Membuat Peyek di Alam Semesta

Zain Fathoni
Aug 23, 2017 Β· 4 min read
Rempeyek udang by Midori β€” Own work, CC BY 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=18593549

Ini bukan tentang cara membuat peyek di sebelah ini, tapi ini tentang peyek yang satunya lagi. 😁

Judul artikel ini adalah terjemahan bodoh saya dari salah satu judul essay di dalam buku Rework berikut ini,

Make a Dent in The Universe

Ini bukan berarti saya sudah membaca buku tersebut ya, hehe.. 😁 Kalau ada yang bersedia membelikan atau meminjami saya buku tersebut, saya akan dengan senang hati menerimanya. πŸ˜†πŸ™πŸΌ

Saya menemukan kutipan tersebut di artikel RECONSIDER ini yang berisi tentang bagaimana kita perlu mempertimbangkan kembali apakah jalan hidup seperti kebanyakan startup di Silicon Valley yang kita inginkan. Gagasan ini cukup menarik bagi sebagian orang seperti saya yang bercita-cita memiliki usaha sendiri dengan harapan dapat meraih kebebasan finansial suatu saat nanti.

Kebebasan finansial ini saya idamkan karena ingin meluangkan waktu lebih banyak untuk berkarya dan membawa perubahan baik bagi masyarakat. Oleh karena itulah saya mulai mencoba merintis beberapa startup dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih belum ada yang berhasil.

Dari berbagai kegagalan tersebut saya belajar memperbaiki pola pikir saya mengenai perubahan baik di masyarakat yang ingin saya lakukan, atau dengan kata lain making a dent in the universe. Berikut ini beberapa kata kunci yang saya jadikan landasan pola pikir dalam menjalani kehidupan mendatang.

πŸ‘¨πŸ»β€πŸ’» Agen Perubahan

gent of change. Bagi mahasiswa, istilah ini sudah tidak asing lagi karena sering digaung-gaungkan di berbagai bentuk gerakan kemahasiswaan. Di dunia sosial, istilah yang lebih sering dikenal adalah changemaker.

Keduanya memiliki kesamaan makna, yaitu semangat yang dibawa oleh setiap individu yang ingin membuat perubahan berarti di sekitarnya. Lantas perubahan seperti apa yang dimaksud? Ini sangat bergantung pada definisi β€œpeyek” atau dent bagi setiap individu.

Sudah Indonesia kah Kita?

πŸ‘₯ Dampak Sosial

erhubung saya adalah seorang muslim yang meyakini bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Oleh karena itu, bagi saya definisi dent ini sangat erat kaitannya dengan β€œdampak sosial” sebagai kata kuncinya.

Menurut saya, apapun yang saya lakukan adalah suatu kesia-siaan apabila tidak berujung pada dampak sosial yang nyata bagi masyarakat, baik besar maupun kecil, baik secara langsung maupun tidak langsung. Inilah salah satu alasan saya memilih untuk bergabung dengan Bukalapak sebagai Software Engineer, karena salah satu gagasan yang diusung oleh Bukalapak adalah pemberdayaan UKM di Indonesia, sebagaimana yang disampaikan pada video berikut ini.

Jadilah Pahlawan Untuk Satu Juta UKM di Bukalapak

🀝 Kolaborasi

arya yang besar tidak akan bisa diciptakan seorang diri. Bahkan seorang Isaac Newton pun mengakui bahwa semua karya besarnya tak akan mampu diraih tanpa berdiri di pundak para raksasa. Demikian pula apabila kita berbicara tentang karya sosial yang ingin kita torehkan di masyarakat.

Saya pribadi membangun Ojek Belanja sebagai salah satu benih karya yang saya tanam. Meskipun saya memulainya sendirian, saya meyakini bahwa karya ini tidak akan menjadi karya nyata tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itulah saya mengajak siapapun untuk turut serta bergerak bersama dan dengan sengaja membuka source code-nya tanpa kekhawatiran akan digunakan oleh orang lain. Justru seandainya source code tersebut digunakan oleh orang lain untuk membuat hal serupa, tujuan saya β€” bermanfaat bagi orang lain β€” akan semakin mudah tercapai.

Bagi yang berminat untuk bergabung dengan Ojek Belanja, dapat menghubungi saya langsung melalui aplikasi Telegram.

πŸ“ˆ Keberlanjutan

amun demikian, sebagai bagian dari cita-cita saya untuk pensiun dini, tentu saya harus memastikan keberlanjutan karya-karya yang saya buat. Sebagai contoh, meskipun Ojek Belanja ini akan saya gratiskan di awal β€” karena biaya operasionalnya pun memang masih gratis β€” , pada titik tertentu nanti β€” perkiraan saya setelah mencapai sekitar 1000 pengguna β€” saya harus memungut biaya kepada para pengguna, setidaknya untuk menutupi biaya operasionalnya.

Tanpa adanya rencana untuk memastikan keberlanjutan suatu karya, tentu karya tersebut akan padam dengan sendirinya, karena setiap karya pasti membutuhkan sumber daya untuk tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kata kunci keberlanjutan ini seringkali dikenal dengan istilah bahasa Inggris sustainability.

Gagasan Bukalapak mengenai pemberdayaan UKM di atas pun tidak akan mungkin bertahan hingga saat ini tanpa disertai dengan strategi dan rencana keberlanjutan yang matang.


Make a Dent in The Universe

Demikian upaya rekonstruksi pola pikir saya mengenai membuat peyek di alam semesta. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda dalam merencanakan kehidupan ke depan dan menjauhkan diri dari kesia-siaan.


Perkenalkan, saya Zain Fathoni, seorang Software Engineer di Ninja Van. Saya mulai gemar menulis tentang kehidupan berkeluarga dan programming, mengikuti jejak istri saya, Vika Budi Riandini, yang telah banyak menulis di blog Rumah Berbagi tentang kesehatan dan pengasuhan anak. πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦

Pejuang Kode

Berjuang dengan kode

)

Zain Fathoni

Written by

A father, husband, & software engineering enthusiast. https://www.zainfathoni.com

Pejuang Kode

Berjuang dengan kode

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium β€” and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade