7 Pertanyaan Yang Harus Kamu Jawab Ketika Ragu Mengambil Keputusan

“Mulai belajar nulis ngga ya? Ah nanti kalo hasilnya jelek gimana ya? Terus kalo udah nulis ngga ada yang baca gimana?”

Kalimat itulah yang pertama kali gue pikirkan ketika pertama kali ingin belajar menulis. Mungkin kebanyakan orang akan memilih untuk tidak melakukan sesuatu ketika dihadapkan dengan keputusan yang sulit meskipun mereka menganggap pilihan tersebut baik. Kenapa?

Faktanya, ketidakpastian dan kemungkinan untuk menjadi gagal akan menjadi pertimbangan utama kebanyakan orang ketika ingin mengambil keputusan dibandingkan dengan hal positif yang diterima. Kebanyakan orang akan memilih untuk tidak bahagia dibandingkan dengan memilih sesuatu yang tidak pasti.

Setelah dihantui oleh ketakutan-ketakutan yang tak berdasar, kemudian gue berpikir, “Emang apa hal yang terburuk yang akan terjadi kalo gue belajar nulis?”

Mungkin ketika gue menulis, dan ternyata hasilnya kurang bagus, apakah orang-orang akan menjadi benci sama gue lalu menjauhi gue selamanya? Atau tiba-tiba ada orang yang pergi ke rumah gue terus meneror keluarga gue? Atau gue akan di-bully di internet seumur hidup? Atau… Atau… Atau…

Ya, masih banyak yang atau-atau lainnya yang bisa gue pikirkan. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah orang-orang mulai mengapresiasi tulisan gue, lalu seminggu kemudian, terbentuklah Metagraf. Ngga nyangka sama sekali bukan? Ternyata apa yang gue pikirkan selama ini salah total dan tidak ada yang terjadi. Sekalipun saat itu ternyata tulisan gue sangat jelek, skenario terburuknya adalah tulisan gue tidak ada yang baca dan akan tenggelam bersama jutaan konten lainnya. :)

Quotefancy-19854-3840x2160

Kalo misalnya kita memberi skor rasa takut kita dalam skala 1–10 dimana 1 adalah tidak terjadi apa-apa dan 10 itu berarti mengubah hidup selamanya, mungkin ketakutan gue pada saat itu hanya memiliki nilai 2, tapi gue bertindak seakan-akan itu merupakan ketakutan yang bernilai 10. Ya, kalian pun pasti akan berpikir seperti itu ketika menimpa diri kalian sendiri. Percaya deh.

Lalu, gimana sih caranya biar kita bisa sadar untuk mengambil keputusan yang sulit? Coba tanyakan dan tulis 7 pertanyaan ini kepada diri kalian sendiri:

1. Apa sih hal terburuk yang akan terjadi?

Tulis segala keraguan, ketakutan, dan “gimana kalo” yang terpikir oleh kalian. Pikirkan juga tentang perubahan besar apa yang harus kalian lakukan jika mengambil keputusan tersebut. Apakah hal tersebut permanen atau sementara? Dari 1–10, berapa skor yang layak untuk keputusan tersebut?

2. Apa langkah yang bisa kalian lakukan untuk memperbaiki keadaan terburuk tersebut?

Kemungkinan besar, apa yang nanti akan kalian tulis disini akan lebih mudah dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Terkadang kita sering salah menilai atas apa kemungkinan terburuk yang akan terjadi karena kita berpikir terlalu berlebihan. Intinya, gimana sih cara agar situasi tersebut tetap dibawah kendali?

3. Apa sih hasil atau keuntungan, baik yang permanen ataupun sementara dari skenario tersebut?

Setelah menentukan hal yang terburuk yang akan terjadi, sekarang kita bandingkan dengan hal positif apa yang akan kita dapatkan dari situasi tersebut, baik internal (dalam diri) maupun eksternal (lingkungan). Berikan skor 1–10 kepada keuntungan tersebut.

4. Apa sih yang paling kalian takuti dalam mengambil keputusan tersebut?

Biasanya, apa yang diri kalian paling takuti itu adalah hal yang paling penting yang harus dilakukan. Rasa takut terhadap hasil yang kita tidak ketahuilah yang biasanya menghalangi kita untuk melakukan apa yang kita harus lakukan sebenarnya.

5. Apa yang menjadi beban baik secara keuangan, emosional, dan fisik yang akan terjadi ketika menunda keputusan tersebut?

Selain mengevaluasi hal baik dan buruk yang akan terjadi, mengevaluasi apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan apa-apa juga sama pentingnya. Pikirkan dampak yang akan terjadi dalam 10 tahun kedepan jika kalian tidak mengambil keputusan tersebut.

6. Jika kalian memiliki waktu, uang, dan tenaga yang kamu butuhkan, apakah kalian akan mengambil keputusan tersebut?

Sebenarnya dalam hati, diri kalian mungkin sudah memiliki jawaban sendiri terhadap keputusan tersebut, yang kalian butuhkan hanyalah keyakinan dari diri sendiri untuk mengambil atau tidak keputusan tersebut.

7. Apa lagi yang kalian tunggu?

Jika kalian menjawab pertanyaan ini dengan jawaban belum waktunya, sebenarnya kenyataannya sederhana: kalian merasa takut, sama seperti setiap orang di dunia ini. Sebenarnya, kalian hanya perlu melakukan satu hal yang setiap orang butuhkan yaitu: Action.

Kesimpulan

Setiap orang didunia ini pasti pernah merasakan yang namanya ragu-ragu untuk mengambil keputusan. Namun kesalahan yang sering terjadi adalah salah menilai kemungkinan terburuk yang akan terjadi karena hanya dipikirkan saja. Jadi, tanyakanlah 7 pertanyaan diatas kepada diri kalian ketika merasa ragu, lalu tulis di sebuah kertas. Ya, tulis. Jika hanya dipikirkan saja, hasilnya tidak akan maksimal. Good Luck!

“I am an old man and have known a great may troubles, but most of them never happened.”— Mark Twain

[av_icon_box position=’left_content’ boxed=’’ icon=’ue81d’ font=’entypo-fontello’ title=’Question Of The Day’ link=’’ linktarget=’’ linkelement=’’ font_color=’’ custom_title=’’ custom_content=’’ color=’’ custom_bg=’’ custom_font=’’ custom_border=’’]
Keputusan apa sih yang paling sulit yang pernah kamu ambil selama ini? Tulis di komentar yaa!
[/av_icon_box]


four-hour-workweek-cover

Tulisan ini diadopsi dari buku The Four-Hour Work Week karya Timothy Ferris. Tim adalah seorang penulis, pengusaha, angel investor dan pembicara. Ia telah menulis beberapa buku bertemakan personal development dan entrepreneurship yang menjadi best-seller di dunia.