Bab 2. Apa itu Flutter, Kenapa Harus Pakai dan Jangan Pakai Flutter?

Arbiyanto Wijaya
Jan 27 · 3 min read

Flutter adalah Mobile App SDK (Software Development Kit) untuk membuat aplikasi Android dan iOS dari satu codebase dengan performa tinggi. Artinya kita hanya perlu mempelajari Flutter untuk membangun aplikasi mobile untuk 2 platform.

Kenapa Jangan Pakai Flutter

Saya akan menjelaskan secara singkat kenapa jangan pakai Flutter untuk pengembangan Mobile App.

  • Perusahaan yang pakai Flutter masih sedikit (Jangan berharap jadi programmer Flutter).
  • Komunitas Flutter baru berkembang, kalau mau nyari resource ataupun nanya-nanya masih sulit.
  • Plugin-pluginnya masih banyak bug. Terkadang agak tricky buat nyelesaiin masalahnya.

Contohnya bug berikut ini. Posisi kamera pada iOS salah, saat kita mengaktifkan lokasi user atau memindahkan posisi kamera pada saat mengklik marker. Hal ini akan cukup menyusahkan bagi pemula.

Dari sini sudah kelihatan kesimpulannya kalau Flutter akan agak sulit untuk pemula yang baru pertama kali belajar bahasa pemograman. Walaupun Flutter sendiri sudah sangat lengkap dalam membuat Dokumentasinya, tapi karena example codenya sendiri masih terbatas, kita harus ngulik satu-satu example yang dikasih tim Flutter.

*Perhatikan tanggal dibuatnya artikel ini. Di masa depan pasti akan berubah.

Kenapa Harus Pakai Flutter

Jika kita berbicara bagaimana cara membuat aplikasi Android maupun iOS, biasanya kita akan dihadapkan banyak pilihan dengan apa kita akan membangun aplikasi tersebut. Metode-metode yang bisa kita pakai antara lain:

  • Metode Native, kita dapat menggunakan bahasa pemograman Native yang dimiliki/disupport oleh penyedia platform. Seperti Java & Kotlin untuk Android. Dan Objective-C & Swift untuk iOS.
  • Metode Hybrid, kita dapat menggunakan bahasa pemograman Web (HTML, CSS, Javascript). Misalnya menggunakan framework React Native, Nativescript (Angular).

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti metode Native dimana kita harus belajar 2 pemograman sekaligus untuk bisa membuat aplikasi pada 2 platform tapi performanya sangat bagus. Ataupun metode Hybrid yang sering bermasalah dengan Performa & Memori namun hanya perlu belajar satu hal bahkan hanya perlu satu codebase.

Flutter keluar sebagai penantang baru di dunia Mobile Development dengan menabrak segala rintangan yang sering muncul pada Metode Hybrid. Berikut adalah kelebihan serta janji-janji dari Flutter:

  • Mengembangkan aplikasi Android dan iOS dari satu codebase.
  • Native Performance hingga 60 FPS (Lihat presentasi Flutter Design)
  • Fitur Hot-reload yang membuat kita dapat mengubah code saat aplikasi sedang berjalan.
  • Customize interface dan user experience dengan fleksibel tanpa limitasi OEM Widgets.

Tujuan Flutter sendiri memang diciptakan untuk

The goal is to enable developers to deliver high-performance apps that feel natural on different platforms. We embrace differences in scrolling behaviors, typography, icons, and more.

Jadi, kenapa kita harus pakai Flutter?

Jika kita membutuhkan untuk membuat aplikasi secara cepat seperti membuat Prototype atau aplikasi tahap awal, maka Flutter merupakan solusi terbaik. Tapi jika kita mengincar stabilitas maka silahkan kembali ke Native karena belum ada jaminan tidak akan ada masalah menggunakan Flutter.

Kenapa saya memakai Flutter (Opini)

Kebetulan aplikasi yang sedang saya bangun di Apple Developer Academy perlu support Android juga. Namun di tim kami semuanya hanya bisa menggunakan Swift (iOS). Lalu jika menggunakan Flutter, tim kami bisa sekalian untuk mempresentasikan aplikasi versi iOS nya kepada Apple.

Kreatorku

Di perusahaan yang saya bangun juga seluruh developernya pada dasarnya Web Developer. Maka karena memang kami butuh cepat untuk membuat aplikasi, saya memutuskan untuk benar-benar fokus menggunakan Flutter.

Karena saya sebetulnya lebih menguasai Web Development maka saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan kode Dart yang mirip dengan Typescript.

Meduru Course

We like to share our stories and knowledge. Is part of the official team that builds the startup Kreatorku.com, Meduru Focus on giving Solution Services to the Client. https://meduru.net

Arbiyanto Wijaya

Written by

Founder of Kreatorku.com, Hybrid Developer (Full-stack, Design, Business). Student — Cohort 1 Apple Developer Academy Indonesia. 20 Years Old.

Meduru Course

We like to share our stories and knowledge. Is part of the official team that builds the startup Kreatorku.com, Meduru Focus on giving Solution Services to the Client. https://meduru.net

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade