Mamikos Community App — sebuah studi kasus UI/UX

Alzea Arafat
Mamikos Product Design
5 min readFeb 18, 2019

--

Disclaimer

Tulisan ini saya buat murni sebagai Exploratory Research dan saya kerjakan diwaktu senggang atau diluar jam kerja saya sebagai UI/UX desainer Mamikos. Sebernarnya masih banyak yang bisa saya explore dari studi kasus ini, tapi karena k̶e̶m̶a̶l̶a̶s̶a̶n̶ kesibukan saya, maka saya hanya akan membuat beberapa bagian saja. Enjoy!

Homepage forum Mamikos (https://mamikos.com/forum)

Background

Sebelum saya bergabung ke Mamikos sekitar setengah tahun lalu, saya tidak pernah mendengar tentang Mamikos forum. Saya justru baru tahu setelah bergabung dengan Mamikos.

Ketidaktahuan ini menggelitik saya, mengingat Mamikos sebenarnya cukup populer dikalangan penggiat Startup atau anak IT pada umum-nya, bahkan masyarakat umum. Tapi kenapa forum nya justru banyak yang tidak tahu? Apa yang salah disini? Apa yang bisa saya perbuat?

Kebanyakan calon penghuni kos bertanya soal mencari kos lewat grup Facebook atau aplikasi sejenisnya. Walaupun Facebook memang sangat memudahkan, tetapi menurut saya Mamikos sebenarnya punya fondasi yang cukup bagus untuk mempunyai komunitas nya sendiri, sehingga orang-orang tidak melulu hanya menggunakan facebook untuk bertanya.

Photo by Ryoji Iwata on Unsplash

What if…

Saya membayangkan, bagaimana jika Mamikos mempunyai community app nya sendiri yang lebih sophisticated dibandingkan forum yang ada sekarang? Bagimana jika aplikasi ini benar-benar menjadi sebuah komunitas yang aktif daripada hanya sekedar forum QnA (Question and Answer) saja?

Bagaimana, instead of forum web yang sekarang, aplikasi ini adalah mobile app dimana setiap orang bisa menggunakan nya dengan mudah kapan saja dimana saja?

Well, mari kita coba telusuri ide-ide diatas dengan membuat sebuah konsep aplikasi nya… Shall we? :)

Exploratory research

Seperti yang sudah saya sebutkan pada Disclaimer. Pada tulian kali ini saya akan menggunakan metode Exploratory research. Exploratory research adalah salah satu metode riset pengguna dimana si UX desainer sedikit sekali tahu (atau bahkan tidak tahu sama sekali) tentang issue yang secara real dirasakan pengguna.

Contoh dalam kasus ini, saya tidak mengalami kesulitan pengguna dalam menggunakan forum Mamikos, karena saya sendiri tidak menggunakan nya, atau tidak punya urgensi untuk menggunakan nya. Tetapi lain hal nya pengguna yang mungkin sangat butuh adanya forum ini.

Walaupin demikian, saya mencoba mendalami dan memahami kesulitan pengguna dengan melakukan Exploratory research ini.

Use exploratory research to “build a bridge” when your local knowledge is lacking.

Exploratory research dapat membantu saya untuk melakukan explorasi (sesuai nama-nya), mencari insight baru dan menciptakan solusi dari issue-issue yang mungkin lebih besar dari yang sudah ada, dengan cara menciptakan ide-ide baru melalui desain.

Memahami masalah dan pain points

Saya melakukan riset kecil-kecilan dengan menanyai beberapa teman saya pendapat mereka tentang forum Mamikos. Walaupun jawaban mereka sedikit berbeda-beda, berikut ini “benang merah” yang bisa saya uraikan dari riset tersebut.

Pain Points:

  1. Hanya tersedia versi web, sehinggak tidak praktis
  2. UI kurang menarik
  3. Hanya forum QnA. Kalau pertanyaan sudah dijawab, tidak ada alasan lagi untuk kembali ke forum

Sebenarnya masih banyak pain points lain yang bisa saya gali, tapi untuk tulisan ini saya batasi 3 saja.

Mencari solusi (Ideation)

Berdasarkan 3 pain points di atas, saya coba meramu konsep untuk men-solve problem-problem tersebut. Berikut diantaranya:

  • Harus dibuat veri mobile app-nya, agar mudah diakses kapan saja dan dimana saja
  • UI di re-design sehingga menjadi lebih menarik dan engaging
  • Menjadikan forum Mamikos menjadi sebuah community app yang lengkap dan menarik, tidak hanya sekedar QnA. Sehingga user akan terus kembali menggunakan app nya.

User-flow

Alur registrasi

Untuk mendapatkan nama, foto dan nutuk membuat proses registrasi se-painless mungkin, maka saya memilih menggunakan media sosial facebook. Dengan asumsi saat ini semua orang sudah memiliki akun facebook.

Flow registrasi

Setelah berhasil login dengan facebook, user harus memilih kategori kota untuk memulai. Hal ini untuk memudahkan user dalam menavigasi forum pilihan nya. User hanya perlu fokus ke kota tujuan nya saja dan berdikusi dengan user-user dikota tersebut.

Selain itu, user juga harus memasukan nomor telepon untuk proses verifikasi. Icon di paling ujung field adalah agar sistem bisa langsung mendeteksi nomor yang sedang digunakan user.

Alur pembuatan post

Untuk membuat app ini lebih dari sekedar QnA, maka diperlukan editor yang lebih lengkap, daripada hanya sekedar text field

Flow membuat post baru

Dimulai dari halaman dashboard ketika user login, disini user bisa men-tap “Mulai Posting” untuk membuat posting baru. Setelah itu user akan diarahkan ke halaman editor.

Halaman editor saya buat se-minimalis mungkin agar usar tidak ter-distraksi dengan hal lain selain menulis. Saya juga membuat inline editor agar lebih memudahkan user dalam melakukan editing tulisan nya.

Setelah menulis, user harus memilih di kategori kota apa dia ingin memposting tulisan nya. Setiap kategori kota memiliki komunitas dan tulisan-tulisan nya masing-masing.

Profil dan feed

Bagian ini hanyalah pelengkap dari bagian-bagian sebelum nya. Disini saya mencoba melakukan explorasi bagaimana tampilan forum dan profil user nya

Halaman feed dan profil

Halaman feed saya buat se-clean mungkin dengan tetap menyertakan informasi-informasi penting seperti poster, featured image dan jumlah like/komentar.

Pada halaman komentar, user bisa melihat seluruh komentar dan juga komentar pilihan. Komentar pilihan adalah komentar-komentar yang dipilih sendiri oleh Thread Starter (TS), yang menurut dia paling berguna/bermanfaat.

User yang komentarnya sering dipilih, akan mendapatkan poin dan menjadi “Good Senior”. Saya belum sempat mengembangkan bagian ini, mungkin lain waktu… Hehehe…

Pada bagian profil, user bisa melihat jumlah post, follower dan following dari masing-masing user. Dia juga bisa mem-follow atau mem-message orang tersebut. Selain itu dia juga bisa melihat semua post yang dilakukan user tersebut.

Penutup

Ini hanyalah ide aplikasi, dimana sebagian besar analisa hanya berdasar asumsi dan riset “dadakan”. Saya berencana untuk mengembangkan ide ini lebih jauh lagi kalau ada waktu selow, hehe…

jika ada pertanyaan maupun saran bisa dituliskan di kolom komentar dibawah :)

Terima kasih, semoga bermanfaat!

--

--