Planologi: Kompleks dan Dinamis

Setiap bidang keilmuan memiliki tantangannya tersendiri, tetapi dapat dikatakan bahwa Planologi memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dan lebih dinamis daripada ilmu-ilmu lainnya. Permasalahan yang dihadapi dalam dunia Planologi tidak pernah bisa diselesaikan hanya oleh satu orang atau satu bidang keilmuan saja, apapun yang nantinya dijadikan solusi merupakan hasil kolaborasi antara beberapa bidang keilmuan dari berbagai macam perspektif. Itulah yang membuat Planologi menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari, persisnya karena hal yang dipelajari selalu berubah-ubah dan cenderung kondisional. Satu rencana kota secara partikular misalnya belum tentu bisa diaplikasikan di kota-kota lainnya.

Hal pertama yang membuat Planologi teramat kompleks adalah banyaknya bidang keilmuan yang tercakup dalam Planologi itu sendiri. Dalam merancang sebuah kota, mustahil bagi planner yang bersangkutan untuk tidak memperhatikan letak geografis kota yang dimaksud, tanpa informasi geografis yang komprehensif dan jelas maka kota tersebut bisa saja tidak siap menghadapi bencana alam dan membahayakan keselamatan penduduknya. Selain itu, dalam merancang sebuah kota juga tidak mungkin tidak melibatkan ahli ekonomi. Tapi, tentu saja sebuah kota juga harus memegang prinsip berkelanjutan, dibutuhkan ahli-ahli dalam bidang lingkungan untuk memutuskan batas maksimal limbah serta polusi yang bisa dibuang.

Itu hanyalah fraksi kecil dari keseluruhan bidang ilmu yang dibutuhkan dalam merancang kota. Oleh karenanya, Planologi juga mencakup berbagai macam pengetahuan dasar yang berasal dari bidang keilmuan lainnya, seperti misalkan Geografi, Ekonomi, hingga Sosial Kemasyarakatan. Pengetahuan-pengetahuan dasar ini menjadi bekal bagi seorang planner untuk mengambil keputusan terkait sektor yang sedang dikembangkan. Tetapi mengetahui saja tidak cukup, dibutuhkan kemampuan lainnya yaitu kemampuan untuk mengaitkan informasi yang diberikan satu bidang keilmuan dengan bidang keilmuan lainnya.

Contoh nyata dari pentingnya kemampuan melihat hubungan ini terjadi ketika sedang ada proyek yang dikembangkan dan ada lebih dari satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan. Misalkan akan dikembangkan sebuah stadion olahraga di pusat kota, dari segi Ekonomi dan Turisme, stadion ini akan sangat menguntungkan. Tetapi, perlu dilihat lagi dari segi lainnya misalkan kemacetan dan perundang-undangan, bisa saja stadion yang dimaksud menimbulkan ledakan kendaraan atau bisa saja pembangunan itu tidak sesuai dengan perundang-undangan. Maka dari itu, Planologi tidak hanya mempelajari banyak bidang keilmuan saja tetapi juga kemampuan untuk mengaitkan satu bidang keilmuan itu dengan bidang lainnya karena dalam sebuah kota tidak pernah ada hal yang sifatnya singularis.

Hal kedua yang menambah kompleksitas dari Planologi adalah keberadaan masyarakat yang menempati kota dan berhubungan langsung dengan kota itu sendiri. Masyarakat terdiri dari individu-individu dengan berbagai macam kebutuhan pribadi dan karakteristik tersendiri yang berkumpul untuk memenuhi kebutuhan bersama. Secara komunal, masyarakat memiliki beberapa kebutuhan yang sudah lumrah dan umum seperti kebutuhan akan pendidikan, sarana transportasi yang baik, dan fasilitas kesehatan. Tapi, secara kelompok dan individual, masyarakat memiliki kebutuhan-kebutuhan yang lebih spesifik dan dapat menciptakan permasalahan multidimensional jika tidak dipenuhi.

Bentuk dari kebutuhan yang spesifik ini misalkan kebutuhan golongan seperti kebutuhan dari segelintir masyarakat akan tempat beribadah sesuai dengan kepercayaan yang dianut, kebutuhan untuk segelintir masyarkat dari kelas sosial tertentu akan pusat perbelanjaan dan pusat berkegiatan, hingga kebutuhan segelintir masyarakat dengan selera berbeda akan sarana hiburan yang berbeda pula. Selain itu, ada pula kebutuhan spesifik per individual, misalkan kebutuhan tambahan fasilitas untuk kaum difabel dan kebutuhan sekolah-sekolah untuk anak-anak penyandang disabilitas. Kebutuhan-kebutuhan yang tidak umum ini tidak bisa diabaikan, selain itu harus dirancang sedemikian rupa juga supaya tetap menciptakan suasana kota yang kondusif dan nyaman. Tanpa pemahaman yang komprehensif dan menyeluruh maka ada kemungkinan bahwa kebutuhan-kebutuhan itu tidak akan terpenuhi atau bisa saja terpenuhi namun tidak maksimal.

