Planner sebagai Problem Solver

Sebagai seorang planner, yang menggunakan ilmunya untuk merancang dan membangun kota, tentu banyak masalah yang harus dihadapi. Masalah yang dihadapi tentu berbeda, mulai dari penentuan penggunaan lahan hingga penentuan kebijakan suatu negara. Di Indonesia sendiri, ada begitu banyak isu, mulai dari permasalahan sosial, ekonomi, hingga yang paling rumit ialah masalah yang berhubungan dengan politik. Sebagai seorang planner, setiap keputusan harus diambil sebaik mungkin agar tidak merugikan aspek lain.

Dengan itu semua, seorang planner harus memiliki kemampuan sebagai seorang problem solver. Problem solver sendiri harus berpikir kritis dan kreatif, sehingga semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. Seorang planner harus berpikir kritis. Berpikir kritis dapat membantu menganalisa suatu informasi. Berpikir kritis membantu menentukan keterkaitan hal yang satu dan yang lain. Seorang contoh, seseorang harus berpikir kritis untuk membantunya memutuskan ide apa yang akan digunakannya dan apakah ide itu baik atau buruk untuk orang-orang disekitarnya. Seorang planner harus berpikir kreatif. Ada saatnya ketika solusi dari masalah sebelumnya tidak berhasil dan hanya menimbulkan masalah lainnya. Seorang yang kreatif dapat membuat sesuatu yang baru dan lebih berguna dari informasi-informasi yang ia dapat sebelumnya. Seorang planner harus bisa memikirkan sesuatu hal yang tidak terpikirkan sebelumnya untuk memecahkan masalah yang sama, karena banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan satu masalah.

Maka dari itu, dengan berpikir sebagai seorang problem solver, planner dapat memecahkan semua masalah. Tentunya, tugas untuk membantu orang banyak tidaklah mudah. Seorang planner dihadapi dengan segala alternatif-alternatif yang baik maupun yang buruk, sehingga ia harus menyapa masyarakat banyak untuk menentukan hal itu. Seorang planner harus melihat berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan, bahkan politik, agar dia mengetahui seberapa besar keputusannya itu mempengaruhi orang banyak. Dan ketika ia sampai di titik dimana ia memutuskannya dan keputusan itu berpengaruh baik terhadap orang banyak, ia menjadi seorang planner-berkemampuan problem solver-yang sesungguhnya.

Riris Renta Tutamana Sinaga — Planologi ITB 2015

Like what you read? Give Riris Renta Sinaga a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.