Kultur Ekstensif
Published in

Kultur Ekstensif

I adore u, regardless: Mini Solo Exhibition by Baiq Mawadatin

Based on The Caroline’s Debut Single of the Same Title

Photo by Sonny Ardiansyah

Sudut-sudut kantin kenamaan Surabaya, Aiola, sepanjang bulan oktober lalu telah diterangi kehadiran pernak-pernik dan ornamen warna-warni milik Baiq Mawadatin yang baru saja memamerkan ragam karya visual miliknya dengan tajuk “I adore u, regardless,” yang merupakan adaptasi visual dari tembang perdana band twee anyar The Caroline’s, di mana Baiq juga bermain sebagai basis di band tersebut.

Diselenggarakannya pameran mini ini merupakan angin segar tidak hanya bagi komunitas seni visual di Surabaya namun juga untuk skena musik kota ini pasalnya pameran lintas rupa seperti ini cukup jarang terjadi di Surabaya, terlebih lagi di sini Baiq berperan sebagai seniman yang memegang kendali atas keduanya: musik maupun karya visualnya.

Kepada Kultur Ekstensif, Baiq berbagi sedikit cerita di balik pameran “I adore u, regardless” yang diselenggarakan secara kolaboratif bersama Waft Lab ini. Simak interview kami dengan Baiq berikut ini:

First of all, congrats atas berjalannya exhibition kemarin maupun rilisnya single perdana The Caroline’s! Boleh diceritakan apa yang menginspirasi Baiq untuk membuat pameran ini?

Pameran ini terinspirasi dari lagu “I adore u, regardless” itu sendiri yang merupakan single perdana kami, The Caroline’s, karena pameran ini — sebagaimana sub-judulnya — adalah pameran konten visual untuk pelepasan single perdana kami tersebut.

Berangkat dari lagu ini, aku membayangkan ada cerita fiktif apa di balik itu lalu aku bikin konsep visualnya. Awalnya ide-ide tersebut aku tuangin ke gambar digital, dari situ ada sekitar 5 gambar yang akhirnya aku jadikan ke dalam bentuk beragam merchandise yang sekarang ada dalam pameran ini.

Photo by Sonny Ardiansyah

Bagaimana proses kerjasama dengan semua pihak terjadi? Dari berkolaborasi dengan Waft Lab, dirilis musik oleh Paska hingga mendapat mendapat space di Aiola?

Sebenarnya ide ini bermula dari Waft Lab yang memang sudah lama bekerjasama dengan Aiola Group, dan rupanya Aiola butuh sesuatu yang fresh untuk meramaikan tempat baru mereka, Aiola Canteen MERR [yang menjadi venue exhibition ini], untuk memanaskan hype sebelum grand opening mereka di bulan Desember. Nah si Waft Lab ini dimintain tolong untuk mencari talent untuk mengisi di sini, akhirnya aku ditawarin ide untuk mengadakan exhibition “I adore u, regardless” ini.

Sedangkan kalau Paska Records sendiri emang teman kita sendiri.

Lagu “I adore u, regardless” sendiri tentang apa?

Lagu ini tentang mengagumi seseorang bagaimanapun keadaannya: “Love is a fantasy / Don’t mind me / I’m here to adore.” Jadi ceritanya ada gadis muda yang mengagumi seorang cowok yang juga masih kecil, dan ia berangan-angan tentang sebuah kisah cinta yang belum terjadi antara keduanya.

Bagaimana proses Baiq mentranslasikan lagu ini menjadi karya visual?

Aku ngebayanginnya tokoh utama kita ini tinggalnya di dekat pelabuhan di suatu daerah di Prancis. Caroline’s sendiri sebenarnya adalah nama sebuah kapal cargo yang dulu di-launching di Prancis, tapi tahunnya lawas sedangkan yang aku visualin di sini adalah imajinasiku akan Kapal Caroline’s versi hari ini.

Jadi di sini aku membuat ilustrasi dulu yang mostly terinspirasi sama hal-hal yang berhubungan antara laut dan band sih. Kayak di sini ada ikan zander yang merupakan ikan dari Prancis, monument ikan tersebut aku buat dari kumpulan CD. Lalu ada juga ilustrasi burung seagull, kapal Caroline’s itu sendiri, ada juga si Anthony, cowok yang di-adore tadi. Jadi aku menggambarkan tokoh-tokoh yang bermain dalam fiksi tersebut.

Apa yang ingin Baiq sampaikan lewat pameran ini?

Awalnya pameran ini ada karena kebutuhan Waft Lab tadi kan, jadi sebenarnya tidak ada maksud untuk memamerkan karya-karya ini. Cuma setelah ide exhibition ini berhasil terjadi, kami berharap pameran ini dapat menjadi catatan eksistensi The Caroline’s, juga mengabarkan kalau musik di Surabaya itu nggak gitu-gitu aja, serta menjadi bukti kalau kreativitas di Surabaya itu nggak mati dan masih melanjutkan usaha-usaha yang sebelumnya.

Bagaimana resepsi orang-orang atas pameran kemarin?

Seneng sih, banyak yang suka! Apalagi kemarin kan bertepatan dengan diselenggarakannya Cassette Store Day, itu banyak impresi yang masuk. Kata orang-orang seru banget ada band yang personilnya bisa visual, terus ada yang bisa nulis juga [Eureka, personil The Caroline’s yang lain yang diserahkan urusan kuratorial dan editorial untuk pameran ini], gambar-gambar sendiri lalu dipamerkan sendiri, menyenangkan sekali kata mereka.

Ada pesan untuk temen-temen pelaku skena musik atau skena visual?

Jangan berhenti berkarya!

Courtesy of Aiola Canteen MERR

Listen to “I adore u, regardless” by The Caroline’s on Spotify.

Follow Kultur Ekstensif on:
Instagram | Spotify

--

--

An independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Jody Muhammad Ezananda

Jody Muhammad Ezananda

23, and prefer cloudy days full of grey skies.