Lingkungan dan Masyarakat Kabupaten Wonogiri

Kondisi wilayah di setiap kota maupun kabupaten di Indonesia memang berbeda. Hal tersebut mampu di lihat dari beberapa hal semisal dari lingkungan dan masyakat wilayah itu sendiri. Layaknya Kabupaten Wonogiri yang merupakan daerah yang masih pedesaan dengan pegunungan sebagai latarnya, sebagian besar dari Kabupaten Wonogiri merupakan sawah, ladang maupun kebun. Kabupaten Wonogiri yang merupakan dataran tinggi di wilayah se-Solo Raya ini juga merupakan pusat irigasi yang ada di sebagian besar wilayah di Solo Raya saat musim hujan. Dengan kondisi yang ada yaitu banyaknya sumber mata air di Kabupaten Wonogiri dan lahan yang sebagian besar masih berupa tanah inilah Kabupaten Wonogiri memiliki kualitas lahan yang subur di beberapa kecamatan. Masyarakat Kabupaten Wonogiri memanfaatkan lahan yang ada sebagai kebun ini menanaminya dengan pohon singkong, sehingga Kabupaten Wonogiri memiliki julukan “Kota Gaplek”. Singkong ini juga merupakan hasil bahan pokok terbesar di Kabupaten Wonogiri dengan jumlahnya yang memang melimpah . Selain itu sebagian wilayah di Wonogiri pun juga merupakan tanah tandus didaerah pesisirnya, terdapat banyak bebatuan dan memiliki jenis batuan kapur yang memiliki keindahan tersendiri.

Dengan keadaan wilayah yang masih pegunungan, daerah Kabupaten Wonogiri masih memiliki keterbatasan akses di setiap kecamatannya. Beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri seperti Kecamatan Batuwarno dan Kecamatan Slogohimo diperlukan akses berjam-jam ke Kabupaten Wonogiri kotanya dan hanya dapat ditempuh oleh kendaraan umum oleh masyarakat menengah kebawah. Selain akses yang sulit kondisi jalan di Kabupaten Wonogiri masih minim. Masih banyak jalan yang belum diaspal dan masih dalam bentuk jalan yang dipenuhi batu-batu besar dan kerikil. Jalan-jalan yang masih pegunungan dengan pinggiran jurang dan belum terdapat pembatas jalan ini juga menambah tingkat kecelakaan sendiri di Kabupaten Wonogiri. Dengan kondisi wilayah Kabupaten Wonogiri yang seperti ini, Kabupaten Wonogiri juga dapat dijadikan sebuah potensi. Dari wilayah Kabupaten Wonogiri yang pegunungan di Wonogiri dapat dijadikan obyek wisata hutan pinus dan daerah pesisir yang merupakan pantai dengan batu kapur yang indah didalamnya. Juga dengan banyaknya curah hujan di Kabupaten Wonogiri maka dibuatnya bendungan yaitu Waduk Gajah Mungkur yang dijadikan bendungan untuk irigasi juga sebagai obyek wisata bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya.

Kondisi fisik yang ada di Kabupaten Wonogiri inilah yang mempengaruhi pola pikir masyarakat yang ada. Masyarakat Kabupaten Wonogiri mereka berpikir hanya untuk menjadi seorang petani dan pengurus kebun yang merupakan warisan keluarganya. Dan karena potensi bebatuan alam yang melimpah di Kabupaten Wonogiri ini banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai sebuat pekerjaan baru yaitu penambang batu. Hal tersebut akan mampu berimbas pada pendidikan rendah yang ada di Kabupaten Wonogiri. Pendidikan yang harusnya hak setiap orang ini mampu di pengaruhi oleh faktor pola pikir masyarakat. Dan selain untuk petani dan penambang batu sendiri mayoritas masyarakat Kabupaten Wonogiri lebih memilih untuk bekerja sebagai buruh pabrik dan pedagang bukan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya dan juga banyak yang bekerja menjadi perantau di kota-kota besar. Angka pengangguran di Kabupaten Wonogiri pun juga tidak bisa dipungkiri. Kabupaten Wonogiri masih memiliki angka pengangguran yang tinggi yakni lebih dari 17.000 orang. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Wonogiri terdapat 17.785 pengangguran terdiri atas 12.627 laki-laki dan 5.158 perempuan. Walaupun di Kabupaten Wonogiri sudah di bangun pabrik garmen namun itu hanya mampu menyerap sekitar 1.500 orang saja. Pengangguran tersebut disebabkan karena pendidikan yang rendah, minat dan usia yang ada.

Pendidikan yang rendah juga mempengaruhi ekonomi masyarakat Kabupaten Wonogiri. Dengan hanya tingkat pendidikan rendah maka pekerjaan yang didapatakan juga rendah pula. hal ini dapat dilihat dari masyarakat Kabupaten Wonogiri dengan jumlah penghasilan yang minim. Dengan pendidikan rendah pula akan berimbas pada tindak kriminalitas. Karena ketika pendidikan mereka rendah maka mereka tidak ada pengetahuan tentang ilmu sosial yang ada. Dengan keadaan yang ada di Kabupaten Wonogiri sendiri ini maka hal yang mampu dilakukan oleh pemerintah dalam hal lingkungan dan masyarakat ada dua hal yaitu perbaikan atau pembenahan di beberapa wilayah berupa pemetaan wilayah dengan dataran tingi sebagai pusat pangan, wisata alam dan dataran rendah sebagai pusat industri dan pendidikan dengan rasionalisasi akses jalanan yang ada, juga memperbaiki sistem jalan yang rusak di daerah pelosok Kabupaten Wonogiri. Dan perbaikan kualitas pendidikan di Kabupaten Wonogiri dengan penambahan jumlah guru yang ada dan pemerataan pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah di daerah pelosok Kabupaten Wonogiri.

Daftar Pustaka :

www.koransolo.co/2016/03/04/tenaga-kerja-angka-pengangguran-di-wonogiri-masih-tinggi-61910

Like what you read? Give Dian Novita a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.