Workshop: menyambut Permenristekdikti dengan optimis
Feb 23, 2017 · 2 min read
Seminar pendek ini disusun oleh:
Test case pertamanya adalah di Stikes Unjani Bandung pada hari ini Jumat, 24 Feb 2017.

Referensi workshop:
- Blog DasaptaErwin.net, akun Twitter @dasaptaerwin
- Makalah tentang Permenristekdikti: Irawan, Dasapta Erwin (2017): Implementasi Permenristekdikti No 20/2017: beberapa pemikiran untuk melaksanakannya. figshare. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.4657729.v1
- Slides tentang Science communication dan Penerapan open science.
Outline workshop
Bagian 1 Komponen Permenristekdikti
- Mengapa harus ada Permenristekdikti: mestinya tidak perlu
- Apakah sajakah hal kendala yang sering disebut: dana riset, fasilitas, biaya publikasi (APC), kemampuan Bahasa Inggris, beban mengajar sudah berat
- Hal apa sajakah yang diatur?
- Hal apa sajakah yang tidak diatur?
- Apakah ada keringanan yang diberikan?
- Bagaimana menyikapinya dengan optimis: bagi para dosen, para pengelola jurnal, para reviewer.
Bagian 2 Mengenai publikasi
- Jenis publikasi formal: peer-reviewed articles, conference abstract, buku teks, buku ajar
- Jenis publikasi non-formal: blog, medsos status, dll
- Jenis jurnal: open access (OA) dan non-OA
- Indexing non-komersial: Google Scholar, DOAJ, Sherpa, IPI (Indonesian Publication Index)
- Indexing komersial: Scopus, Web of Science
- Ukuran kinerja jurnal (journal-level metric): Impact Factor (ISI Thomson Reuters), Cite Score (Elsevier), dll
- Ukuran kinerja makalah (artice-level metric): jumlah pembaca, jumlah pengunduh, jumlah sitasi, dll
Bagian 3 Memulai menulis
- Bagaimana mencari jurnal dan event seminar/konferensi yang tepat
- Mempelajari situs jurnal tertentu
- Bagaimana mencari ide
- Bagaimana mulai menulis: outline, struktur dan gaya bahasa, rujukan
- Bagaimana teknis mengunggah makalah (submission)
- Bagaimana menyikapi komentar reviewer
- Apa yang dilakukan setelah makalah diterima dan terbit

