How far I’ll go?

“I never came to the beach, or stood by the ocean
I never sat by the shore, under the sun with my feet in the sand
But you brought me here and I’m happy that you did
’Cause now I’m as free as birds catching the wind.” — Miley Cyrus, Malibu.


Lupakan tentang biaya, ataupun tentang kesibukan yang mencekik. Apakah ada salah satu diantara kita yang tidak menyukai jalan-jalan? Tidak usah berpikir perjalanan mewah ke luar negeri, ambil contoh sederhana saja seperti menonton film ke bioskop, tentu menjadi ajang refreshing bagi kita bukan?

Menurut saya, saat ini jalan-jalan — mungkin ‘jalan-jalan’ bisa kita sebut kata lain dari berwisata di tulisan ini. Wisata sendiri memiliki arti perjalanan atau berpergian, maka dari itu mari kita gunakan kata ‘jalan-jalan’ agar terdengar lebih sederhana! — bukan hanya menjadi kebutuhan tersier bagi manusia. Tapi sebuah kebutuhan pokok, terutama bagi mahasiswa seperti saya dan teman-teman sebaya. Mengapa? Dimulai di pagi hari, saat terbangun dari tidur, badan kita masih lelah yang disebabkan kurang optimalnya istirahat. Ya, kepentingan akademik dan berbagai tanggung jawab non-akademik menjadi penyebabnya. Di siang hari, otak kita menyerap ilmu non-stop kecuali saat makan siang dan beberapa jam kosong. Sore hari, melakukan berbagai kegiatan demi meningkatkan softskill dari masing-masing pribadi. Lelah berkegiatan selama satu hari penuh dan berhasil sampai ke kamar pada malam hari, oopss macam-macam tugas dan berbagai materi kuliah yang tertinggal melambai hangat minta di temani. Lalu repeat, kembali ke pagi hari.

Membacanya saja rasanya lelah, ya? Itulah mengapa kita semua membutuhkan istirahat yang optimal saat adanya hari libur. Itulah gunanya jalan-jalan.

Setiap orang dari kita pasti memiliki definisi ‘jalan-jalan’ ini sendiri. Mungkin ada yang berpikir bahwa jika saya keluar dari kota yang ditinggali baru dapat disebut jalan-jalan. Namun jika saya pribadi berpikir, jalan-jalan itu sesederhana dengan membeli makanan ringan dan memakannya bersama adik adik sepupu kalian di rumah nenek. Ya, sesederhana itu.

Namun di kesempatan saya kali ini saya ingin membagikan beberapa tempat yang ingin saya kunjungi nanti, bahasa gaulnya sih travelling goals” ciaaaa. Beberapa tempat yang sudah terpampang jelas di sticky notes layar laptop, yang menjadi penyemangat juga dikala malas belajar. Seaakan bicara, “Gimana mau kesana kalau gak punya uang dari hasil otak sendiri?

Yowes, langsung aja;

  1. Leiden, Belanda
source: http://www.rijschoolbouda.nl/rijlessen-rondom-leiden/

Awal dari tekad besar saya ingin ke Belanda adalah, saya cukup menikmati tentang sejarah-sejarah mengenai Indonesia-Belanda. Dari mulai sangat tertarik dengan mata pelajaran sejarah, kemudian mulai senang membaca fakta-fakta tentang sejarah Indonesia-Belanda, hingga menonton film dokumenter tentang Indonesia saat masa penjajahan Belanda. Lalu, Belanda juga merupakan negara yang unik bagi saya. Seakan ada tali yang menghubungkan berbagai fakta-fakta antara negara kita dengannya. Kota sejarah yang terkenal di Belanda ini adalah Kota Leiden. Kota Leiden memiliki Museum Volkenkunde yang memiliki satu ruangan khusus mengenai Indonesia. Keren banget kan?

Source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/01/31/7-hal-menarik-tentang-indonesia-di-kota-leiden-belanda

Selain terkenal akan Kota Sejarah, kota yang berada di provinsi Zuid Holland ini juga terkenal dengan julukan Kota Seni dan Sastra. Kalian pasti mengenal puisi fenomenal berjudul “Aku” karya Chairil Anwar? Puisi itu ada di salah satu dinding di Kota Leiden lho! Ditulis dengan bahasa aslinya, bahasa Indonesia.

Source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/01/31/7-hal-menarik-tentang-indonesia-di-kota-leiden-belanda

Masih banyak juga hal-hal menarik di Kota Leiden, tetapi yang sangat terkenal di bidang pendidikan adalah Leiden University. Universitas tertua di Belanda, yang meluluskan beberapa alumni berpengaruh di dunia bahkan Ratu Belanda itu sendiri!

