Charles Duhigg: Inspirasi Dari Sebuah Kerusuhan

Halo semuanya!

Sebelumnya gue ingin mengucapkan selamat hari natal bagi yang merayakan dan selamat tahun baru untuk kita semua!

Oke, hari ini gue akan menulis sesuatu yang agak berbeda dari sebelumnya. Kalo biasanya di Metagraf gue nulis tentang isi dari sebuah buku, sekarang yang akan dibahas adalah sosok dibalik tulisan tersebut alias si penulisnya.

Nah, jadi akan ada sebuah seri terbaru dari Metagraf yaitu Author Of The Week. Pada seri ini gue akan mencari tau lebih dalam tentang kehidupan, prestasi, dan hal menarik lainnya yang sebelumnya ngga pernah diceritakan dari seorang penulis buku.

Penulis pertama yang akan masuk ke seri Author Of The Week ini adalah Charles Duhigg. Mungkin beberapa dari kalian ada yang belum pernah denger siapa sih Charles ini. Nah, Charles adalah seorang penulis dari buku The Power of Habit. Buku yang menjelaskan tentang bagaimana sebuah habit dalam terbentuk dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Gue juga udah pernah ngebahas tentang buku ini dalam penerapannya membuat kebiasaan untuk resolusi tahun baru. Buku ini sendiri udah sangat berprestasi loh, diantaranya buku ini masuk sebagai buku best-seller di NY Times, Amazon.com, dan USA Today. Buku ini juga terpilih menjadi salah satu buku yang masuk dalam Financial Times & McKinsey Business Book of The Year Award pada tahun 2012.

Profil Penulis

charlesduhigg

Charles adalah seorang laki-laki kelahiran tahun 1974 asal Amerika. Sekarang ia tinggal di Brooklyn, New York. Sebelum ia menjadi penulis dari buku The Power of Habit, ia sudah menekuni dunia jurnalisme dari tahun 2006. Ia bergabung menjadi salah satu reporter yang bekerja di New York Times. Pendidikannya bukan main-main, ia adalah seorang lulusan dari Yale University dan MBA di Harvard Business School.

Selain dari karya bukunya yang menjadi best-seller ia juga mempunyai prestasi lain yaitu timnya di Times mengeluarkan sebuah seri yang berfokus pada perusahaan Apple berjudul “The iEconomy”. Seri tersebut memenangkan sebuah penghargaan Pulitzer Prize untuk bagian Explanatory Reporting pada tahun 2013. Buat yang belum tau, Pulitzer Prize ini adalah salah satu penghargaan bergengsi untuk jurnalisme di Amerika. Ibaratnya kaya penghargaan nobelnya jurnalisme gitu. Selain itu ia juga berkontribusi di beberapa seri lainnya seperti “Golden Opportunities,” “The Reckoning,” dan “Toxic Waters.”

Inspirasi Dari Kerusuhan Di Iraq

[caption id=”” align=”alignnone” width=”1024"]

Kerusuhan di Iraq[/caption]

Di blognya, ia pernah bercerita tentang inspirasinya dalam menulis buku The Power of Habit. Ia tertarik untuk mempelajari tentang habit sekitar 10 tahun yang lalu, yaitu ketika ia menjadi reporter di Iraq. Pada waktu itu, Charles meliput seorang walikota yang sedang meneliti sebuah perilaku kerusuhan melalui rekaman video. Walikota tersebut meneliti kebiasaan yang terjadi pada saat kerusuhan hingga ia bisa memprediksi apa yang bisa menghentikan orang-orang tersebut. Charles ditunjukan bahwa para provokator kerusuhan biasanya akan merasa lapar dan membeli makanan di suatu tempat. Oleh karena itu, sang walikota memerintahkan agar di tempat tersebut dikosongkan dari penjual makanan. Hasilnya, ketika para provokator tersebut kelaparan, mereka langsung bubar untuk pulang dan ngga terjadi kerusuhan.

Sejak saat itu, Charles merasa penasaran untuk meneliti lebih lanjut tentang apa yang menyebabkan kebiasaan itu muncul dan melakukan penelitian. Sampai akhirnya pada tahun 2012 ia meluncurkan buku yang fenomenal tentang habit berjudul “The Power of Habit

Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup Charles dalam menulis buku ini adalah terkadang inspirasi bisa datang dari mana aja, kita harus mempunyai rasa penasaran yang kuat dan jeli melihat peluang tersebut.