Tentang data Covid dan data-data yang lain

Dasapta Erwin Irawan
May 16 · 2 min read

Di salah satu kanal komunikasi yang saya ikuti ada diskusi tentang data riset Covid yang kurang transparan. Berikut komentar saya.

Image for post
Image for post

Membagikan data

Bukan hanya riset Covid sepertinya. Kondisi yang sama berlaku di hampir semua bidang. Padahal solusinya mudah. Setiap ibu dan bapak menerbitkan makalah, pastikan data mentah (tabel, foto, dll) dipisahkan dari naskah, simpan dalam format yang bukan PDF, dan diunggah sebagai supplementary material. Selesai.

Itu kalau akan diterbitkan via jurnal. Kalau risetnya baru awal atau masih berjalan, ibu dan bapak bisa membuat klaim dengan cara mengunggah datanya ke repositori. Bisa repositori punya kampus atau pakai yang terbuka dan gratis, misal zenodo.org (punya cern), atau yg mudah juga unggah ke Github.com/Gitlab.com.

Dengan demikian data ibu dan bapak, apapun itu, bisa ditemukan oleh mesin pencari dan digunakan ulang melalui sitiran.

Memilih jurnal

Jadi saat pertama memilih jurnal, tentunya cara yang benar adalah memastikan JIF dan Q nya memenuhi syarat, baru lingkupnya, baru pilih jurnal mana yang menyediakan space storage cukup (tanpa bayaran tambahan), untuk mengunggah material pendukung. :).

Dengan cara di atas, maka sebagai peneliti akan mendapatkan semua. Jurnal “bereputasi” dapat, status keren dapat, peringkat dapat, insentif dapat, serta datapun bisa bermanfaat. :).

Penerbit-penerbit besar seperti Elsevier dan Springer (saya sebut dua ini karena favorit Indonesia setelah Teh Botol dan Indomie) telah mendorong penulis untuk mempublikasikan data. Termasuk di dalamnya adalah kode program dan prosedur lab/eksperimen.

Membagikan prosedur lab atau eksperimen

Oya mumpung anget. Prosedur lab di zaman digital sekarang ini juga sudah bisa diklaim terpisah dari makalah yang nantinya bisa disitir dalam naskah utama. Dengan cara di atas, maka prosedur eksperimen ibu dan bapak bisa disajikan dengan lengkap plus ilustrasi video dll. Coba mampir ke platform protocols.io. Gratis sampai kapasitas tertentu. Banyak tutorialnya di Youtube. Pembuatnya juga aktif di twitter. Jadi semua dapat, plus kawan daring :).

Tentang INArxiv

Yang ini terakhir. Saya janji :). Ibu dan bapak mungkin ada yang sudah tahu INarxiv (server preprint Indonesia). Kami dari tim pengelola sejak Januari 2020 mulai melakukan upaya-upaya phasing out, karena dukungan dana untuk OSF.io (sebagai organisasi induk) berkurang. Sejak awal 2020 kami telah berdialog dengan banyak pihak di Indonesia dan luar negeri. Banyak juga yang dari LN menyampaikan undangan untuk membantu. Alhamdulillah ada yang menyambut baik. Tanggal 20 Mei nanti kami akan melakukan _soft launch_ RINarxiv. Jadi INArxix pulang kampung dari server di AS ke Republik Indonesia. :).

Bismillahirrohmanirrohim.

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store