Keuntungan OA menurut Springer- Nature

Dasapta Erwin Irawan
Mar 16 · 2 min read
Sumber salindia promosi baku Springer Nature

Komentar kami

Point 1: Fulfill funder or institutional mandates

Belum ada kampus yang memandatkan/mengharuskan warganya untuk mempublikasikan risetnya secara Open Access (OA). Yang selalu ditekankan adalah “Reputasi” jurnal berdasarkan kuartil scimago atau JIFnya. Jadi bahan promosi SN tidak (belum) relevan di Indonesia. Ketika pemerintah telah memandatkan OA pun, ada ribuan jurnal OA lainnya yang dapat menjadi tujuan publikasi.

Point 2: Increase accessibility to your findings

Sebenarnya seluruh makalah yang diunggah daring akan dapat ditemukan oleh mesin pencari. Pertanyaan berikutnya adalah ketika makalah ditemukan apakah dapat diakses (diunduh) atau tidak. Tanpa Springer Nature (SN) pun, kita dapat menerbitkan makalah secara OA dengan tingkat ketercarian (discoverability) yang sama dengan ketika makalah itu terbit di SN. Apakah Indonesia adalah titik panas jurnal OA dunia.

Point 3: Increase the number of downloads of your article

Kalau makalahnya bagus dan relevan dengan pembaca ya pasti akan diunduh. Tidak perlu harus terbit di SN agar makalah tinggi jumlah pengunduhnya. Lagipula jumlah unduhan dapat dengan mudah dimanupulasi. Dengan kecanggihan teknologi html sekarang, sebenarnya makalah tidak perlu diunduh, dibaca saja secara langsung secara daring.

Point 4: Allows you to retain the copyright of your work

HKI akan tetap di tangan penulis ketika ia menerbitkan makalah di jurnal manapun yang OA. Mayoritas jurnal OA (dalam dan luar negeri) sudah menerapkan lisensi Creative Commons yang menetapkan HKI tetap di tangan penulis. Jadi tidak terbit di SN pun, penulis makalah dapat tetap memiliki HKInya secara penuh.

Point 5: Published quickly online

Kalau ini pastinya akan sangat tergantung kepada kualitas manuskrip. Kalau makalahnya bagus, tidak mendapatkan catatan berat dari para peninjau ya pasti dapat segera terbit. Tidak harus di SN. Di Indonesia makalah terbit terlalu cepat malah bisa diragukan kualitasnya.

Point 6: Fewer restrictions on words and figure limits

Setiap jurnal, bahkan yang dikelola penerbit yang sama, dapat memiliki ketentuannya masing-masing. Jadi tidak perlu terbit di SN agar dapat bebas menulis panjang lebar.

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store