Berdansa Bersama di Akhir Pekan bersama Kero Kero Bonito

foto diambil dari (at)evanadiw

Band asal Inggris, Kero Kero Bonito pada Sabtu (19/11) lalu tampil di Rossi Musik Fatmawati pada acara Studiorama Live #6. Band yang membawakan musik ala J-Pop ini diundang oleh British Council, dan bekerjasama dengan Studiorama menggelar pagelaran yang memadukan musik dan visual. Sehari sebelumnya, mereka juga tampil di The Goods Diner.

Di Rossi Musik, venue terbagi 2, dengan band di satu tempat, dan satu tempat lain diperuntukkan para DJ, seperti Django, Gerhan, dan W Music. Circarama menjadi pembuka malam itu. Musik Psychadelic disertai penampilan yang rapi dan apik mampu sedikit memanaskan suasana dengan membuat penonton mulai berjoget kecil. Penampilan mereka juga didukung oleh visual dari Rafaela Lisa.

Kemudian setelah Circarama, gantian Ikkubaru, band asal Bandung tampil. Mereka berkolaborasi dengan Anggun Priambodo untuk visualnya. Hal ini terlihat di lagu City Hunter, beberapa orang naik bergantian ke atas panggung dan berjoget mengikuti lagu sambil memegang tongkat atur lalu lintas. Membawakan musik city pop yang mengingatkan kita dengan suasana Jepang tahun 80an, suasana menjadi semakin meriah dan sejauh mata memandang, tak sedikit yang bergoyang. Penampilan mereka tak perlu diragukan lagi, selama hampir sejam, band yang pada 2014 lalu merilis album di Jepang ini tampil memukau.

Baru setelah itu Kero Kero Bonito tampil. Diawali dengan lagu berjudul Kero Kero Bonito, mereka langsung mengajak penonton terlibat dengan meneriakkan “kero kero” berkali-kali. Walaupun di lagu awal ini sempat terkendala masalah suara yang membuat pertunjukan terhenti selama beberapa saat, tidak mengurangi performa mereka di sisa malam.

foto diambil dari (at)o0oo0o0o000

Kemudian mereka membawakan lagu Waking Up. Malam itu, Kero Kero Bonito memang banyak membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, Bonito Generation yang baru dirilis Oktober lalu. Selain Waking Up, lagu lain seperti Heard a Song, Graduation, Lipslap, dan Trampoline turut dibawakan. Tak lupa lagu-lama seperti Sick Beat, Picture This dan Flamingo.

Penampilan mereka sungguhlah ceria. Pembawaan ketiga personel, Sarah, Gus dan Jamie yang menyenangkan dan menari serta menikmati musik membuat penonton tak malu-malu lagi untuk turut berdansa dan menikmati malam. Ditambah dengan penampilan visual dari Rimbawan Gerilya, penampilan Kero Kero Bonito mampu membuat kita melupakan segala permasalahan dan menikmati momen. Mereka juga membawa perlengkapan-perlengkapan kecil yang turut membantu menambah kesan lucu dan ceria, seperti ada boneka burung flamingo di lagu Flamingo, gagang telpon untuk lagu Break, hingga kostum ala wisudawan yang dikenakan oleh Sarah di lagu Graduation.

Tidak banyak memang band seperti Kero Kero Bonito. Tiga orang asal Inggris memainkan musik Jepang. Album Bonito Graduation pun menimbulkan kesan mendalam karena seluruh lagunya membawakan tema-tema sederhana dan positif. Sama sekali tidak ada kesan berusaha terlihat keren, namun menikmati setiap saat yang dijalani. Puncak kesenangan terasa di lagu Trampoline. Mereka mampu mengajak seluruh penonton menikmati suasana dan melompat bersama, hingga venue terasa bergoyang. Pengalaman seru bercampur ngeri yang sulit dilupakan.

Secara teknis, pertunjukan malam ini mungkin tidak sempurna, seperti masalah pencahayaan. Namun tidak banyak gigs yang mampu membuat kita merasa bahagia dari awal sampai akhir, dan pergi dengan perasaan senang. Apresiasi patut diberikan kepada Kero Kero Bonito, dengan salah satu album yang wajib diperhatikan di 2016 dan penampilan yang sangat apik, mereka mampu membawa energi yang melebihi materi di album. Begitu pun juga kepada band lain seperti Ikkubaru dan Circarama. Hal ini membuat saya sangat yakin anda akan sulit move on dari pertunjukan malam itu, dan penyesalan yang mendalam bagi yang melewatkan pertunjukan ini.

*Permintaan maaf saya ucapkan kepada penampil terakhir yang penampilannya saya lewatkan, Heals dikarenakan harus langsung kembali ke Bandung.