Kita Ini Memang Bangsa Latahan

Redha Herdianto
Manuskript
Published in
2 min readOct 21, 2020

Saat akik sedang booming, semua orang berkumpul didepan tukang gosok batu. Saat ikan Lohan mahal, semua beralih menjadi peternak Lohan. Saat musim kembang, semua rakyat berlomba menjadi petani kembang

Photo by Hobi industri on Unsplash

Kita ini memang bangsa latahan. Hampir semua yang viral akan diikuti dengan merebaknya fenomena tersebut hingga ke titik-titik pelosok masyarakat Indonesia. Mulai dari kota hingga ke desa, sampai ke gang-gang kecil. Atas nama viral

Kalau masih ingat demam batu akik yang merata hingga se-antero Nusantara. Mulai dari Presiden, Menteri hingga tukang becak semua sibuk memamerkan keindahan batu akik ditangan masing-masing. Tak lama bisnis ini pun meredup. Disinyalir batu akik ini adalah fenomena monkey bussiness yang berdasarkan pengalaman memang hanya terjadi dalam waktu relatif singkat. Aku masih ingat jelas, satu keluarga hancur lantaran mencoba peruntungan bisnis batu akik ini. Hanya salah langkah, bisnis dengan menggadaikan seluruh harta dilakukan diakhir musim. Luluh lantak hingga tersisa hutang banyak dan terputusnya ikatan rumah tangga tersebut

Muncul lagi bisnis burung hias. Ini tidak se-viral batu akik memang. Namun beberapa kalangan sempat mencatat banyaknya perlombaan dan jual-beli burung langka dengan angka fantastis. Lagi-lagi bussiness is bussiness, kalau tidak menarik lagi ya akan ditinggalkan. Kesenangan itu semu dan tidak abadi. Teman kerjaku malah memutuskan resign dari pekerjaan tetapnya karena kesibukannya menjadi juri perlombaan burung hias, yang waktu itu hampir tiap hari berlangsung. Sekarang? Ada lomba sekali dalam satu bulan pun saya hampir tidak pernah dengar

Sekarang sedang viral tanaman unik dengan bentuk daun bolong-bolong itu

Ron Podho Bolong = Ron Dho Bolong = rondo bolong = JANDA BOLONG

Kenapa bisa terkenal padahal tanaman ini sudah lama ada di Indonesia. Konon karena tersiar kabar ada orang yang berhasil menjual tanaman ini dengan harga puluhan juta. Entah benar atau tidak, berita sudah terlanjur menyebar kemana-mana. Yang unik adalah ketika tanaman yang viral maka ada berita pencurian tanaman dimana-mana. Selain rondo bolong (alias Monstera sekarang ini, dulu juga kita terdampak fenomena Bunga Anturium. Persis sama kisahnya. Meskipun beberapa kalangan ibu-ibu menyiasati dengan membuat fenomena baru yakni tanaman Daun Keladi (talas).

By the way, sebagai bangsa yang selalu menertawakan fenomena-fenomena tersebut (selain mengikutinya ramai-ramai). Ada saja sebutan unik yang disematkan untuk tanaman penangkal ke-hit-an tanaman hias mahal tersebut. Mulai dari Duda Korengan, Rondo Kempling (janda kembang), hingga Rondo Meteng (janda hamil).

Kita ini memang bangsa latahan. Aku jadi berpikir, jangan-jangan founding father kita dulu juga ikutan latah, saat selesai Perang Dunia ke-2 dan dunia sedang sibuk menentukan paham negara, Indonesia hanya ikut-ikutan memilih Demokrasi sebagai paham utama. Hahaha….

--

--

Redha Herdianto
Manuskript

Blogger Pemula | Praktisi K3 | Budak Korporat dari perusahaan Taiwan | Editor Publikasi of Manuskript on Medium | Owner of Lumiere Journey Weblog on Wordpress