Menciptakan Budaya Membaca untuk Mengubah Dunia

Menurut penelitian yang dilakukan di Ohio University, menyatakan bahwa membaca buku dapat membuat seseorang termotivasi dalam menghadapi berbagai macam hambatan dalam hidupnya. Ketika seseorang membaca sebuah buku, secara psikologis akan merasakan masuk ke dalam dunia imajanasi buku tersebut. Sehingga ia akan bisa mengidentifikasi karakter, pengalaman, peristiwa, dan berbagai kejadian yang dapat berguna untuk mencapai tujuan hidupnya. Selain dapat menambah wawasan dan informasi dengan membaca buku, seseorang akan mudah untuk mendapatkan kosata baru sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk berbicara dan menulis. Ditambah lagi dengan peningkatan kreatifitas pada otak manusia, membaca memang tak dapat dipungkiri besar manfaatnya.

Namun dewasa ini, banyak sekali orang yang apatis dengan kegiatan membaca buku. Hal tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti sudah adanya smartphone yang membuat orang-orang sering mengabadikan foto dirinya dan diupload di media sosial. Atau mungkin aktivitas seperti main video game justru lebih mengasyikan untuk sebagian orang. Ironisnya ‘penyakit’ tersebut sudah menular kepada generasi muda hingga anak kecil. Tentu harus ada langkah nyata yang dilakukan oleh kita bersama untuk mengembalikan kembali semangat membaca.

Di negeri yang dijuluki sebagai negeri matahari terbit, kegiatan membaca sudah menjadi budaya bagi masyarakat Jepang. Akan sangat mudah menemukan penumpang kereta cepat di Jepang yang berdiri sambil membaca buku. Atau anak sekolahan yang duduk menyendiri membaca buku di tempat-tempat transportasi umum. Orang Jepang berprinsip bahwa dengan membaca waktu mereka tidak terbuang sia-sia. Selain itu, menurut Yoshiko Shimbun, sebuah harian koran di Jepang, setiap sekolah dasar di Jepang mewajibkan kepada murid-muridnya untuk membaca buku selama sepuluh menit sebelum dimulainya pembelajaran. Hal itu dinilai sangat efektif dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini. Maka sangat logis jika generasi penerus Jepang memiliki kualitas intelektual yang terbaik.

Jika memang kita sudah tahu manfaat positif dari membaca, mengapa justru minat baca di negeri tercinta ini malah semakin hilang. Bahkan bisa dihitung dengan jari, mahasiswa yang menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk membaca. Atau hal sederhana seperti para pelajar yang malas untuk membaca soal cerita ketika ujian. Kondisi tersebut sudah sepatutnya segera diantisipasi oleh bersama terutama generasi muda. Karena dengan menumbuhkan kembali minat baca akan tercipta sebuah perubahan besar. Perubahan yang tidak hanya terjadi pada skala pendidikan dan intelektualisme, tapi perubahan pada semua bidang.

Kita asumsikan seseorang yang malas membaca akan minim informasi di gudang memorinya. Sehingga ia akan kesulitan untuk mengembangkan ide-idenya, gagasan, bahan pembicaraan atau pun sekedar bercerita dengan teman. Keadaan tersebut pernah dialami oleh penulis. Karena penulis sangat hobi dalam membaca buku dan mengumpulkan informasi dari buku yang dibaca, penulis dapat dengan mudah berbagi informasi tersebut dengan orang-orang di sekitar. Misalkan ketika penulis sedang mengobrol dengan seorang satpam di kampus SBM ITB, penulis dapat berbagi cerita dengan satpam itu tentang bagaimana kemampuan manusia dalam membaca karakter seseorang dengan mudah. Hasilnya, satpam itu merespon dengan sangat baik dan terjalin hubungan persahabatan dengan penulis hingga kini. Jadi, apapun informasi dan ilmu yang kita dapat dari membaca, akan sangat bermanfaat untuk kehidupan orang-orang di sekitar. Buktinya, satpam teman penulis tadi, sudah bisa membedakan orang yang berbohong ketika berbicara dan tahu tentang gestur tubuh manusia. Sudah terbukti kan manfaat dari membaca?

Sebenarnya sangat sederhana untuk menjelaskan kegiatan membaca. Sesuatu yang pada awalnya kita tidak tahu, akan menjadi tahu. Ketika kita sudah tahu, informasi itu akan mudah tersampaikan kepada orang lain. Sehingga di samping kita rajin membaca, kita juga turut mengamalkan ilmu kepada orang lain. Dan ketika informasi itu tersampaikan dan dipahami oleh orang lain, kita sudah berhasil untuk melakukan perubahan kecil pada hidup orang lain.

Sudah saatnya kita bersama-bersama gotong royong untuk menumbuhkan kembali minat baca pada generasi muda. Karena manfaat yang terasa akan terasa manis buahnya. Jangan hanya terpaku pada satu jenis buku, seperti karya fiksi atau pun ilmiah, tapi cobalah untuk membaca buku-buku ringan yang mudah dipahami dan dimengerti. Biasakanlah membaca buku kesayangan di tempat-tempat yang memaksa kamu untuk menunggu, atau ketika sedang bersantai dan pada waktu luang. Hal itu akan menciptakan kebiasaan untuk membaca.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.