Source: https://www.universiteitleiden.nl/en/events/2017/08/advanced-training-course-on-international-arbitration-kopie

2. Hiroshima, Jepang

Saat sebagian orang memilih untung pergi ke Tokyo, Osaka, ataupun Kyoto dengan populasi penduduk yang cukup tinggi, saya memilih Hiroshima sebagai salah satu target travelling saya. Alasannya sama dengan pilihan saya memilih Leiden, Hiroshima adalah kota penuh sejarah. Ingat peristiwa Hiroshima dan Nagasaki? Saya rasa semua orang tidak akan asing dengan 2 nama kota di Jepang ini. Hiroshima merupakan kota pertama yang merasakan dahsyatnya bom atom, yang menghancurkan Hiroshima dalam hitungan menit.

Source: https://keepo.me

Hebatnya, saat ini kota Hiroshima telah berkembang menjadi kota metropolitan penuh cerita. Berbagai tempat sudah mengalami perubahan, dan juga meminta untuk dikunjungi!

Salah satunya adalah Monumen Perdamaian Hiroshima:

Source: https://owlcation.com/humanities/Great-Allied-Terror-Raids-Of-The-Second-World-War

Monumen yang disebut Genbaku Dome (原爆ドーム) dalam bahasa Jepang ini, merupakan sebuah bangunan dengan sebagian gedung yang tersisa setelah peledakan bom atom. Monumen ini disebut monumen perdamaian karena diharapkan kelak kedamaian akan selalu menyelimuti Hiroshima dan negara Jepang.

Sungai Ota yang nampak pada gambar diatas juga menyimpan cerita, berdasarkan cerita seorang teman saya, Sungai Ota ini beberapa saat setelah ledakan menjadi tempat pembuangan mayat yang tersebar di berbagai sudut kota. Konon katanya, air sungai yang jernih kala itu berubah menjadi merah pekat akibat darah dari mayat yang bertebaran. Menyeramkan ya?

Ke sebelah barat daya dari Kota Hiroshima, akan ditemukan sebuah pintu masuk menuju kompleks kuil dari sebuah pulau yang disucikan oleh warga lokal. Pintu kuil Itsukushima.

Source: http://news.lewatmana.com/7-kuil-cantik-di-negeri-sakura/

Yang unik dari pintu kuil tersebut adalah, saat air laut pasang tiang-tiang yang berwarna oranye menyala ini akan terlihat mengapung di atas air. Namun saat air laut surut, kita dapat berjalan menuju pintu kuil dengan berjalan kaki tanpa harus merasa basah! Latar belakang dari pintu kuil juga terlihat sangat menyegarkan, adanya Gunung Misen yang merupakan salah satu dari tiga pemandangan terindah di Jepang.

Udah cukup kan wisata sejarahnya? Nah, setelah ini saya akan bercerita tentang salah satu travelling goals yang cukup lucu. Tapi memang masuk di travelling goals saya yang bahkan sudah ada sejak saya masih duduk di bangku SMP. Yaitu………

Mengunjungi semua Disneyland yang ada di dunia! HEHEHE.

Latar belakangnya sih, karena saya pecinta animasi terutama dari Disney. Bahkan cita-cita saya dulu adalah menjadi seorang animator di Disney, namun apa daya mungkin bakat tidak sejalur dengan cita-cita. Tapi tenang, saya masih dapat berkunjung ke theme park-nya betul? Kalau kata orang sih, I never too old for Disney. Setuju? Yeeeess.

Tokyo Disneyland!

Source: http://www.tdrfan.com/tdl/overview_of_tdl/

Kalau ini, Shanghai Disney Resort.

Source: https://disneyparks.disney.go.com/blog/2016/05/cast-members-at-shanghai-disney-resort-begin-trial-operations-to-get-ready-for-grand-opening/

Hongkong Disneyland di malam hari, kalau kata lagu sih berasa jadi ratu sejagad semalam.

Source: https://www.mouseplanet.com/6686/Disneyland_Holiday_Update

Minnie Mouse lagi ada di Disneyland Paris nih! Keren banget.

Source: http://www.disneyholidays.co.uk/disneyland-paris/planning-holiday/when-to-visit/

Masih ada juga Disneyland di California dan Orlando, tapi nampaknya dengan beberapa foto diatas kita sudah dapat menilai seberapa hebatnya theme park yang disebutkan tadi kan? Imajinasi akan sangat berkembang dan kebahagiaan mengalir dimanapun, saat kita mengunjunginya.

Saat ini, mungkin saya hanya akan menuturkan beberapa tempat yang ingin saya kunjungi nanti. Sebenarnya, masih banyak travelling goals yang ada di daftar yang saya miliki. Semoga satu-persatu kota maupun negara akan dapat saya kunjungi satu-persatu ya teman-teman, aamiin.

Ohiya, menurut saya, membuat travelling list seperti ini penting lho! Karenanya kita dapat menabung dengan semangat 45 karena memiliki cita-cita yang jelas. Begitu juga dengan belajar, saat kita memiliki cita-cita yang jelas maka kita akan semangat untuk menggapainya.

Sekian untuk tulisan kali ini, mohon banyak jika saya masih banyak membuat kesalahan ya teman teman! Maklum, masih belajar. Semoga dapat menginspirasi kita semua.

Azka Gunawan Hanifa, 18 Juli 2017.
Like what you read? Give Azka Gunawan Hanifa a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.