KOGEOMEFI
Published in

KOGEOMEFI

Kenapa bikin Kogeomefi?

Photo by Alexandra Nicolae on Unsplash

Sederhananya, new normal.

Sekarang sudah normal saja rasanya kuliah online, nongkrong online, sampai nguping orang ngobrol pun online.

Sekarang sudah normal saja rasanya ikut-ikut gerakan online untuk mengisi waktu luang, bercerita selama 30 hari, membuat lagu baru setiap hari, tapi bagaimana dengan tari-tarian?

Selain pertunjukan dan kelas online, proses penciptaan bersama-sama sepertinya menjadi hal yang terlalu sulit dilakukan. Proses membuat tari menjadi semakin individualis.

Tidak ada yang salah dengan itu. Kami hanya merasa rindu dengan proses yang kolaboratif.

Mumpung new normal, bagaimana kalau kita coba new method untuk menciptakan tari?

Dan, bagaimana jika metode baru itu mengizinkan semua orang untuk bisa terlibat? Penari dan yang bukan, dari anak bayi hingga dewasa, dari pusat kota sampai pulau terluar Indonesia.

Kami penasaran tentang gimana sih publik memandang dunia tari? Dan yang bagaimana dunia tari memandang publik? Kalau kata orang, tak kenal maka tak sayang kan?

Kogeomefi bertujuan untuk memperkenalkan publik kepada dunia tari, juga sebaliknya, dengan cara interaktif dan menyenangkan.

Namanya kenalan pasti harus saling mendengarkan dulu dong? Bagaimana ya jika penari diberi kesempatan untuk berempati pada keseharian seseorang yang tak mengenal tari.. Dan coba deh.. publik terlibat dalam proses kreasi penari yang bisa saja terlihat misterius itu.

Kogemefi bisa dibilang mak comblang lah ya.. Yang penting kenal dulu. Kalau sudah saling kenal, baru deh bahas yang lebih dalem. Iya kan? Siapa tahu jodoh dan bisa melahirkan normal yang baru.

Photo by Jakob Owens on Unsplash

--

--

Gerakan menciptakan gerak tari secara kolektif.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store