k i w a r i
Published in

k i w a r i

Arsitektur Purna-Modern: Reinkarnasi Konteks dan Makna dalam Bangunan

Haas House | Source: Archdaily

Rancangan arsitektur Purna-Modern begitu berbeda dengan arsitektur Modern sebagai akibat dari pemberontakan buah pikir para arsitek pelopornya.

Begitu mudahnya langgam Modernisme tercipta, begitu mudahnya pula ia menghilang. Bentuk bangunan yang sederhana, dengan ketiadaan unsur konteks bangunan, ternyata tidak berhasil menjadikannya sebuah langgam yang berusia lama — dari tahun 1925 hingga 1950, yang lalu tergantikan oleh Late-Modernisme pada tahun 1968 dan Purna-Modernisme pada tahun 1970an.

Manakala Modernisme berusaha menyederhanakan rancangan karena slogan “less is more”nya, slogan itu dianggap membosankan bagi para penganut Purna-Modernisme. Karena perancangan begitu memikirkan segalanya, mulai dari konteks bangunan, sisi historis, hingga makna bangunan secara filosofis, seakan-akan slogan Purna-Modern benar-benar merupakan kebalikan dari Modern: “more is less”; ketika banyaknya konsep ternyata tidaklah cukup dan mungkin akan beranak menjadi konsep-konsep lainnya lagi. Percampuran konsep tersebut membuat arsitektur Purna-Modern terlihat eclectic, yang terlihat seperti pertemuan langgam-langgam lain — seperti Pra-Modernisme, Modernisme, dsb. — yang menciptakan atraksi bentuk tersendiri. Walaupun pencampuran ini seakan terlihat serampang, namun inilah ciri dari eklektisisme Purna-Modern; “piecemeal”, yang berarti menggabungkan beberapa hal secara parsial.

Arsitektur Purna-Modern dapat bercerita. Ia bernarasi tentang aspek historisnya, ia bisa, merepresentasikan lingkungan sekitarnya, ia bisa juga bernarasi tentang masalah sosial yang sedang terjadi pada saat itu. Arsitektur ini dapat menyerukan kritik, karena ia merupakan hasil kritisisme dari sang perancang.

Sekarang, mari kita cermati contoh arsitektur Purna-Modern. Salah satu bangunan yang paling kontroversial dari periode ini adalah Haas House yang dirancang oleh Hans Hollein. Stilistika dari Haas House yang berada di seberang Katedral St. Stephen, mahakarya arsitektur tertua dan terbesar di Wina, Austria. Haas House hendak memperkenalkan struktur beton dan kaca. Agar tidak mengganggu konteks historisnya, Haas House menggunakan prinsip ini untuk menyatu dengan sekitarnya meskipun gaya arsitekturnya kontras. “Medieval houses were built on top of Roman ruins, modern houses were built on top of medieval ruins.” Yang artinya bahwa rumah-rumah pada abad pertengahan dibangun diatas reruntuhan romawi. Sehingga rumah modern pun seakan-akan dapat dibangun di atas reruntuhan abad pertengahan.

Pada fasad Haas House tercermin kontur gereja dengan cemerlang. Lekukan bundar pada fasadnya mengutip benteng Romawi kuno yang pernah berdiri di situs tersebut. Fasadnya yang reflektif mungkin merupakan aspek paling menarik dari struktur ini. Kaca ini tidak hanya menekankan lingkungannya yang bersejarah, namun masing-masing panel individu juga merupakan jendela fungsional yang miring ke luar sebagai ventilasi ruang. Haas House menjadi cerminan bahwa arsitektur purna-modern dapat menjadi penting namun tidak mengganggu konteks historisnya.

Dari penjelasan studi kasus Haas House di atas, dapat disimpulkan bahwa kata kunci dari Purna-Modernisme adalah konteks, historis, dan makna. Lalu, muncullah pertanyaan spekulatif dari penulis:

“Jika ditilik dari alur Modernisme, di mana ia tadinya muncul sebagai sosok langgam yang inovatif dan utopis, lalu perlahan menghilang dan tergantikan oleh langgam lainnya — karena penghilangan konteks pada Modernisme ternyata langkah yang krusial dan tidak dapat diterima oleh masyarakat — apakah Purna-Modernisme akan bernasib sama dengannya?”

Ya, memang saat ini sinar langgam Post-Modernisme sedang redup, namun minat akannya belumlah surut — mengingat biasanya butuh waktu tiga dekade bagi suatu langgam untuk didaur-ulang.

“Redupnya ia, bisakah ia sekarang bersinar benderang lagi?”

Vaneti Lativa, Adinda Cahaya

Referensi

Sisson, Patrick. 2019. Postmodern and Modern Architecture: The Ultimate Guide. Curbed

archive.curbed.com/maps/architecture-best-building-modernism-postmodernism

Winston, Anna. 2015. The Dezeen Guide to Postmodern Architecture and Design. Dezeen

dezeen.com/2015/07/23/guide-to-postmodern-architecture-design-gless-adamson

Luxford, Charlotte. 2018. The Controversial Era of Postmodernism.

Diledon, Valery. 2014. Proclaiming the End of Postmodernism in Architecture. Investigating and writing architectural history : papers from the Third EAHN International Meeting. ffhalshs-01622818f

--

--

Publikasi ini berisi tugas-tugas apresiasi dari arsitektur kontemporer. Ditulis oleh mahasiswa departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store