Remote Voice: Eko Suprapto Wibowo

Di edisi #22, kita akan berbincang dengan seorang Senior Python Developer dari Jogja. Siapa beliau? Yuk kita kenalan.. :)

Bisa jelasin mas ini siapa?

Mas Eko Suprapto Wibowo

Wkwkw. Maunya saya jawab, “I am Batman”. Tapi ga bisa ya? Haha.

Saya hamba Allah, suami dari seorang istri-ayah dari seorang putri dan seorang putra, programmer freelancer dan capoeirista :)

Namun, 1–2 tahun terakhir ini saya menyadari role saya yang lain: bagian dari bangsa Indonesia. Ga macem-macem sih, bantu-bantu apa aja yang saya bisa yang wawasannya untuk bangsa dan negara. Misal share status-status tentang copras-capres (haha) dan bantu-bantu mas Ainun Najib untuk event Hackathon Merdeka 2.0 kemarin

Gimana ceritanya mas bisa masuk ke dunia kerja remote?

Wih, perjalanan saya sampai ke dunia remote panjang bener dan berliku-liku. Menurut saya ada tiga tahapan dalam kerja freelancing:

  1. Freelancer achak adhut
  2. Freelancer online dan
  3. Pekerja remote.

Lengkapnya saya pernah tuliskan disini.

Cuman, dari awal saya ogah kerja ngantor.

Sejak kuliah, saya ga bisa membayangkan diri kerja di kantor 9–5. Tapi juga (saat itu), kerjaan freelancing atau tepatnya remote work, mungkin belum keliatan bentuknya. Sejauh yang kita tau saat itu sekedar ikut proyek dan garap sampai tuntas. Setelah itu, maju ke proyek selanjutnya. Ini pengetahuan umum tentang freelancing (yang saya kategorikan sebagai freelancing achak-adhut itu tadi).

Saya maksimal bisa membayangkan diri sebagai dosen: maksudnya, bisa tetep koding tanpa aturan 9–5, sekaligus juga bisa ikut ngajar koding (hal yang saya suka). Dan dapat bayaran. Cuman.. sayangnya saya lulus kuliah S1 butuh .. 10 tahun (wkwk). ya sudahlah. Meski pernah lolos sampai tahap terakhir penjaringan dosen tetap UII 2010, akhirnya saya ga membayangkan kerja jadi dosen.

Selama 3 tahun saya intens jadi… konsultan tugas akhir :D

Bekerja sesuai hobby dan passion, serta dekat dengan tumbuh kembangnya anak, adalah sesuatu yang sukar dicari bandingannya di dunia ini

* Saya ga ceritain lebih lanjut tentang ini deh, tapi intinya saya ga sengaja sharing di blog tentang bantu-bantu temen masjid garap tugas akhir, dan konsisten share hal-hal teknis tentang programmingnya disana, .. eh tawaran untuk bantu-bantu tugas akhir ternyata bejibun. Seabreg. Saya pernah dapat tiket PP pesawat ke jakarta, sekedar untuk konsultasi tugas akhir! :D

Nah, di masa ini tuh, 2010, saya diajakin kang Aditya Agustyana, ke oDesk (sekarang upwork). Doi dah ngasih-ngasih tau tentang kerja remote : kerja dari rumah dan bergaji USD.

Saya daftar juga. Tapi.. ga yakin euy. Walhasil, saya kemudian nekunin kerjaan di kantor (diundang temen aja sih kerja di kantornya)… dan ga berhasil. Haha. Saya cuman bisa maksa bertahan 11 bulan. Di antara itu saya dapat SP-1 dan SP-2 karena … mbolos. Wkwkw. Ah payah deh. Bilang ke istri kalau saya ngantor, tapi karena males ngantor, saya milih ke masjid aja… iktikaf. :v 3 hari spt itu, sampai akhirnya istri ditelpon dari kantor. Dan bolos saya ketahuan deh :D

* sebentar ini kebalik, saya kerja ngantor 11 bulan dulu (di Gamatechno UGM), baru saat mengundurkan diri setelah dapat SP-2, saya mulai bantu-bantu temen tugas akhir dan sampai akhirnya ngeblog di http://swdevsoftwareconsulting.blogspot.com