Beralih dari unsur kompleksitas Planologi, sifat dinamis dari Planologi itu sendiri juga merupakan sesuatu yang sangat menarik. Hal pertama yang membuat Planologi dinamis adalah perbedaan antara suatu tempat dengan tempat lainnya, tidak pernah ada tempat pertama yang benar-benar sama dengan tempat kedua dan seterusnya. Perbedaan ini tidak hanya terbatas kepada lokasi Geografis tapi juga latar belakang Sejarah dan kebudayaan yang dianut. Perencanaan sebuah kota tidak bisa mengabaikan kondisi Geografis kota itu sendiri, pula tidak bisa mengabaikan Sejarah kota dan kultur yang ada di sana sebab potensi sebuah kota terletak pada hal-hal tersebut.

Contoh nyata dari perbedaan ini misalkan pada perencaan kota di Bandung dengan perencanaan kota di Sukabumi. Meskipun keduanya sama-sama berada di Jawa Barat, tapi perencanaan kota yang dibuat sudah pasti berbeda. Dimulai dari letak Geografis saja, Bandung yang memiliki danau dan kawasan dataran tinggi seperti Lembang tentu lebih menarik perhatian turis untuk beristirahat di vila-vila sejuk dan menikmati udara segar, sedangkan di Sukabumi yang memiliki Pantai Palabuhanratu tentu menjadi atraksi turis untuk berenang di laut dan menikmati seafood. Kedua potensi yang berbeda itu perlu dikembangkan oleh pemerintah kota yang bersangkutan melalui pembangunan fasilitas-fasilitas pariwisata yang menunjang dan bersesuaian dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Planologi memang merupakan ilmu yang sangat dinamis karena dapat berubah-rubah sesuai dengan kebutuhan dari daerah yang dibicarakan.

Selanjutnya, Planologi merupakan ilmu yang dinamis karena berhubungan langsung dengan manusia. Kebutuhan manusia selalu bertambah dan berubah-ubah, tidak pernah sama setiap tahunnya sehingga perlu diadakan revisi dan pengembangan secara berkala. Lima tahun yang lalu mungkin suatu daerah masih belum mengenal sistem apartemen, tapi karena ledakan penduduk dan perkembangan industri, maka lima tahun kemudian dibangun beberapa unit apartemen di sekitar pusat industri. Tidak hanya mengenai tempat tinggal, perubahan ini juga dapat merambah ke berbagai macam sektor seperti misalkan modernisasi membuat pengunjung mall bertambah sehingga perlu dibuat lebih banyak lagi pusat perbelanjaan untuk memenuhi permintaan.

Perkembangan IPTEK juga mempengaruhi kebutuhan masyarakat dan fasilitas-fasilitas yang bisa diberikan. Adanya perkembangan teknologi seperti teknologi penyebrangan yang lebih mutakhir dan kamera-kamera CCTV untuk mengawasi tindak kejahatan atau tabrak lari di sekitar kota mengharuskan dibuatnya perencanaan baru yang bisa mengakomodasi teknologi-teknologi itu. Smart city yang sedang menjadi sorotan di berbagai negara merupakan bentuk nyata dari perkembangan teknologi yang mempengaruhi sebuah kota sedemikian rupa sehingga kota tersebut bisa menjadi lebih teratur dan aman. Planologi tidak bisa berjalan tanpa merangkul perkembangan dan perubahan, oleh karena itu semakin maju peradaban dunia maka akan semakin banyak pula tambahan pada ilmu Planologi.

Melalui pemaparan singkat mengenai alasan kenapa Planologi sangat tepat disebut sebagai disiplin keilmuan yang kompleks dan dinamis, dapat ditarik kesimpulan bahwa Planologi adalah sesuatu yang tidak diperuntukkan untuk mereka yang tidak senang belajar dan tidak senang dengan perubahan. Untuk menjadi planner, seseorang harus memahami Planologi, tapi untuk memahami Planologi itu sendiri seseorang harus memiliki pemikiran yang kritis dan efisien. Pada hakekatnya, memahami Planologi adalah proses seumur hidup yang tidak akan pernah berakhir karena akan selalu ada hal baru yang bisa dipelajari dan selalu ada permasalahan baru yang perlu diselesaikan. Maka dari itu, dengan memilih Planologi sebagai bidang keilmuan maka pemilih yang bersangkutan sudah menetapkan diri untuk menjadi seseorang yang kompeten dan tidak takut akan tantangan serta perubahan zaman.