[TIPS] Kerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

A. Ica N.
A. Ica N.
Jul 26, 2017 · 4 min read
Membuat skala prioritas (sumber: www.pixabay.com)

“Work smarter, not harder.”

Apa yang muncul di kepalamu saat mendengar kalimat ini?

Phrase ini pasti sudah sering kamu lihat, baik di majalah bisnis, sosial media, hingga video-video motivasi. Kebanyakan dari kita akan membayangkan sedang duduk di pinggir pantai, menikmati angin laut, sambil bekerja hanya melalui handphone saja. Betul? Kalimat ini memang menstimulus keinginan kita untuk “segera memiliki kesuksesan” lewat kerja cerdas (work smarter).

Lalu Apasih Kerja Cerdas Itu?

Sebenarnya, arti kata kerja cerdas berbeda untuk setiap orang. Hal ini tergantung segala keunikan pola pikir, tujuan, dan defisini sukses masing-masing. Salah satu menunjukkan, faktor utama untuk bisa bekerja cerdas adalah kesadaran diri.

Kesadaran diri membuat kita tahu betul apa yang sebenarnya kita inginkan, mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, meminta bantuan jika memang membutuhkan, sambil terus mengembangkan potensi diri. Jadi bisa dikatakan, definisi kerja cerdas adalah mencari tahu apa kelebihanmu, mengembangkan kelebihan tersebut untuk mencapai tujuan dengan cara yang seefektif mungkin.

Tips Kerja Cerdas

1. Stop Multi-Tasking

Selesaikan satu pekerjaan, baru pekerjaan selanjutnya (sumber: www.pixabay.com)

Saat kamu sedang melakukan satu pekerjaan, pekerjaan lain datang. Satu pekerjaan belum selesai, pekerjaan baru menunggu. Tapi kamu harus membuat pilihan. Kamu tidak bisa mengerjakannya sekaligus. Mungkin bisa, tapi tidak akan maksimal.

Ketika kamu melakukan banyak pekerjaan sekaligus, otak akan bekerja lebih keras karena lompatan-lompatan tugas yang ada. Bukan karena pemikiran yang lebih dalam. Rasa lelah dan stress akan lebih cepat muncul!

Bayangkan saja dirimu sedang menggali dua lubang di pasir dengan batas waktu tertentu. Pertama, lakukan penggalian di satu lubang hingga kedalaman yang diinginkan. Jika sudah selesai baru beralih ke lubang setelahnya. Bandingkan dengan percobaan kedua, kamu menggali dua lubang di waktu yang bersamaan, pindah dari kanan ke kiri, kiri ke kanan. Mana yang lebih melelahkan? Mana yang lebih menghasilkan? Tentu kamu tahu jawabannya.

Nah, supaya hal ini tidak terjadi, mulailah membuat tabel skala prioritas. Tentukan dan bagi hal-hal yang harus kamu lakukan berdasarkan tingkat kepentingan dan emergency-nya. Setelah daftar dibuat, lakukan pekerjaan sesuai dengan urutan yang ada. Saat kamu melakukan satu pekerjaan, fokuslah pada hal tersebut dan abaikan yang lainnya.

Otak yang berada pada tingkat fokus tinggi dapat melihat dengan jelas detail-detail pekerjaan dan membuat tubuh bekerja lebih cepat untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Belajar Bilang “Tidak”

Pendapat Steve Jobs tentang “tidak” (sumber: )

Jika tips no. 1 berlaku untuk pekerjaan lain yang terus-menerus datang, maka tips berikut bisa kamu aplikasikan saat faktor eksternal lain mengganggu waktu kerjamu. Yap, salah satunya teman kerja.

Di dalam dunia kerja, kamu tak mungkin bekerja sendirian. Dalam satu kantor atau satu divisi pun, terdiri beberapa orang di dalamnya. Setiap orang memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Tentu dibutuhkan kemampuan beradaptasi agar lancar bekerja sama. Salah satunya, saling menghargai waktu masing-masing.

Jika temanmu sedang serius bekerja, berusahalah untuk tidak mengganggunya. Apalagi memanggilnya untuk hal-hal bersifat hiburan di luar pekerjaan. Begitupun sebaliknya, jika kamu sedang fokus bekerja dan teman kerja justru mengajak ngobrol, beranilah untuk berkata: tidak.

Setelah pekerjaan selesai dan kalian bisa mengobrol santai, berilah pengertian agar tidak ada sakit hati. Di sisi lain, otak kita hanya bisa fokus berpikir maksimal hingga 90 menit. Setelah itu, otak dan tubuh butuh istirahat 10–20 menit. Di jeda istirahat singkat inilah kamu bisa me-refresh pikiran dengan mengobrol santai dengan rekan kerja.

seperti ini dianggap lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas karena dalam 90 menit kita memfokuskan perhatian pada pekerjaan tanpa gangguan. Jeda singkat selanjutnya bisa membuat otak dan tubuh rileks. Tenaga dan stamina jadi terisi kembali.

Ketika otak diajak kembali bekerja, ia menjadi lebih siap.

3. Jalan Kaki

Berjalan di sekitar kantor (sumber: www.pixabay.com)

Hal lain yang bisa kamu lakukan saat jeda istirahat singkat selama 10–20 menit itu adalah berjalan kaki. Yap, aktivitas fisik sederhana seperti ini ternyata sangat baik bagi kesehatan tubuh maupun mental.

Tubuh yang sejak pagi bekerja dalam posisi duduk, perlu diregangkan. Maka berjalanlah, pastikan anggota tubuh lain mendapat kesempatan bergerak walaupun singkat.

Mata yang sejak pagi menatap layar komputer, perlu beristirahat. Maka berjalanlah, lihat pemandangan lain di sekitar kantor. Lebih baik lagi jika kamu bisa mengakses udara segar atau warna-warna alam seperti cokelat, hijau, dan biru.

Tubuh dan pikiran yang rileks membuatmu lebih siap menyelesaikan pekerjaan di depan mata.

Selama mencoba!

Coba dan rasakan perbedaannya (sumber: www.pixabay.com)

Sumber:


Blog - Catering Online Jakarta | Kulina

Kulina adalah situs pesan dan langganan katering makan siang dari dapur mitra pilihan. Kami mengantar makanan lezat, higienis, bergizi, tepat waktu setiap hari untuk kantor-kantor di Jakarta. Menu dipilih dari kreasi para Chef dan berganti setiap hari.

A. Ica N.

Written by

A. Ica N.

Pekerja Teks Komersial.

Blog -  Catering Online Jakarta | Kulina

Kulina adalah situs pesan dan langganan katering makan siang dari dapur mitra pilihan. Kami mengantar makanan lezat, higienis, bergizi, tepat waktu setiap hari untuk kantor-kantor di Jakarta. Menu dipilih dari kreasi para Chef dan berganti setiap hari.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade