Line Webtoon: Wadah Komikus Indonesia Berkarya di Era Digital

Sumber: Line Webtoon, 2016

Ah, sudah jam 10!

Kalimat tersebut menjadi tagline iklan Line Webtoon di TV. Memang jam 10 merupakan jam yang penting bagi toonderella (pembaca Line Webtoon), karena pada jam tersebut komik-komik resmi di Line Webtoon update.

Tapi sebenarnya apa itu Line Webtoon?
Line Webtoon adalah salah satu platform Line yang menerbitkan komik-komik digital. Layanan komik digital ini gratis dan merupakan wadah bagi para komikus profesional maupun amatir mempublikasikan karyanya kepada para penyuka komik di seluruh dunia. Line Webtoon tersedia di web dan mobile ( iOS dan android).

Line Webtoon hadir di Indonesia sejak April 2015 dan menurut informasi jumlah pembaca Line Webtoon di Indonesia berjumlah sekitar 6 juta yang aktif bulanan dan jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibanding negara lain. Line Webtoon Indonesia memiliki 36 judul komik buatan lokal komikus tetap Line Webtoon (11 telah tamat dan 25 masih beesambung). Namun jumlah tersebut belum termasuk komik pada Webtoon Challenge, yaitu salah satu layanan untuk mengupload komik karya kita sendiri secara digital di aplikasi serta situs Line Webtoon tersebut. Selain itu, Line Webtoon juga mengadakan Line Webtoon Contest yang menyediakan hadiah berupa uang. Pemenang kontes tersebut juga berkesempatan menjadi komikus tetap di Line Webtoon.

Sebagai pembaca, kita dapat memberikan rating dan juga mengunduh episode komik yang telah kita baca. Komik yang telah diunduh dapat dibaca secara offline. Kita juga mendapatkan notifikasi ketika komik favorit kita telah diupdate, hal ini dapat terjadi bila kita mengklik tanda favorit pada komik tersebut.

Line Webtoon menyajikan beragam genre komik seperti horor, thriller, komedi, drama, fantasi, romance, dan slice of life. Sebagai contoh, berikut 6 komik lokal Indonesia yang merupakan komik favorit saya di Line Webtoon.

Yang pertama Tahilalats

Sumber: Line Webtoon, 2016

Komik pertama ini bergenre komedi, karya Nurfadli Mursyid. Komik ini menceritakan kisah random kehidupan masyarakat kekinian. Menurut saya komik ini sangat menghibur walau terkadang terkesan nyeleneh dalam menggambar suatu cerita.

Yang kedua The Normies

Sumber: Line Webtoon, 2016

Komik yang kedua ini bergenre slice of life, karya Disa Akarini / Si Ona. Komik ini sangat unik karena merupakan serial one page Webtoon. Komik ini menceritakan tentang kehidupan keseharian yang dibuat unik dengan karakter berupa kucing, buaya, anjing dan lainnya.

Yang ketiga Creep

Sumber: Line Webtoon, 2016

Komik Creep memuat cerita bertemakan horor, karya Ino Septian. Komik ini awalnya berada di Webtoon Challenge, tetapi baru saja menjadi Webtoon resmi. Salah satu hal yang menarik pada komik ini adalah gambarnya yang bisa bergerak.

Yang keempat Curious Date

Sumber: Line Webtoon, 2016

Komik yang keempat ini bergenre drama, karya telormatasappi. Sama seperti Creep, komik ini juga berasal dari Webtoon Challange dan berhasil menjadi Webtoon resmi. Menurut saya pepatah orang Jepang menyatakan manusia mempunyai tiga macam wajah cukup menggambarkan salah satu karakter utama pada komik ini.

Yang kelima Will Em

Sumber: Line Webtoon, 2016

Komik kelima ini dibuat oleh Adiazairtif. Komik ini bergenre horor, menceritakan tentang hantu Belanda bernama Willem. Walaupun bergenre horor, komik ini tidak terkesan seram, karena lebih menceritakan misteri tokoh komik tersebut. Komik ini masih berada di Webtoon Challenge, namun menurut saya komik ini memiliki potensi untuk menjadi Webtoon resmi.

Yang keenam Melankolia

Sumber: Line Webtoon, 2016

Nah, komik yang terakhir ini bergenre drama, karya Sakti Yuwono. Komik ini menceritakan kumpulan cerita pendek tentang kehidupan. Komik ini disajikan dengan style gambar yang beraneka ragam tiap ceritanya. Cerita yang dimuat juga sangat unik dan tidak mainstream.

Pada akhirnya memang Line Webtoon merupakan wadah yang baik bagi komikus Indonesia untuk mempublikasikan karyanya di era digital ini. Karya mereka dapat menghibur para pembaca maupun menginspirasi para pembaca. Komikus sendiri juga dapat mengevaluasi komik buatannya dari saran maupun kritik para pembaca yang secara langsung dituangkan lewat kolom komentar.

Referensi:
http://www.infokomputer.com/2016/08/berita/berita-reguler/line-webtoon-gairah-seniman-komik-digital-indonesia/

Dina Indriyanti/ 15415041

Planologi 2015, ITB

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Dina Indriyanti’s story.