What Defines You?

Name.
Age.
Education.
Gender.

If you think that those word are the things that define you, 
Please, 
Open your mind,
Let them know you’re more than that.

Tulisan ini terinspirasi dari seseorang yang dilabeli “World Ugliest Woman”, Lizzie, dalam TedTalks.

Mungkin kata kata bercetak miring di atas cukup untuk sebuah perkenalan biasa, tapi jika kalian bisa mendifinisikan diri kalian lebih dari itu dihadapan orang orang terdekat, mengapa tidak? Di samping itu, banyak orang yang membiarkan orang lain mendefinisikan dirinya sendiri. Hal ini tidak baik dan bahkan dapat menimbulkan hal yang membahayakan seperti bullying.

Ada sedikit pandangan dan pengalaman yang ingin aku bagi, dan kurang lebih hal ini yang selalu aku ingat dan tanamkan dalam hidup.

Aku lahir 15 November 1997, di kota yang sama tempat almamaterku saat ini, Bandung. Karena bukan anak rantau, jadi aku tinggal bersama ibu dan adikku.

“Ayah, zka?”

Well, no dad, just me, mom, and my brother. Chill 🙋.

“Broken home , aren’t you?”

No. I am not. So here’s the words i hold on to.

“Don’t let bad things define you. If you have no complete parents, don’t let ‘broken home kid’ defines you. If you like reading, let others recognize you as a reader, if you like music, let them know that you’re a musician.”

Akan lebih mudah untuk membiarkan lingkungan mendefinisikan kita, pasrah dengan apa yang orang lain lihat tentang kita. Tapi satu hal. Kita bisa lebih dari apa yang dunia luar lihat tentang kita. Show the world, that you own your right to define yourself, show them what you want them to see about you. Show them that you’re a hundred times better than they think.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.