Remote Voice: Tegar Ariprabowo

Bercekimpung di dunia game, tak selamanya harus menjadi gamer. Di remote voice #24, kita akan berbincang dengan seorang expert 2D artist game designer. Siapa beliau? Yuk kenalan.. :)

Bisa jelasin mas ini siapa?

Mas Tegar Ariprabowo

Halo, saya Tegar Ariprabowo, profesi saya di Upwork adalah 2D Artist yang fokus pada Game Art provider. Saya bisa menggambar dengan teknik digital painting maupun vector, animasi karakter dan special effect khusus untuk game. Basically saya bisa handle art dalam game keseluruhan termasuk art untuk marketing.

Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi arsitek, lalu mulai gede saya ingin menjadi Animator, kurang lebih tidak meleset, walaupun tidak bekerja di studio film animasi, saya tetap bisa menjalani hobby sekaligus menghasilkan uang lewat Art dan Animasi. Dan yang terpenting, bisa mandiri sebagai Self-employee.

Gimana ceritanya mas bisa masuk ke dunia kerja remote?

Sejak lulus kuliah DKV ITS tahun 2007, saya selalu berkeinginan menjadi enterpreneur atau menjadi Professional yang dicari klien.

Awal mulanya saya mengenal dunia freelance tahun 2008, saya coba daftar Guru.com, ini pertama kalinya saya terkoneksi dengan luar negeri walaupun belum bisa bahasa Inggris. Saya ambisius saat itu, jadi saya mengajak teman untuk menjadi penerjemah, tugasnya menyebar proposal dan berkomunikasi dengan klien, saya fokus produksi. Petualangan di Guru.com lumayan sukses, saya berhasil menjadi Top 3 Highest Paid di Indonesia saat itu, mungkin karena saingan masih sedikit hehe.. Kemudian saya mulai jenuh karena makin hari persaingan semakin ketat dan harga makin hancur. Saya merasa tidak nyaman lalu berhenti.

Tahun 2009 saya harus menabung untuk bisa segera menikah. Kebetulan ada tawaran kerja fulltime di Jakarta, saya menyambutnya tapi cuma 9 bulan perusahaan itu bangkrut, lalu saya kembali ke Surabaya tahun 2010. Cerita berlanjut, saya membentuk tim Game Developer indie bersama salah satu programmer yang saya *culik* dari kantor lama. Kami membuat beberapa Flash Games dan berhasil menjualnya dengan total $25,700 dalam beberapa bulan! Saya bisa membiayai pernikahan saya, dan si programmer bisa membelikan mobil untuk ortunya. Sayangnya, kami cuma bertahan 1 tahun, tahun 2011 pasar mulai menurun dan kami mulai kesusahan membayar 3 karyawan.

Workspace Mas Tegar

Itulah awal mulanya saya harus putar otak mencari cara supaya tim Game Developer ini tetap jalan, mencoba jalan Self Publish dengan menarget Adsense. Saya memutuskan ambil KUR, teman saya memutuskan kembali ke kotanya untuk meneruskan kuliah. Setelah jalan 2 tahun, kondisi tidak membaik, Cicilan KUR dan kewajiban gaji 3 karyawan mulai memberatkan karena pasar Flash Game terus menurun dan kami kurang siap pindah platform ke mobile. Maka 2012 saya harus putar otak lagi untuk menambal semua kewajiban ini. Kebetulan gayung bersambut… Dari teman kasih kabar kalau dia ditawari salah satu klien oDesk tapi tidak tertarik, saya disuruh menggantikannya. Dan ternyata klien tertarik dengan portfolio saya dan *hired* deh! Sejak saat itulah saya mulai full 100% menekuni oDesk. Membiayai cicilan KUR sampai lunas, membayar gaji karyawan, ambil rumah, mobil, dan ruko sekaligus untuk ngantor.

Sampai sekarang, maju terus sebagai Remote Worker! :D

Bisa ceritain gimana alur kerja seorang game designer dari start project hingga game nya launching??

Hmm, alur kerja Designer/2D Artist untuk game simple banget. Selama klien punya konsep yang fixed, Artist hanya cukup menerjemahkan briefing ke dalam gambar. Proses kreatifnya disini, membuat beberapa alternatif sketsa, lalu finishing, dan membuat body parts character untuk menggerakkannya dengan Bone Animation. Ketika gambar dan animasi selesai semua, kita serahkan asset-assetnya ke programmer. Selanjutnya kita koordinasi dengan mereka sampai implementasinya sesuai dengan design yang kita buatkan.

Selain proses produksi, 2D Artist juga punya tugas membuat Icon dan Screenshots untuk App Store, dan banner untuk ads jika dibutuhkan.

Suasana desktop mas Tegar kalau lagi kerja

Software dan hardware apa saja yang paling favorit mas gunakan selama kerja?

