Penampilan Apik Berujung Antiklimaks dari Turnover

Zico Sitorus
Jul 23, 2017 · 2 min read
Dan Dempsey, Austin Getz, Casey Getz dan Nick.

Band emo/dream pop asal Virginia Beach, AS, Turnover, bertandang ke Surabaya, Kamis (20/7) malam lalu di Kaya Resto. Pertunjukan ini merupakan bagian dari tur Asia Tenggara. Selain Surabaya, mereka berkunjung ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Di indonesia, mereka bermain di 3 kota lain juga, yaitu Jakarta, Bali dan Yogyakarta. Penampilan Turnover dinanti, terbukti dari terjual habisnya tiket dari jauh hari di Surabaya.

Malam itu, terdapat 3 band lokal yang menjadi pembuka, HADD asal Blitar, Write The Future dari Malang, dan Timeless dari Surabaya. Meski mereka mampu membuat mengajak penonton moshing, melakukan crowd surf, susunan penampil dirasa kurang pas. HADD merupakan band hardcore, Write The Future band pop punk, dan Timeless membawakan musik ala The Gaslight Anthem tidak cocok dengan musik dreamy Turnover. sound dari ketiga band pun dirasa kurang maksimal, mungkin karena persiapan cek sound yang minim.

Austin Getz saat cek sound.

Setelah Timeless membawakan lagu Ride into the Sun, para personil Turnover langsung naik ke panggung dan mempersiapkan alat. Persiapan mereka cukup lama, sekitar 30 menit. Meski venue sangatlah panas, tidak membuat penonton untuk segan saling merapat.

Saya sempat khawatir dengan sound mereka melihat performa 3 band di awal, namun saya terbukti salah. waktu lama tersebut toh tidak mengecewakan, karena sound mereka sangat bagus.

Bagi penggemar Turnover era pop punk mungkin sangat kecewa dengan pemilihan lagu. Karena sejak rilisnya Peripheral Vision, mereka tidak lagi membawakan lagu dari album Magnolia ataupun EP. begitu pun malam itu, lagu yang dimainkan adalah lagu seperti Cutting My Fingers Off, New Scream, dan I Would Hate You If I Could ditambah Humblest Pleasures dan lagu baru dari album yang akan dirilis, Supernatural. Namun kekecewaan tidak terlihat, karena sangat banyak yang ikut menyanyi bersama. Mereka tampil cukup lempeng, tanpa banyak basa-basi dan hanya mengucapkan “terima kasih” sesekali. Absennya gitaris Eric Soucy pun tidak terasa, karena penggantinya, Nick, mampu tampil menawan.

Sayang penampilan mereka harus berakhir lebih awal. Sekitar sesudah 8 lagu, Austin Getz, sang vokalis berkata bahwa mereka harus berhenti. “Sorry guys, the police asked us to stop playing,” jelasnya. Dengan demikian malam itu harus berakhir antiklimaks. Sungguh disayangkan.

nothingventured

perspectives on music and culture

Zico Sitorus

Written by

Doing the hardest workout imaginable, staying alive.

nothingventured

perspectives on music and culture

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade