Tentang Natgeo: Xray Earth Episode Volcano Apocalypse

Dasapta Erwin Irawan
May 26 · 2 min read

Saya akan membagikan cerita #convocid19. Sedikit “nyerempet” ke dunia jurnalisme sepertinya.

Image for post
Image for post

Sumber

Semalam saya nonton kanal Natgeo, acara X-ray Earth episode Volcano Apocalypse. Dalam acara tersebut dibahas potensi bencana erupsi gunungapi super (super volcano) di Taman Nasional Yosemite dan Gunungapi Toba Purba, dengan perbandingan gunungapi di Eslandia (Iceland), Gunung Sinabung dan Tambora di Indonesia. Natgeo menyajikan deskripsi dari geosaintis AS (New York Univ, Arizona State Univ, dan Boise State Univ) dan Eslandia (Univ of Iceland). Tidak ada satupun geosaintis dari Indonesia, walaupun ada dua gunungapi dari negara kita yang dibahas dalam acara itu. Saya belum tahu apa penyebabnya.

Saya akan menelaah sejauh mana riset tentang gunung-gunung itu menggunakan basis data berbayar-homogen dan basis data gratis-heterogen. Bisa jadi memang jumlah kajia. dari peneliti kebumian Indonesia masih sedikit, atau memang pihak stasiun televisi yang memilih untuk tidak mengakomodasi peneliti Indonesia.

Barangkali ada pengelola jurnal di sini yang berminat menerbitkan makalahnya :)

Mungkin untuk acara lain, Natgeo mengadakan “open proposal” (info dari kawan saya). Untuk acara yang saya maksud, saya tidak yakin ada open proposal tersebut. Karena kantor BMKG pengamat Gunung Sinabung dikunjungi, tapi tak ada 1 staf pun yang diminta bicara. Memang ada seorang pegawai di kantor itu yang tertangkap kamera, tetapi hanya sebagai pelengkap saja.

Tidak ada susahnya sebenarnya mewawancarai (rekaman suara) Pak Surono (misalnya), atau para peneliti gunungapi Indonesia yang lain, kalau memang rumit untuk mengajak beliau-beliau itu syuting ke lapangan. Alih-alih menlakukannya, dalam episode itu disampaikan ada geosaintis dari AS yang disebut sebagai ahlinya gunungapi Indonesia. Baru selesai Lebaran dan semalam saya keceplosan bilang “sompret” (umpatan khas Warkop Prambors).

Poin saya, jangan cepat-cepat bilang produk barat itu netral dan minus diskriminasi.

Dari sisi seberang, sebagai saintis Indonesia, marilah mengekspos hasil riset kita habis-habisan. Jangan pernah mengecilkan hasil riset milik sendiri, termasuk hanya pamer makalah terbit di mana. Isinya yang diceritakan bukan hanya kulitnya.

Dalam kesempatan ini juga saya mengajak para pegiat publikasi untuk mengurangi (bahkan meniadakan) webinar-webinar yang mengadvokasi masalah reputasi scopus dan yang sejenisnya. Sepertinya sudah pada pintar untuk urusan itu. Yang perlu ditambah adalah masalah bagaimana mengkomunikasikan sains agar warga Indonesia paham dan warga dunia tahu.

:)

@dasaptaerwin

Good Science Indonesia

Kumpulan tulisan untuk sains di Indonesia yang lebih…

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store