Untuk sketsa sampai finishing digital painting, saya pakai Adobe Photoshop. Untuk vector dan cartoon style saya pakai Adobe Illustrator. Untuk animasi sejak 2 tahun ini saya pakai Spine. :)

Untuk hardware, di kantor saya pakai iMac, di rumah saya pakai Macbook Pro. Untuk tablet saya pakai Wacom Bamboo CTL-460 lawas, udah 6–7 tahun masih setia menemani dan belum pingin upgrade. Sayang soalnya ini Wacom udah menemani saya sejak belum punya apa-apa.

Mengenal Spine

Ada saran biar kita bisa pekerja remote? Khususnya 2D Game Designer seperti mas..

Bekerja remote lebih susah daripada bekerja fulltime on-site, karena kita dituntut efektif 8 jam sehari di report Work Diary-nya. Kalau on-site kan kita bisa wasting time untuk istirahat dan ngobrol, tau-tau udah jam pulang aja Hehehe… Untuk itu, harus tanggung jawab dan disiplin diri sendiri. Coba buat Daily task dan harus diberesin hari itu juga.

Untuk Designer/Artist, anda harus adaptable, tidak kaku, update dan flexible terhadap style yang diinginkan klien. Explore skill terus, jangan terpatok sama tools. Dan yang wajib… Janganlah kerjamu mengganggu ngegamemu! Karena itu duniamu.

Sebagai seorang artist, pasti butuh banyak inspirasi. Biasanya apa yang mas lakukan biar dapat inspirasi itu?

Kalau inspirasi sih sekarang cukup mudah ya, kita bisa menemukan referensi dari Google. Kalau belum dapat ide, saya biasanya ke warkop atau merenung berjam-jam di kamar mandi sampai geringgingan. Haha, serius!

Apa kegiatan mas di luar kerjaan?

Saya punya sampingan jual beli dolar di Facebook, punya forum sendiri yang sekarang membernya sekitar 3500 orang, jadi ketika gajian dolar cair, saya lempar ke FJB, saya terima rupiahnya saja. Saya juga baru merintis jalur Microstock dan Youtube Partner, kalau kerjaan Upwork sepi baru mengalihkan perhatian kesini.

Jam kerja saya saat ini jam 12 siang sampai jam 12 malam, berhubung klien Eropa jadi untuk memperlancar komunikasi saya kerja jam segituan. Diluar jam itu saya gunakan bersama keluarga di rumah, istirahat & main bersama putri saya… :D

Banyakin piknik, biar dapat banyak inspirasi.. hehe..

Apa suka duka nge-Upwork ke Client Eropa?

Klien Eropa mempunyai zona waktu yang — lumayan — lebih bersahabat daripada Amerika, saat mereka jam lunch, kita jam dinner. Istirahat bisa cukup. Tidak enaknya relatif sedikit, mungkin kendala bahasa saja, mereka bukan native English sama seperti kita, jadi terkadang Englishnya sama-sama berantakan, harus double check konfirmasi agar komunikasi tetap lancar.

Apa saja pencapaian mas sejak merintis sebagai remote worker/freelancer? Dan apakah mas sekarang bekerja sendiri?

Sejak mendaftar di Upwork tahun 2009 dan mulai fokus tahun 2012 hingga sekarang, terhitung sudah 3931 jam terbang dari 46 projects, klien 99% puas dengan pekerjaan saya. Dapat badge *Top Rated Freelancer* dan sempat ditawari masuk featured by category tapi entahlah belum pernah saya cek lagi. Jumlah job saya termasuk sedikit sih dibanding teman lain di forum, karena kebanyakan klien saya longterm. :D

Revenue Graph mas Tegar

Saat ini saya bekerja sendiri, tapi saya punya Hackerspace di Surabaya, ada beberapa teman freelancer yang kerja bareng sekantor sudah 3–4 tahun lamanya, semacam workspace gitu deh. Jadi saya tidak sendirian, kita support satu sama lain walaupun punya project masing-masing. Untuk handling project Upwork saya, kalau lagi kebanjiran klien biasanya baru saya delegate.

Untuk bahasa Inggris… Hahaha, alhamdulillah sejak 2011 saya sudah lancar berkomunikasi sendiri dengan klien, walaupun masih passive, bisa writing & listening, tapi belum bisa speaking, yang penting klien paham, bisnis lancar!

Salah satu karya mas Tegar untuk cover game bertema zombie

Remote Voice adalah rubrik interview developer remote Indonesia di group Kami Kerja Remote di FB. Mau belajar kerja remote? Join Kami Kerja Remote!

(sponsor) Buku Menyelami Framework Laravel

Edisi kali ini disponsori oleh buku Menyelami Framework Laravel. Berisi 740+ halaman penjelasan komprehensif dan aplikatif menguasai framework Laravel 5.2. Download sekarang!


Suka interview ini? Klik ❤ agar temen-temenmu juga tahu!