Rahmat Awaludin
Feb 16, 2016 · 7 min read

Di remote voice #27, kita akan berbincang dengan seorang remote worker dari Surabaya. Siapa beliau? Yuk kita kenalan! :)

Bisa jelasin mas ini siapa?

Mas Hendra Setiawan

Perkenalkan, saya Hendra Setiawan, seorang Web Developer yang sebenarnya baru saja akan mengambil langkah ‘nekat’ untuk full kerja remote di awal tahun 2016 ini. Sejak tahun 2009, saya bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi sebagai IT Support dan Web Developer. Basic ilmu programming saya adalah Pascal, kemudian lanjut ke Delphi dan akhirnya betah di PHP sampai sekarang.

Saya asli Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setelah lulus sekolah (saya lulusan SMK), saya mendapat tawaran untuk bekerja di Balikpapan. Dua tahun kemudian, saya mendapat tawaran pindah ke Surabaya di perusahaan yang sama. Awalnya saya hanya fokus bekerja untuk perusahaan saja, tapi karena makin ke sini gaji dirasa kurang bisa mencukupi kebutuhan termasuk untuk biaya kuliah, akhirnya saya mulai cari-cari proyek sampingan (baca : remote project) sejak tahun 2011.

Jadi pada dasarnya, selama 6 tahun saya bekerja sebagai web developer, 4 tahun sisanya saya jalani sebagai seorang semi-remote-worker alias part-time remote worker karena saya belum berani melepas pekerjaan utama saya. Tapi seperti yang saya sebutkan di awal tadi, saya akan resign dari pekerjaan utama saya dan beralih menjadi full remote worker di awal tahun 2016 ini karena ada salah satu perusahaan di Australia yang merekrut saya untuk bekerja full-time di perusahaan mereka.

Bisa jelaskan lebih detail jenis kerjaan yang mas ambil?

Untuk jenis pekerjaan sebenarnya ada dua, karena sejauh ini saya bekerja untuk 2 jenis pekerjaan. Tapi karena ini rubrik Kerja Remote, saya akan lebih menjelaskan ke bagian yang remote-remote aja ya. :)

Secara garis besar, saat kerja on-site di perusahaan, tugas saya adalah membuat aplikasi-aplikasi yang mendukung operasional perusahaan mulai dari aplikasi berskala regional maupun nasional. Aplikasi yang saya buat menggunakan bahasa pemprograman PHP dan untuk database menggunakan Oracle krn jumlah raw data yang lumayan besar, biasanya bisa mencapai ratusan ribu sampai jutaan rows.

Saat kerja remote, fokus saya adalah di back-end web development. Artinya, saya biasanya membeli themes / template untuk desainnya, kemudian saya bekerja di bagian back-end nya dengan PHP. Saya juga berpengalaman di Wordpress development. Tidak jarang biasanya client mengajukan permintaan yang sangat detail dan rumit dan membutuhkan custom function. Di sini saya beruntung karena pada dasarnya Wordpress juga menggunakan bahasa pemprograman PHP dan ini sejalan dengan bidang ilmu yang saya geluti.

Intinya, ketika ada project membuat satu web utuh (full-stack web development), saya biasanya lebih memilih untuk membeli desain / templatenya agar tidak memakan waktu terlalu lama di bagian desain dan saya bisa fokus mengerjakan di bagian back-end.

Workspace Mas Hendra

Menurut mas, bagaimana pasar pekerja remote untuk WordPress developer?

Untuk pasar pekerja remote WordPress developer sepertinya masih lumayan menjanjikan, khususnya di pasar global / internasional ya. Sejauh pengetahuan saya, para client di pasar internasional berani membayar lumayan mahal untuk WordPress developer. Menurut saya jenis web yang cukup menjanjikan adalah company profile dan e-commerce. Biasanya khusus untuk e-commerce, client rata-rata lebih suka menggunakan plugin woocommerce. Tapi tentu tidak cukup sampai di situ saja, client juga biasanya akan minta intergrasi payment gateway (Paypal, Credit Card, dll), Google Merchant, Google Adwords, SEO dan hal-hal lainnya yang dapat menunjang bisnis mereka.

