Cara Balapan Saya

Berbagai perkakas yang saya gunakan ketika balapan di sirkuit programming

Tulisan ini sebenarnya ditujukan untuk menerima challenge dari mas Agung Setiawan yang mana challenge-nya adalah menulis tulisan tentang “how I works” versi diri kita masing-masing.

Pengenalan

Untuk permulaan terlebih dahulu saya perkenalkan nama saya Yudi Setiawan. Saya lahir tanggal 26 Desember 1994 dan lahir sekaligus juga dibesarkan di Medan. Bagi yang mau beri kado sama saya jangan lupa ya… tanggal 26 Desember loh (#ngarep). Untuk pekerjaan, saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota Medan yang bergerak di bidang Internet Solution Provider yang bernama Nusanet. Di sini, saya bekerja sebagai Mobile Android Developer dan saya bekerja di perusahaan ini sudah sekitar 1 tahun 6 bulan berdasarkan tanggal tulisan ini diterbitkan ya. Lalu, apalagi ya??? 😕 saya kira itu sajalah pengenalan singkat dari saya kalau mau lebih kenal dengan saya bisa contact saya via Telegram dengan username @kolonel_yudisetiawan

Garasi

Diatas adalah penampakan dari garasi saya yang sederhana dan simple dilihat. Di sinilah saya melakukan semua persiapan saya sebelum balapan. Semua perkakas pada gambar diatas difasilitasi dari kantor jadi, saya sangat beruntung memiliki garasi tersebut. 😀

Mesin Utama

Untuk mesin utama, di sini saya sebagai Mobile Android Developer sudah sewajarnya jika saya pasti menggunakan Android Studio sebagai perkakas utama di balapan saya. Dan berikut penampakan dari mesin utama saya.

Mesin utama

Nothing special sih dari penampakan diatas namun, nanti akan saya jelaskan isi dari penampakan diatas.

NOS (Nitrous)

Untuk mempercepat motor saya, jelas saya memerlukan Nitrous atau lebih sering kita sebut dengan NOS. Tipe NOS yang saya pakai adalah Vim. Seperti yang kita ketahui bahwa Vim sebenarnya editor yang biasa-biasa saja jika kita lihat dari luar namun, jika kita sudah masuk kedalamnya percayalah bahwa kita tidak akan bisa menemukan jalan keluarnya lagi dan salah satu korbannya adalah saya sendiri.

Awalnya memang sulit untuk terbiasa dengan Vim namun, berdasarkan pepatah

Ala Bisa Karena Biasa

Maka, kesulitan itu pun akhirnya terpatahkan juga. Manfaat yang saya rasakan setelah menggunakan Vim adalah ketika kita coding dengan 10 jari dan untuk mengarahkan kursor-nya jelas lebih mudah ketimbang harus pakai mouse (Ini saya bukan promosi ya apalagi di-endorse sama mas Agung Setiawan). Vim saya pakai di Android Studio agar mudah pengetikan coding-nya dan juga di terminal. Kalau menulis email pun juga bisa pakai Vim maka, saya akan Vim. 😆

Ban

Seperti yang kita ketahui, penggunaan ban yang tepat terhadap sirkuit programming yang sedang kita jalani jelas faktor yang sangat penting. Penggunaan ban yang salah dapat mengakibatkan performa balapan kita jadi kurang maksimal jadi, untuk ban yang saya pilih adalah Scrcpy (ban depan) dan Tmux (ban belakang).

Dikarenakan saya seorang Mobile Android Developer jelas saya memerlukan perangkat atau emulator Android. Untuk emulator saya rasa kita tidak perlu scrcpy namun, dikarenakan source emulator yang cukup besar untuk dijalankan akhirnya saya coba beralih untuk development-nya langsung ke perangkat Android. Scrcpy merupakan tool yang bisa kita pakai sebagai pengganti dari Vysor dimana, dengan tool ini kita bisa display and control device kita lewat laptop tanpa harus menyentuh handphone-nya sama sekali. Bisa kita bayangkan jika saya tidak pakai Scrcpy jelas proses development saya agak lebih lambat (tanpa scrcpy tetap bisa namun, performanya kurang bagus) karena, tangan saya harus berpindah-pindah dari keyboard laptop ke handphone dan itu bagi saya jelas memakan waktu.

Tmux merupakan terminal multiplexer dimana, dengan tool ini kita bisa membagi-bagi satu window terminal kita menjadi beberapa window. Untuk saat ini, saya pakai tmux tujuannya hanya untuk splitting window terminal saja. Karena, saya sadar bahwa dalam balapan saya harus bisa melihat perkembangan jalannya balapan seperti melihat git log, catatan kerja, dan lain sebagainya dalam satu window.

Knalpot

Untuk membuat motor saya lebih keren ketika balapan maka, saya perlu memilih knalpot racing yang performanya tidak merusak mesin utama namun, bisa menambah kecepatan motor saya. Untuk knalpot-nya saya pakai GitKraken.

Selain Git CLI, ternyata saya tetap memerlukan Git GUI dikarenakan ada beberapa case yang ternyata cukup sulit saya lakukan di Git CLI namun, dengan mudah saya lakukan di GitKraken.

Warna Body Motor

Dan yang terakhir ialah mengenai body motor yang saya pakai. Agar penampilan saya terlihat seragam dengan motor saya maka, saya menggunakan Oh My Zsh agar tampilan terminal saya lebih kece dan tema yang saya gunakan adalah Norm.

Team Work

Untuk mencapai kemenangan jelaslah suatu hal yang tidak bisa saya capai dengan tangan saya sendiri. Oleh karena itu, saya memerlukan tim. Bayangkan saja ketika saya balapan, saya tidak tahu saya di posisi keberapa lalu, saya juga tidak tahu ini putaran ke-berapa. Aneh kan. hahaha… 😆 Jadi, untuk itu saya perlu berkomunikasi dengan tim dan tool yang kami pakai adalah Google Hangout dan Telegram. Lalu, untuk pembagian tugasnya kami pakai JIRA.