Buah Tangan.

Sebuah draft yang telah bersarang mendekati setahun lamanya. Sebuah permohonan dibalik persembahan. Sebuah cerita perjalanan menuju hilang kembali.


Kami adalah dahulu

Kalian adalah sekarang

Dan mereka adalah nanti


Dahulu, semangat kami menyala. Impian kami melayang tinggi ke angkasa.

Dahulu, kami bekerja bersama, tertawa, dan menangis bersama.

Dahulu, kami memberikan warna pada kalian. Sebelum warna kami pudar.


Sekarang, impian kami adalah membuat kalian terbang seperti kami dulu.

Sekarang, kalian berkuasa, berjaya, dan memiliki warna paling terang di tempat ini.

Sekarang, saatnya kalian menciptakan warna bagi mereka. Setelah warna kami pudar.


Agar

Nanti, mereka tetap memiliki impian dan tetap berada di angkasa.

Nanti, mereka akan bersorak dan berpesta sepanjang waktu.

Nanti, mereka memiliki warna yang melebihi terang kami, bahkan melebihi kalian.


Sekarang, jangan jadikan kesalahan kami adalah kesalahan kalian.

Jadikanlah kesia-siaan kami sebagai pantangan.


Sekarang, terbanglah kalian. Namun, jangan tinggalkan mereka tak berdaya, apalagi tanpa warna.


Bandung, 31 Mei 2016.

15413107.

Like what you read? Give Sangkara Nararya A. a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.