Pengaruh Buku Terhadap Perkembangan Dunia

Edwin P. Whipple pernah mengatakan jika buku seperti mercusuar yang berada di tepi samudera waktu yang luas. Berbagai ilmu pengetahuan yang dibukukan menjadi acuan bagi orang-orang yang membacanya. Sejarah membuktikan bahwa buku memiliki peranan penting dalam andil mengubah dunia. Tidak hanya peradaban manusia dan teknologi saja yang berubah, namun hingga kepada cara berpikir seseorang terhadap dirinya sendiri, lingkungan, bahkan pandangannya terhadap kehidupan sangat dalam.

Prinicipia-title

Pada tahun 1687, kita bisa mengingat Pricipia Mathematica karya Issaac Newton tentang dasar bagi fisika modern dan matematika yang menjadi acuan ketika itu untuk dipelajari dan dikembangkan. Hingga novel best seller The Davinci Code yang terjual sebanyak 80 juta eksemplar pada tahun 2003 yang menggemparkan dunia dengan teori-teori konspirasi. Atau mungkin The 7 Habits of Highly Effective People, oleh Stephen R. Covey yang mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang tangguh secara mental dan karakter. Dan tentunya masih banyak lagi.

9781451639612_p0_v4_s260x420

Sehingga kita bisa melihat betapa besarnya pengaruh sebuah buku untuk kehidupan seseorang. Mungkin kualitas pribadi seseorang akan terlihat berbeda tergantung dari apakah ia sering membaca buku atau tidak. Karena jika kita kaji lebih mendalam, buku tidak hanya memberikan informasi, ilmu, dan hiburan semata, tetapi buku dapat mentransfer insight kepada pemikiran kita. Insight itulah yang akan sangat bermanfaat untuk kita dalam menjalani kehidupan.

Bahkan Franz Kafka, seorang novelis dan cerpenis Bahasa Jerman yang berpengaruh dari abad 20, pernah mengatakan kalau sebuah buku seperti sebilah kapak untuk es yang membeku dalam diri kita. Hal itu membuktikan bahwa dengan membaca buku, seseorang tidak hanya akan memahami suatu konsep pemikiran, gagasan, informasi, atau sekedar alur cerita, tapi semua itu bisa mengubah dirinya. Ketika sesuatu yang didapatkannya dari sebuah buku dipahami, ia akan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

1005

Sebagai contoh seperti buku Think and Grow Rich, karya penulis besar Napoleon Hill. Sebagai mahakarya besar, hasil perenungan dan rangkuman resep-resep rahasia pengumpulan kekayaan sejati yang dikumpulkan oleh berbagai latar belakang, mulai pengusaha, guru, manajer, presiden, hingga petugas administrasi. Seseorang akan mendapatkan kiat-kiat kebershasilan terutama dalam hal keuangan untuk hidup yang lebih baik. Kita pun dapat melihat bahwa dengan sebuah buku, kehidupan seseorang yang mungkin pada awalnya berantakan khususnya dalam pengaturan keuangan bisa diperbaiki secara bertahap dengan ilmu yang ada pada buku itu.

Alchemist

Pada buku fiksi kita bisa meningat Novel The Alchemist karya Paulo Coelho yang mengisnpirasi kita dan membuat kita memikirkan kembali tentang apa saja tujuan dalam hidup ini. Novel ini menceritakan seorang penggembala miskin yang bernama Santiago yang mengejar impiannya menemukan harta karun di piramida Mesir, di mana dalam perjalanan dan petualangannya ia menemukan keyakinan hati, keberanian serta pentingnya keyakinan dalam mengejar impian terbesar kita terlepas dari apapun rintangan dan halangan yang akan menghadang. Bisa Anda bayangkan hanya dari sebuah Novel kita bisa belajar tentang kehidupan yang lebih dalam, lebih bijak dalam bertindak, dan menjadi manusia yang berprinsip.

Keterkaitan antara buku yang dibaca dengan para tokoh-tokoh dunia yang sudah besar namanya tidak dapat terlewatkan. Katakanlah Edison. Meskipun sejak kecil dipandang tidak dapat menerima pelajaran denga baik, tapi faktnya pemikiran Edision kecil sudah melampaui pemikiran-pemikiran teman sebayanya. Hal itu dikarenaan Edison kecil sangat sering membaca buku seperti karya Charles Dickens, William Shakespeare, Edward Gibbon, dan buku-buku kimia dan pengetahuan alam secara umum. Sehingga sangat pantas Ia bisa mematenkan penemuannya dalam kurun waktu dua minggu sekali.

Sahabat baik bagiku adalah seseorang yang menghadiahiku buku yang belum pernah kubaca.
-Abraham Lincoln

Atau kita pun dapat melihat sosok Abraham Lincoln. Pada masa terjadinya perang saudara di Amerika Serikat tidak membuat kegemaran membaca bukunya hilang. Kegemaran Lincoln dalam membaca buku membantunya menjadi pemimpin besar. Membaca membantu Presiden Lincoln membuat keputusan-keputusan penting selama Perang Saudara. Bahkan ketika Lincoln bernegosiasi dengan jendral-jendral Union yang seringkali tidak memberikan petunjuk dan solusi, dia senantiasa pergi ke Perpustakaan Kongres dan membuka buku yang membahas strategi militer. Lewat mendidik diri sendiri dalam strategi militer, Presiden Lincoln mampu membantu jendral-jendral Union memenangkan Perang Saudara. Selain itu, pengetahuan Lincoln tentang karya-karya Shakespeare dan teater memberinya pengetahuan mengenai aspek psikis manusia. Pengetahuan ini menjadikan Lincoln politikus yang sukses dan mengesankan.

Jadi, kita bisa mengambil kesimpulan berharga dari buku-buku yang ada di sekitar kita. Tentunya dengan membaca buku dan berbagi kepada orang-orang tentang isi buku itu akan meningkatkan kualitas pemikiran kita tentang sesuatu. Mulai sekarang, janganlah pernah ragu untuk membaca buku. Apapun ilmu yang kita dapat dari membaca buku akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin tidak akan terasa langsung, tapi hal itu akan membuka cakrawala kita tentang dunia.

“If we encounter a man of rare intelect, we should ask him what books he reads.”
-Ralph Waldo Emerson