Tapi karena bisnis tugas akhir ini tergantung banget dengan deman dari Mahasiswa, ketika merapi meletus, … saya kelimpungan. Mahasiswa pada balik kampung. So, saya cek-cek peluang kerjaan ngantor yang rada kredibel, .. dapat lah di Gameloft, Jogja. Singkat cerita, saya cuman bisa bertahan 4 bulan. Inti masalahnya waktu lembur blas ga sepadan dengan salary. Saat inilah saya mulai apply kerjaan odesk… berhasil! Seneng bangeeet mulai kerja remote. Agustus 2011. Itu pertama kali saya dapat gaji dari odesk :)

Btw, alasan saya mulai seriusin odesk di 2011 itu lagi-lagi karena kang Adit: saya pantau FB-nya… “Wah, ediyan! Pny macbook cuy!”. Ngobrol-ngobrol, woa! Income dari odesk amazing banget. Ga akan programmer lokal bisa ngebayangin gaji selevel itu…

Cuman disini saya masih tolah-toleh kerjaan selain odesk, walhasil jadi ga fokus. Misal saya ga bisa nolak waktu dapat tawaran kerjaan nggarap aplikasi admin bandara Soetta. Atau susah juga nolak waktu dapat tawaran kerjaan dari FAO (agency PBB untuk makanan dan pertanian). Tapi mulai 2012 akhir saya berusaha fokus hanya ambil kerjaan remote via odesk. Dan hasilnya .. mengesankan.

Kerja remote itu kerja sebenar-benarnya kerja. Ga bisa main-main. Ga bisa disambi-sambi ma kerjaan lain. Saat saya masih keluar masuk odesk, saya blas belum pernah bisa nembus angka $1000/bulan. Rasanya angka itu pun mustahil. Tapi setelah saya totally fokus di 2014…. angka pendapatan bulanan saya ada di kisaran 30jt/bulan. Itu… berat dibayangkan gimana caranya bagi programmer kantoran lokal.

Workspace kerja pribadi yang tetep dekat dengan pendampingan anak-anak belajar skill IT sedini mungkin

Dengan waktu yang fleksibel. Apalagi deket terus sama anak. Gimana cara mas ngatur waktu kerja?

Bisa kerja dari rumah (yang artinya memenuhi role sebagai kepala keluarga) , sembari mendampingi tumbuh kembang anak (yang artinya memenuhi role sebagai ayah), … itu sesuatu yang worth fighting for. Maksudnya, kalaupun mengatur dua hal tesebut ga mudah, … tetap sangat berharga untuk dikuasai. Dan begitu hal tsb bisa ditaklukkan.. kita akan mendapatkan best of both worlds. :)

Namun itu butuh waktu dan sampai detik ini pun terus berjuang untuk dipertahankan. Karena saya bekerja di Upwork yang menggunakan waktu UTC+0, pada akhirnya pola kerja (fulltime 8h/day x 5day/week), itu menjadi sperti ini:

  • Q1 : 2h dari jam 7am s/d sebelum zuhur, lanjut tidur siang.
  • Q2 : 2h sebelum maghrib, lanjut workout/jalan-jalan bareng anak-istri
  • Q3: 2h sebelum tidur, istirahat malam.
  • Q4 : 2h setelah subuh — sampai jam 7.
  • Total 8jam kerja

Anak-anak sudah mengerti, kalau abinya sedang kerja ga akan diganggu-ganggu dengan macem-macem permintaan.

Apa kegiatan mas di luar kerja??

Waini. pertanyaan bagus :D

Kalau mau flashback, boleh dikatakan aktivitas saya yang diluar kerjaan itu yang ngebuat saya ga mau / ogah / gagal terus kalao ngantor :D

Hm, flashback lebih jauh lagi, di awal saya kuliah, saya itu sangat terpengaruh oleh .. Islam :D Tepatnya kesufian. Bahwa dunia ini sementar, dan akhirat selama-lamanya.

* Note: saya muslim, lahir di Bali, tapi merasa baru memulai mempelajari Islam pas kuliah di Jogja.

Manusia itu apapun posisi dan kesibukannya, pada dasarnya dia hanya seorang hamba. Milik Allah.

Pada momentum spt itu, saya sangat terpengaruh sekali oleh ide dari Stephen R. Covey: Seven Habits of Highly, yang saya rangkum menjadi, “Manusia itu terdiri dari role, dimana kebahagiaan manusia hanya terpenuhi kalau mission dari tiap role terpenuhi. Berapa banyakkah orang yang diranjang kematiannya berharap, ‘Andai aku bisa bekerja lebih banyak di kantor?’. Tidak ada. Mereka akan selalu berharap bisa lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga mereka”

Masalahnya alih-alih memenuhi role sebagai suami/ayah/anak, kita lebih banyak memenuhi role sebagai .. pegawai kantor/bisnis/karir/dsb.

