A Planner is a Team Leader, is it true?

Sebelum mendalami mengenai hal tersebut, apa sesungguhnya arti dari seorang Team Leader (Pemimpin sebuah tim) ?

A Team Leader is someone who provides guidance, instruction, direction and leadership to a group of other individuals (the team) for the purpose of achieving a key result or group of aligned results.

Dengan kata lain, seorang Team Leader harus dapat memimpin timnya sehingga tujuan tim tersebut dapat tercapai. Lalu mengapa seorang planner harus dapat menjadi seorang Team Leader? Hal ini dikarenakan potensi-potensi yang seorang planner miliki.

Apa saja potensi yang dimiliki seorang Planner?

  1. Jack of all trades.
    Jack of all trades
    berarti seseorang dapat mengerjakan berbagai macam pekerjaan tetapi tidak ahli dalam bidang mana pun secara spesifik. Mengapa seorang planner yang merupakan seorang Jack of all trades justru memiliki potensi menjadi seorang Team Leader? Seorang Team Leader adalah seseorang yang memimpin suatu tim, bukanlah hal yang aneh bila sebuah tim terdiri dari sekumpulan orang yang ahli dalam suatu bidang yang berbeda-beda. Untuk dapat memberikan arahan dan instruksi kepada timnya maka potensi seorang planner yang adalah Jack of all trades sangat diperlukan. Meskipun bukan ahli dalam bidang tertentu tetapi seorang planner dapat memahami bidang yang dimiliki oleh rekan satu timnya sehingga mampu memberikan arahan serta instruksi yang tepat.
  2. Mampu berpikir secara rasional, sistematis, serta komperhensif.
    Kemampuan planner ini sangat tepat untuk menjadi seorang Team Leader. Seorang Team Leader haruslah memiliki pemikiran yang rasional, terutama ketika berdiskusi dengan timnya karena ia harus dapat mengambil keputusan yang tepat dan rasional sehingga tujuan dari sebuah tim ataupun keputusan yang menjadi hasil dari diskusi dapat terealisasi secara efektif. Selain rasional, berpikir secara sistematis juga diperlukan terutama dalam membuat suatu susunan kegiatan yang akan dilakukan sebuah tim dalam kurun waktu tertentu, seperti membuat sebuah time table. Kemampuan berpikir sistematis diperlukan agar tidak ada hal-hal yang terlupakan dalam pengerjaan suatu hal. Dan yang terakhir seorang Team Leader harus dapat berpikir secara menyeluruh serta lengkap atau komperhensif. Ketika ketiga kemampuan ini dikombinasikan secara tepat maka seorang Team Leader mampu melakukan lobbying secara lebih mudah sehingga anggota tim ataupun rekan kerja dapat mengerti dan memahami tujuan yang akan dicapai sehingga mau ikut mendukung dan berpartisipasi dalam suatu rencana.

Dengan potensi-potensi tersebut seorang planner tidak hanya menjadi seorang Team Leader dalam tim tersebut. Ketika seorang planner menjadi seorang Team Leader, ia juga memiliki berbagai peran. Tidak hanya menjadi seorang Team Leader ia juga menjadi seorang Problem Solver dan Guardian of Public Interest. Hal ini kembali dikarenakan karena potensi-potensi yang dimilikinya serta peran utamanya sebagai seorang Tim Leader.

Setelah membaca hal tersebut, bukanlah suatu kesia-siaan untuk seorang planner jika tidak menjadi seorang Team Leader? Hal tersebut dapat dikatakan demikian, tetapi bukanlah suatu kesalahan jika seorang planner hanya menjadi anggota sebuah tim. Meskipun hanya menjadi anggota, seorang planner tetap dapat membantu pemimpinnya dengan memberikan opini-opininya sehingga potensinya tetap dapat dipakai dan berguna bagi timnya.

http://study.com/academy/lesson/what-is-a-team-leader-description-role-responsibilities.html

Like what you read? Give Richall Arichi a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.