Media Pembelajaran Sejarah

Bung Karno Saat Berpidato (Sumber : Google Images)
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
- Dr.(H.C.) Ir. H. Soekarno

Kalimat tersebut juga merupakan judul pidato Bung Karno pada saat 10 November 1961 dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Satu kalimat yang begitu bermakna ini membuat bangsa Indonesia yang hidup di zaman sekarang kembali mengingat rangkaian peristiwa yang pernah terjadi di negara Indonesia. Dengan kata lain, kita semua kembali mengingat sejarah yang di dalamnya terdapat kisah perjuangan pahlawan-pahlawan negara Indonesia.

Sejarah merupakan bidang ilmu yang yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Kemudian menurut Moh. Yamin, sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu. Setelah memahami pengertian dari ilmu sejarah,kita mulai bertanya-tanya tentang apa pentingnya mempelajari sejarah?

Sejarah mengajarkan pengalaman yang sudah dialami oleh para pendahulu bangsa. Dengan mengetahui peristiwa-peristiwa tersebut, segala kesalahan yang telah terjadi di masa yang lampau dapat dihindari dan diharapkan jalan untuk mencapai kesuksesan kedepannya semakin lancar. Selain itu, mempelajari sejarah sebuah negara dapat membentuk karakter bangsanya. Karena dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengetahui nilai atau pesan yang dapat kita terapkan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari.

“Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya.”
- George Santayana

Kenyataan yang saat ini kita lihat adalah pembelajaran ilmu sejarah di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas masih dipandang sebelah mata oleh para siswa. Budiawan, Pengamat Media dan Budaya dari UGM menyatakan metode klasik atau tekstual dari puluhan tahun lalu dianggap sudah kuno jika dipakai untuk menyampaikan ilmu sejarah. Metode belajar sejarah seperti dari animasi atau film dapat digunakan agar siswa menyukai mata pelajaran sejarah dan tetap mendapat nilai dan pesan dari ilmu tersebut.

Berbicara tentang media pembelajaran sejarah di zaman sekarang, pastinya sudah banyak sekali variasi yang ditawarkan selain buku — buku yang umumnya dipakai sebagai media pembelajaran sejarah. Dilansir dari tulisan milik Priyanti Aintzane di blog pribadi miliknya, terdapat 12 jenis media yang dapat digunakan untuk pembelajaran sejarah, diantaranya adlah sebagai berikut :

  1. Peninggalan Sejarah
  2. Model/tiruan
  3. Museum
  4. Ruang sejarah
  5. Media grafis : peta, bagan
  6. Cetak : buku, modul, cerpen, roman
  7. Media proyeksi : OHP, slide, film
  8. Media dengar : radio, tape recorder
  9. Audio visual : slide suara, film, TV
  10. Internet : website, blog
  11. Multimedia
  12. Pelaku dan saksi sejarah

Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangannya, semua media tersebut dapat membantu proses pembelajaran sejarah menjadi lebih menyenangkan untuk diterima oleh para pelajar. Penulis sendiri secara pribadi sangat menyukai pembelajaran sejarah melalui sebuah film dokumenter, animasi dan cerita berbentuk komik karena dengan cara memvisualisasikan kejadian-kejadian di masa lampau terasa lebih menarik dan muncul perasaan jika kita terlibat dalam peristiwa tersebut. Indonesia sendiri juga sudah mulai menggunakan media-media tersebut untuk mempelajari sejarah di sekolah-sekolah.

Poster Film Battle of Surabaya (Sumber: Google Images)

Dua tahun yang lalu, dunia perfilman Indonesia membuat suatu karya animasi yang berlatarkan Peristiwa 10 November berjudul Battle of Surabaya. Film tersebut dapat dikatakan sebagai media pembelajaran yang sekaligus menghibur para penontonnya. Dengan menonton saja, kita dapat mengetahui kronologi Peristiwa 10 November dan ikut merasakan perasaan para tokoh dalam menghadapi masalah-masalah di saat itu. Namun, cukup disayangkan, jumlah karya seperti ini memang masih sangat kurang di negeri kita. Semoga untuk kedepannya, para generasi muda akan terus berjuang untuk membuat karya untuk bangsanya sendiri.

Ada salah satu media yang dianggap oleh penulis sangatlah unik untuk dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah sekaligus sebuah hiburan untuk generasi muda di zaman sekarang. Negara Jepang, negara yang dahulu pernah menjajah bangsa ini, menurut penulis memiliki kreativitas dan kemampuan berinovasi yang tinggi untuk membuat media pembelajaran sejarah melalui sebuah game atau permainan. Tidak dapat dipungkiri, bahwa pemuda generasi sekarang tidak pernah lepas dari barang-barang elektronik. Video game console adalah salah satunya. Baik remaja putra maupun putri pasti pernah menggunakan barang tersebut.

Penulis akan memperkenalkan salah satu video game yang ternyata berdasarkan rangkaian peristiwa sejarah di suatu negara, yaitu Sengoku BASARA.

Sumber : Google Images

Video game ini dirilis pertama kali pada tahun 2005 oleh Capcom yang kemudian juga merilis tiga seri anime dan sebuah film animasi. Game ini memiliki sebuah cerita berdasarkan kisah nyata yang terjadi di periode zaman feodal dengan subperiode zaman Sengoku. Zaman Sengoku sendiri dimulai pada tahun 1573–1603. Karakter-karakter yang berada di dalam video game tersebut juga merupakan tokoh-tokoh sejarah yang hidup di zaman tersebut. Penggambaran karakter dalam video game tersebut juga didasarkan pada karakteristik tokoh dalam kehidupan nyatanya.

Kiri : Patung penghormatan Date Masamune; Kanan : Desain Karakter Date Masamune (Sumber : Google Images)

Menurut Penulis, media seperti video game dapat dijadikan salah satu media pembelajaran sejarah non-formal bagi para generasi muda. Sejarah yang dimiliki oleh bangsa kita tak kalah menariknya dengan bangsa-bangsa lain yang ada di seluruh dunia. Sejarah negara kita patut kita pelajari dan diambil nilai-nilai pentingnya oleh para generasi penerus. Dengan membuat inovasi berdasarkan sejarah yang kita miliki, kualitas bangsa Indonesia akan lebih meningkat kedepannya.

___________________________________________________________________

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah
http://www.astalog.com/4910/mengapa-belajar-sejarah-itu-penting.htm
http://beritajogja.id/metode-pengajaran-kuno-pelajar-mulai-bosan-belajar-sejarah.html
http://priyantieaintzane.blogspot.co.id/2013/05/media-pembelajaran-sejarah-medpem.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Jepang#Periodisasi_sejarah
http://sengokubasara.wikia.com/wiki/Sengoku_BASARA