So, dari basis pemikiran itu, saya mengenali role saya sebagai:

  1. Hamba Allah. Dakwah. Saya berusaha menekuni dakwah di jamaah tabligh (google please). Tahun-tahu ini agak kendor sih, tapi niat tersebut tetep ada :)
  2. Anak, Suami dan Ayah. Menjaga hubungan dengan orang tua, mengatur keharmonisan hidup dengan istri dan mendidik anak-anak. Itu .. bagi saya pribadi, susah dilakukan kalau saya ngantor. So, diluar keseharaian koding, saya setia mengatur waktu untuk jalan-jalan keluarga (dinner diluar), keliling-keliling dengan anak-anak, ngajak jamaah anak ke masjid dan membimbing mereka belajar pelajaran sekolah dan mengajarkan nasehat-nasehat agama
  3. Capoeira. Beladiri. Jalan hidup! :)
    Karena beladiri itu meningkatkan kepercayaan diri, menambah semangat hidup dan jelas, menjaga keseimbangan tubuh. Tepatnya, memberi porsi tubuh untuk mendapat pengayaan juga.
  4. Kontribusi sosial. Hm, ini wilayah baru yang saya baru tekuni. Intinya, kita harus berkontribusi pada masyarakat, bangsa dan negara. Benernya saya awalnya apathis sih. Tapi semenjak melihat momentum kawalpemilu.org yang diprakarsai oleh Mas Ainun Najib, saya jadi termotivasi untuk melakukan hal serupa. Bantu-bantu aja. So, saya awali kemarin dengan kontribusi menjadi project leader untuk Hackathon Merdeka 2.0 chapter Jogja, dan selanjutnya saya berusah terus berkontribusi untuk hal-hal serupa. Intinya, “kita bisa aja komen-komen/komplain dsb tentang bagaimana negara ini dijalankan. Tapi lebih asyik kalau ga cuma komplain: tapi kita juga coba berbuat sesuatu. Kontribusi.

Oh iya, saya juga sedang ada produk yang sedang coba dikembangkan. Namanya http://coderdojo.id. Tapi, itu masih placeholder sih. Itu termasuk upaya saya untuk kontribusi.

Intinya, coderdojo adalah gerakan untuk membagi pengetahuan tentang koding, kepada anak-anak lingkungan sekitar kita, tanpa kita meminta bayaran dan dijalankan dalam suasan yang informal dan menyenangkan.. :D

Kenapa suka Capoeira?

Menekuni beladiri adalah jalan untuk memahami keterbatasan diri, dan berjuang keras untuk menembus batasan-batasan tersebut.

Saya generasi’90-an, jadi tentu awalnya itu film Only The Strong (Mark Dacascos) yang pernah tayang di RCTI. Saat itu saya SMP: dan benar terpesona -benar dengan film tersebut. Utamanya dengan suara alat musik berimbau. Benernya sudah pingiiin sekali mulai beladiri. Tapi gegara lebih suka koding, saya undur-undur terus…. sampai punya anak 2. Ampuun…

Meski 2003 pernah liat temen-temen capoeira latihan di UGM, tapi … saya tetep enggan. Akhirnya karena kerjaan freelancing itu waktu luangnya banyak, saya mulai iseng-iseng nyari video beladiri di youtube.. eits, ketemu capoeira. Latihan sendiri, .. sukses ga bisa ruku’ seminggu (ga pakai pemanasan. haha). Begitu saya memulai capoeira..woa! Seakan-akan semua spirit yang tertahan sejak SMP tersebut..mengalir!

Bagi yang ga pernah coba beladiri, percayalah, beladiri itu membuat kita lebih mengenal diri sendiri. Kita jadi tau tubuh kita punya limitasi, namun limitasi itu bisa di atasi dengan .. kerja keras yang sungguh-sungguh!.

Selain itu, secara historis, Capoeira berasal dari perjuangan budak-budak Afrika dalam mengalahkan perbudakan. Dan, … saya suka! Totally aligned dengan sejarah bangsa kita yang dijadikan budak bangsa lain selama berabad-abad.