Jadi, untuk bisa bersaing di pasar WordPress Developer, selain harus menguasai seluk beluk WordPress itu sendiri, kita juga harus benar-benar update seputar informasi terbaru yang dapat menunjang kinerja dari web yang kita bangun, mulai dari themes, plugin, troubleshoting, custom function dan lain sebagainya. Jika ilmu kita sudah mumpuni, maka akan ada banyak sekali client yang siap membayar kita dengan harga tinggi untuk sebuah website WordPress yang powerfull.

Desktop Mas Hendra

Bagaimana tips bersaing di upwork?

Sepertinya saya kurang pas jika ditanya soal ini krn saya tergolong baru di Upwork. Tp mungkin saya bisa share sedikit ttg apa yang saya lakukan utk mendapatkan pekerjaan pertama saya di Upwork. Hal pertama yang harus dan wajib dilakukan adalah mengisi profile kita selengkap mungkin. Gunakan foto yang professional dan jelas. Paparkan apa yang bisa kita lakukan dan apa yang telah kita selesaikan. Dengan begitu, orang akan tau siapa kita dan sejauh mana kemampuan kita.

Saat mengajukan proposal, gunakan bahasa yang santun, sopan dan jelas. Di bagian awal, perkenalkan diri kita dengan jelas, mulai dari siapa kita, apa skill yang kita punya dan apa project apa saja yang telah kita selesaikan. Dalam hal web development, biasanya saya jg melampirkan portfolio terbaru dan yang paling keren agar bisa menarik perhatian client.

Terkait harga, usahakan jangan mematok harga terlalu tinggi jika kita mmg masih newbie. Tapi perlu diingat juga, jangan mematok harga terlalu rendah karena salah2 kita malah terkesan ecek2 dan tidak profesional.

Kurang lebih hal-hal seperti itulah yang saya lakukan untuk mendapat pekerjaan di Upwork. Sebenarnya, jika mengintip dari profile Upwork saya, maka tidak terlalu banyak portfolio yg saya punya, krn selama ini client lebih suka dgn metode direct project, artinya bekerja di luar Upwork dan dibayar langsung via Paypal. Salah satu contoh saya pernah mendapatkan job senilai $5 dgn salah satu client saya di Upwork. Berselang beberapa hari kemudian, saya ditawari project yang lebih besar namun kali ini di luar Upwork. Tentunya sistem seperti ini perlu saling percaya dan memiliki resiko yang lebih besar. Tapi Alhamdulilah semua berjalan lancar. Biasanya saya minta pemayaran 50% di depan dan sisanya setelah pekerjaan selesai. Dengan metode seperti ini saya juga terbebas dari potongan fee Upwork dan menerima pembayaran dengan harga full. :)

Jadi singkatnya, saya biasanya memancing client dlu dengan harga murah di Upwork, selanjutnya, ketika client sudah tau dan percaya kemampuan saya, utk next project biasanya saya lakukan di luar Upwork utk menghindari potongan fee Upwork yang menurut saya lumayan besar. :)

Karena pada dasarnya, yang paling berat dari kerja remote adalah mendapat kepercayaan client. Ketika kepercayaan sudah kita pegang, maka selanjutnya akan lebih mudah.

Gimana typical keseharian mas?

Kalo untuk keseharian, dari Senin — Jumat saya karyawan biasa..Jam 06:30 berangkat ke kantor, jam 18:30 sampai di rumah. Waktu terbuang cukup banyak di perjalanan menuju dan pulang kantor, inilah salah satu yang mendorong saya untuk bisa full-time bekerja remote. Dengan bekerja remote, tentunya kita dapat meng-alokasikan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat ketimbang hanya untuk bermacet-macetan di jalan.

Dari jam 21:00 ke atas, biasanya setelah anak tidur, saya lanjut bekerja sebagai freelance web developer, tentunya untuk job desc di luar kantor.

