Bangkitlah Indonesiaku

Perkembangan IPTEK terus berkembang seiring berjalannya waktu. IPTEK menjadi salah satu tolak ukur kemajuan dan peradaban suatu bangsa. Tak tanggung-tanggung hampir semua orang dibelahan dunia memperlombakan teknologi dan penemuan terbaru yang mereka dapatkan. Salah satu negara yang sangat terkenal akan teknologinya adalah negara Jepang. Negara yang mendapat julukan macan asia ini tidak hanya populer dalam teknologinya, tetapi juga terkenal akan sistem pertaniannya yang sangat modern. Lain halnya dengan Indonesia, seperti yang kita tahu Indonesia masih saja mengimpor beras karena kurangnya persediaan pangan. Padahal Indonesi adalah salah satu negara agraris yang sangat terkenal akan iklim tropisnya. Lagi-lagi IPTEK menjadi salah satu pembeda Indonesia dengan negara matahari terbit tersebut.

Ilmu pengetahuan dan teknologi, mendengarnya saja sudah merinding. Memang harus merinding! Karena Indonesia sangat buta dengan yang namanya IPTEK. Salah satu buktinya buta dengan yang namanya ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Sebagai negara yang terbilang subur, Indonesia miskin dinegaranya sendiri.

Pertanian memang menjadi ciri khas dari negara kita. Salah satu provinsi yang mulai fokus kepada pertanian adalah Kalimantan Selatan. Provinsi yang terletak di pulau terbesar di Indonesia ini merupakan penghasil beras terbesar di Kalimantan. Tidak bisa dipungkiri pertanian di Indonesia masih belum merata, buktinya hasil pertanian di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan pangan semua rakyat. Impor dan impor gencar dilakukan setiap tahunnya. Menurut Addini Aulia, salah seorang mahasiswa rekaya pertanian ITB 2013, beberapa faktor penyebab Indonesia masih mengimpor beras karena penanaman pada media tanam yang tidak sesuai, input dari luar yang banyak(pupuk pestisida) sehingga produktivitasnya tidak maksimal. Selain itu, sistem penanaman yang tidak dirotasi yang menyebabkan tanah lama-kelamaan kekurangan unsur hara.

Tidak hanya itu penyuluhan terhadap pertanian di Indonesia masih terbilang sangat kurang. Buktinya petani belum banyak yang mengerti sistem pertanian yang benar. Teknologi yang mereka gunakan juga masih tradisional, padahal kita sudah hidup di era yang namanya globalisasi. Era dimana dunia tidak ada lagi batasnya.

Sungguh naas memang negeri ini, di jajah di negeri sendiri. Di jajah dengan yang namya game online. Hampir setiap orang membuang waktunya di media sosial tanpa memikirkan apa yang dialami negeri ini.Marilah Indonesia, sampai kapan kita akan mengimpor beras, sampai kapan kita akan dijajah, sampai kapan kita akan dibutakan dengan yang namanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangkitlah Indonesiaku ! Bangkitlah demi negara yang makmur, adil, dan sejahtera!

������)�X

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Nazifa’s story.