang dan tidak berpikir), senang dalam ruangan atau di luar ruangan? Berapa persen?

6. Kenapa seorang menikah?

Pahami nikah itu apa. Background-nya adalah ibadah. Tujuannya adalah keberkahan, bukan kebahagiaan. Nikah itu urutannya shalat, puasa, ibadah yang lain, bertanggung jawab dengan diri sendiri, baru siap nikah. Tidak ada urutannya dengan garis hidup SD SMP SMA Kuliah.

7. Ujiian keimanan

Orang diuji dengan masalah karir, pekerjaan. Biasakan merespon apa yang jadi disekitar anda.

Leap of faith.. Iman seperti apa yang ada dalam diri anda?Allah pasti ngasih tanda. Dalam detail-detail kehidupan selalu ada tanda. Masalahnya kita mengabaikan untuk membaca tanda tersebut. Ga terbiasa untuk bertindak lebih.

Penting untuk memahami kita hidup milik siapa? Kehendak siapa?Sebagai makhluk tugas kita apa?