Freelancing ini bener-bener membuat saya bisa mudah menekuni Capoiera. Mei 2016, di Jogja akan ada event batizado Capoeira senzala. Silahkan gabung bagi yang berminat

Bisa ceritain tentang pengalaman mas menjadi Project Leader di hackathon merdeka?

Bersama mas Ainun Nadjib

Okay, tentang Lead Project HM 2.0 Chapter Jogja… sebenernya saya ga kepikiran :D Tapi suatu ketika mas Ainun nanya kurang lebih, “bisa ga mas eko jadi Lead Project HM 2.0 u/ chapter Jogja?”. … maunya langsung saya bilang, “ga mau”. tapi… rada tertantang. Dan juga rada pakewuh nolak (haha. lha yang minta mas Ainun?). So, setelah saya timbang-timbang .. “Oke mas. saya coba”

Mungkin kalau orang yang biasa ikut di kepanitiaan/kesekretariatan, hal tsb mudah-mudah aja. Tapi saya itu blas ga pernah ikut macem gituan deh. Eh pernah, sekali jaman kuliah.. jadi sekretaris Ramadhan di Kampus UGM ’99 apa ya? Dan saya sukses .. ga ngerjain apa-apa. males. haha. (payaaah)

Terus tiba-tiba disini jadi lead project.. jegeer. Ada kok itu saya ga ngapa-ngapain, dan maunya saya kembalikan aja tanggung jawab itu. Why?

Karena saya biasanya cuman mikir baris kode, begitu disuruh mikir rekrut panitia/manajemen resource/ketemu orang/donatur/publikasi di media/dsb dsb dsb. … jiwa terasa lelah sebelum berjuang. :D Saya baru saat itu bisa ngerasain 3 minggu ga bisa tidur siang. Malem pun ga bisa tidur nyenyak! Banyak yang dipikir dan dikuatirin, “Gimana kalau konsumsi ga cukup? Gimana kalau ga ada yang datang? gimana kalau listrik mati pas event? aaarhg”. Serius. Cuman, gara-gara ini saya jadi terpikir, “Gimana rasanya ya jadi presiden yang dicaci maki tiap saat, padahal jelas kerja dan perasan otak/serta keringatnya ga terbayangkan kualitas dan kuantitasnya?”. So, dengan periode ini, saya jadi bisa lebih menghormati orang-orang yang bekerja untuk rakyat secara umum, dan .. ya, RI-1 secara khusus :D

Aplikasi Kentongan dari SkyShi — Juara 1 bidang Kependudukan dari Jogja!

Anyway, padah akhirnya acara tersebut sukses. Alhamdulillah. Bahkan peserta Jogja lolos jadi pemenang tingkat nasional, dengan aplikasinya Kentongan, dari SkyShi! http://skyshi.com. Dan itu .. jerih payah terbayar sudah. Apalagi berhasil selfi dengan Pak Ahok. Haha. Sesuatu banget deh

* next step yang diharapkan itu adalah Selfi dengan Pak Jokowi. Semoga deh! :D

Sekarang kesibukan freelancing mas eko apa aja ya?

Selama setahun ke belakang, saya kerja long term untuk klien odesk dari Australia, sampai dengan tengah November kemarin. Kemudian berlanjut di hire untuk shor term job di startup lokal yang bagus sekali performanya: http://salestockindonesia.com. Nah setelah selesai, desember kemarin, saya sedang mengistirahatkan diri sampai akhir Januari 2016 ini. Belajar Golang dan ReactJS diantaranya.

Yang perlu dicatat, saya ga bener-bener murni hanya menerima remote work from home lho ya. Berdasarkan profil kerja saya sebelumnya, saya akan menerima kerjaan onsite (relocation juga), jika yang meng-hire agak spesial. Di 2012 saya menerima kerjaan sebagai konsultan salah satu agency PBB, FAO (Food and Agriculture Organization) untuk di tempatkan di Kemenhut Pusat. Seru kan? So, di akhir tahun 2015 kemarin saya dapat tawaran untuk bekerja di Singapore. Nah, bagi saya, itu seru juga. Kalau semua berjalan sesuai rencana, Februari saya mulai start kerja di sana.

