TIPS MENGETAHUI CIRI-CIRI ANAK MENJADI KORBAN BULLYING DI SEKOLAH

Seperti kita ketahui, perundungan memiliki dampak yang sangat buruk, bahkan bisa membekas seumur hidup. Oleh karena itu, anak korban perundungan sangat perlu mendapatkan penanganan tepat agar tidak mempengaruhi pertumbuhan mentalnya. Memori anak akan merekam setiap perlakuan perundungan yang didapatkannya. Salah satu dampaknya adalah anak tersebut kelak akan memiliki sikap penakut untuk mencoba hal-hal yang baru, atau bisa jadi akan mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Secara umum, perilaku perundungan dibagi menjadi tiga jenis yaitu perundungan fisik, perundungan verbal, dan perundungan psikologis. Perundungan ditujukan pada orang-orang yang dianggap berbeda, biasanya orang yang berada dalam posisi lebih lemah, seperti badannya kecil, penakut, dan juga anak berkebutuhan khusus (ABK). Lalu, bagaimana cara mengetahui ketika anak menjadi korban perundungan? Berikut tips untuk mengetahui ciri-ciri anak yang menjadi korban perundungan:
- Menurunnya Semangat Sekolah
Anak yang terkena perundungan biasanya tidak menyukai rutinitas hariannya untuk bersekolah. Anak akan lebih banyak mencari alasan untuk tidak berangkat sekolah. Mereka merasa tidak nyaman dan trauma untuk datang ke sekolah. Karena perundungan memberikan dampak negatif terhadap mental dan psikologis anak, maka hal itu akan menurunkan semangat belajar dan prestasi anak dan membuat anak sulit berkonsentrasi. Ketika gejala ini mulai tampak, segera cari penyebabnya dan segera cari solusi yang tepat, termasuk ketika anak terindikasi mengalami perundungan.
- Menjadi Pasif atau Menarik Diri
Ketika sifat anak berubah menjadi pemurung, sebaiknya Anda segera mengajaknya berbicara. Gali informasi dengan cara mengajaknya mengobrol dalam suasana yang santai. Anda juga bisa “memancingnya” dengan cara bercerita terlebih dahulu. Cari tahu apa yang anak alami tanpa terkesan mendesaknya. Saat anak bercerita, tunjukkan rasa empati. Jangan sampai Anda mengeluarkan kalimat yang menyalahkan atau memojokkan anak. Hindari penggunaan kalimat yang membuat anak merasa pantas untuk menjadi korban perundungan.
Anak korban perundungan akan mengalami masalah dalam interaksi sosialnya, terutama dengan teman-teman sekolahnya. Anak akan cenderung lebih memilih diam atau menarik diri.
- Tidak Percaya Diri
Perundungan dapat membuat seorang anak merasa tidak berharga dan pantas untuk mendapatkannya. Beberapa jenis tindakan perundungan dapat menjatuhkan harga diri anak di hadapan teman-temannya dan membuat ia diejek. Anda tentunya sudah mengetahui tingkat kepercayaan diri anak. Bila rasa percaya dirinya menurun, segera cari tahu apa penyebabnya.
- Ada Luka atau Memar yang Tidak Dapat Dijelaskan
Ketika perilaku perundungan sudah sampai pada ranah fisik, maka akan ada beberapa luka pada tubuh anak atau anak mengeluhkan rasa sakit pada anggota tubuhnya. Jangan abaikan keluhan yang disampaikan oleh anak. Semakin cepat Anda menyadarinya maka akan semakin cepat anak terbebas dari perundungan. Bila tanda fisik dan tingkah laku ini sudah diketahui, sebaiknya Anda bertanya kepada anak, apa yang membuatnya berperilaku demikian. Anda juga bisa menghubungi guru di sekolah untuk mengetahui apakah anak menjadi korban perundungan.
- Sering Mimpi Buruk
Situasi psikologis anak kemungkinan besar akan terganggu saat ia mengalami tindakan perundungan. Hal ini bisa terbawa hingga ke alam bawah sadarnya dan membuat anak sering mengalami mimpi buruk. Bila anak sering terbangun dengan ekspresi takut dan cemas, segera berikan pelukan untuk menenangkannya. Saat emosi anak sudah mereda, bicarakan dari hati ke hati apa yang sedang dialaminya.
Setelah Anda memastikan anak menjadi korban perundungan, carilah solusi terbaik. Beri dukungan pada anak dan pastikan bahwa ia akan baik-baik saja. Bicarakan dengan baik dan katakan bahwa dia tidak akan menjadi korban perundungan lagi. Yakinkan bahwa dia adalah anak yang kuat. Ajari anak untuk selalu bersabar dan rendah hati. Jangan ajarkan anak untuk membalas perilaku perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya.
Langkah selanjutnya adalah mendiskusikan dengan pihak sekolah untuk menemukan solusi. Minta bantuan sekolah untuk mengawasi anak selama berada di sekolah untuk mencegahnya menjadi korban perundungan lebih lanjut. Hindari keputusan untuk memindahkan anak dari sekolah di mana ia menjadi korban perundungan. Hal tersebut akan mengajarkan anak untuk lari dari masalahnya dan akan membuat anak menjadi manja.