Intinya, selain seorang web developer, saya juga seorang suami dan ayah yang harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Denger-denger masnya pernah ketemu khusus dengan Ust Yusuf Mansur karena bikin web kumpulan videonya beliau gitu ya. Bisa diceritain?

Yap! Waktu itu sekitaran tahun 2012. Berawal dari iseng bikin sebuah web kumpulan video tausiah Ust Yusuf Mansur. Waktu itu webnya saya beri nama “Video Yusuf Mansur”. Metode yang digunakan cukup simple, prinsipnya hanya meng’embed video tausiah Ust Yusuf Mansur dari Youtube. Tantangan yang sebenarnya ada di proses pengumpulan materi videonya. Saya harus standby tiap jam 5 pagi untuk merekam tausiah beliau di salah satu stasiun televisi swasta kemudian menguploadnya ke YouTube dan dimasukkan ke web.

Tidak disangka ternyata waktu itu respon masyarakat lumayan positif. Dengan web sederhana yang saya buat, mereka mengaku bisa menonton tausiah Ust Yusuf Mansur di waktu luang mereka masing-masing, tanpa harus terikat dengan jadwal televisi. Sekitar beberapa bulan kemudian, saya mendapat SMS langsung dari Ust Yusuf Mansur dan beliau berterima kasih atas apa yang telah saya lakukan. Sampai akhirnya pada satu kesempatan, ketika beliau mengisi tausiah di salah satu event di Surabaya, saya diundang khusus makan siang bersama beliau. Saya juga ikut mengantar beliau sampai di VIP Lounge di Bandara Internasional Juanda — Surabaya dan saat itu sempat sholat magrib berjamaah bersama beliau sembari menunggu jadwal penerbangan beliau kembali ke Jakarta.

Bersama Ust Yusuf Mansyur

Apa suka duka selama kerja remote?

Hmm..suka duka? Sukanya karena waktu kerja yang lebih fleksibel. Tidak perlu mengikuti arus macet setiap harinya karena tidak harus ke kantor setiap hari. Selain itu, kita bisa bebas memilih pasar. Jika kita tinggal di Indonesia dan merasa pasar di Indonesia sudah mulai sulit, kita bisa ‘menyeberang’ ke pasar-pasar di negera lain. Intinya, peluang lebih besar. Kita bisa berfikir ‘out of the box’ dan lebih berkembang.

Untuk dukanya, mungkin saya bisa ceritakan awal-awal saya terjun ke dunia remote. Karena saya tidak langsung terjun full ke dunia remote alias masih part-time, kepala saya dipenuhi banyak masalah pekerjaan. Karena waktu itu saya terlihat agak stres dan butuh liburan, akhirnya istri saya mengajak saya traveling. Tapi selama traveling, pikiran saya masih dipenuhi kerjaan dan akhirnya traveling pun berjalan kurang lancar. :D

Saran saya, bagi yang baru ingin terjun ke dunia remote, usahakan bagi waktu sebaik mungkin. Jangan memikirkan kerjaan saat liburan dan jangan memikirkan liburan saat bekerja. Fokuslah pada masing-masing dan semua akan berjalan dengan lebih indah. :)

Kontak:
FB: https://www.facebook.com/hendrasetiawan.net


Remote Voice adalah rubrik interview developer remote Indonesia di group Kami Kerja Remote di FB. Mau belajar kerja remote? Join Kami Kerja Remote!


(sponsor) Buku Menyelami Framework Laravel

Edisi kali ini disponsori oleh buku Menyelami Framework Laravel. Berisi 740+ halaman penjelasan komprehensif dan aplikatif menguasai framework Laravel 5.2. Download sekarang!


Suka interview ini? Klik ❤ agar temen-temenmu juga tahu!

Kami Kerja Remote

Join us! http://www.facebook.com/groups/kami.kerja.remote

    Rahmat Awaludin

    Written by

    Developer, author, teacher & father. http://malescast.com | rahmat.awaludin@gmail.com | +628112071744

    Kami Kerja Remote

    Join us! http://www.facebook.com/groups/kami.kerja.remote

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade