Pentingnya Kegiatan Non-Akademik

Dalam dunia pendidikan, kita akan mempelajari berbagai macam hal dari yang bersifat akademik dan non-akademik. Pendidikan akademik diperoleh dengan sistem pembelajaran bersama guru di sekolah ataupun dosen di perguruan tinggi, sedangkan pendidikan non-akademik diperoleh melalui berkegiatan, berorganisai dan bersosialisasi dengan orang lain. Pendidikan non-akademik yang berupa kegiatan seni dan olahraga yang mengandung aspek disiplin dan keterampilan diharapkan mampu membantu seseorang untuk dapat hidup dalam masyarakat.

Mengenali potensi yang dimiliki oleh seseorang sangatlah penting. Selain itu, perlu adanya dukungan dari faktor eksternal seperti sarana prasarana, pengajar yang kreatif, serta sistem/kurikulum yang bagus. Dengan pengoptimalan potensi pada diri seseorang, maka akan terbentuklah generasi unggul yang dapat berdaya saing secara global sehingga mampu melahirkan keadaan yang lebih baik bagi kehidupan di negara ini. Fakta menunjukkan SDM Indonesia ternyata sangat lemah. Padahal di era-globalisasi dan abad informasi yang penuh dengan ketidakpastian dan persaingan, hanya SDM berkualitas yang bisa diandalkan untuk tetap survive.

Namun pada saat sekarang ini, orientasi pendidikan lebih mengedepankan pendidikan yang bersifat akademis yang memiliki kurikulum ilmu pasti, bahkan banyak orang tua yang membatasi ruang gerak anaknya dengan mendaftarkan anaknya ke berbagai lembaga kursus dibandingkan berkegiatan yang akan mengembangkan bahkan menggali potensi yang ada pada anaknya

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.