Tapi paling saya ga akan bertahan lama, biasanya maksimal 1 tahun (sudah cukup deh untuk bs cerita ke anak cucu, ‘Dulu kakek pernah kerja di luar negeri lho’. Haha

Selain itu satu hal yang saya sadari: saya ga punya investasi. Ga asyik juga selama 2 bulan ini setiap hari ngeliatin ATM ke debet, ga tambah-tambah (ya karena ga kerja..) Kan asyik tuh, kalau meski ga kerja, saldo ATM tetep nambah secara berkala. Nah, untuk ini ada sodara yang nawarin salah satu jenis investasi yang macem itu. Sepertinya saya akan ambil risk untuk investasi ke arah tersebut. Targetnya, 1–2 bulan di Singapore, sudah ada investasi yang bisa diandalkan. Satu tahun disana…. pensiun ah :D

Upwork Earning Graph punya mas Eko untuk tahun 2015

Ada nasehat untuk yang hendak terjun ke dunia kerja remote?

Untuk yang mau nekuni kerja remote:

  1. Percayalah akan hasil dari kerja remote yang mengalahkan jauh hasil kerja lokal. Kalau kerja lokal kita merasa WOW dapat penghasilan 10jt, maka di kerja remote… hasil segitu masih dibawah standar kerja remote minimal. Cek TKP langsung: http://syaifulsabril.info/2014/08/21/bepenghasilan-tetap-atau-tetap-berpenghasilan 
    Hasil maksimal akan dicapai kalau Anda fokus 100%.
  2. Hasil kerja remote akan maksimal kalau Anda benar-benar fokus: ga pakai nyambi kerja kantor, atau nggarap kerjaan lokal lainnya. Saya ngalami sendiri, 2 tahun on-off remote via upwork, .. susah bener nembus 1000usd. Tapi begitu bener-bener fokus… 2400–3000 USD bisa bangets!
  3. Kalau masih ngeri full remote dan takut ninggalin kerja lokal/kantoran, maka atur aja gini: hitung berapa dana perbulan yang dibutuhkan agar dapur tetap ngepul. Kalikan angka tersebut dengan 3 (atau 6 spy perasaan lebih tenang), dan tinggalkan pekerjaan kantor/lokal. Percayalah, Anda akan bisa banget nembus kerjaan remote dengan jangka waktu 3 bulan tersebut.
  4. Bergabunglah dengan komunitas remote yang banyak bertebaran di Facebook (misal grup Kami Kerja Remote ini atau Upworker Indonesia). Why? Karena kerjaan ini termasuk kerjaan ghaib: ga kliatan kantornya, ga keliatan yang ngebayar juga ga kliatan mana pekerja-pekerjanya. Dengan bergabung bersama komunitas, kita akan bisa merasakan ritme pekerjaan ini: dan itu akan terasa sangat intens. Berbagai tips meningkatkan produktifitas dan sharing motivasi akan sangat positif bagi eksistensi dan kemajuan profesionalitas kita pada pekerjaan remote ini.

Kalau untuk yang sudah di dunia kerja remote?

Untuk yang sudah di dunia kerja remote:

  1. Sharing! Berbagi! Galakkan!
    Why? Karena kita merasakan sangat banyak kebahagiaan dan kemudahan hidup dari bekerja remote. Mulai dari kedekatan dengan keluarga yang lebih, kemudahan mengajar anak hal-hal yang kita nilai penting (contoh, yang bekerja di kantor, berapa sering bisa mengajak anak cowok kita sholat jumat bareng?) dan lain sebagainya.
  2. Berbagi ilmu, either lewat blog (misal tentang Python saya blog di http://pythonthusiast.pythonblogs.com) atau screencast (https://malescast.com dari mas Rahmat). Itu salah satu kontribusi kita.
  3. Hal yang belum saya lakukan, tapi saya yakin akan kebenarannya: bangun tim :) Karena itu akan mempermudah hidupmu dan juga mempermudah hidup orang lain.
Kontak:
Facebook: https://www.facebook.com/swdev
Upwork: https://www.upwork.com/freelancers/~01f82a6e48fcab192f

Remote Voice adalah rubrik interview developer remote Indonesia di group Kami Kerja Remote di FB. Mau belajar kerja remote? Join Kami Kerja Remote!

(sponsor) Buku Menyelami Framework Laravel

Edisi kali ini disponsori oleh buku Menyelami Framework Laravel. Berisi 740+ halaman penjelasan komprehensif dan aplikatif menguasai framework Laravel 5.2. Download sekarang!


Suka interview ini? Klik ❤ agar temen-temenmu juga tahu!