Fenomena Kota Prima, Distribusi Populasi, dan Efeknya

Kota prima, atau dalam bahasa inggris awam disebut primate city, adalah istilah dalam geografi yang diberikan untuk kota yang secara populasi tidak seimbang dengan kota-kota lainnya. Sebagai aturan praktis, apabila populasi sebuah kota setidaknya dua kali lebih besar dari populasi kota-kota terbesar selanjutnya, kota tersebut adalah kota prima. Keberadaan kota prima berkaitan erat dengan konsep hirarki urban dan aturan distribusi tingkat-ukuran (rank-size distribution rule), yang menyatakan bahwa ukuran populasi sebuah kota secara langsung terkait dengan posisi atau ranking kota tersebut dalam hirarki urban. Konsep-konsep ini kemudian dapat digunakan untuk mengukur seberapa seimbang persebaran populasi suatu negara atau daerah. Nantinya, kita bisa melihat bagaimana persebaran pembangunan, perkembangan ekonomi, hingga pengaruh politik dan budaya dalam suatu negara.

Katakanlah negara X mengikuti aturan distribusi tingkat-ukuran, dan kota dengan posisi pertama, dengan kata lain kota terbesar, memiliki populasi lima juta jiwa. Kota di posisi kedua seharusnya memiliki populasi setengah dari populasi kota pertama yakni sekitar 2,5 juta jiwa, kota selanjutnya di posisi ketiga akan memiliki populasi sepertiga dari populasi kota pertama, yakni 1,67 juta jiwa, dan seterusnya. Negara X akan disebut memiliki persebaran populasi yang merata, sehingga kemungkinan besar laju perkembangan infrastruktur dan pembangunan lainnya juga turut merata. Contoh negara yang kurang lebih mengikuti aturan distribusi tingkat-ukuran adalah Amerika Serikat, dimana empat kota terbesarnya (New York, Los Angeles, Chicago, Houston. Memiliki populasi sekitar 8,6 juta jiwa, 3,9 juta jiwa, 2,7 juta jiwa, dan 2,3 juta jiwa secara berurutan.) Walaupun populasi New York dua kali lebih besar dari Los Angeles, sekitar 2,2 kali lebih besar, populasi kota-kota selanjutnya kurang lebih mengikuti aturan distribusi. Populasi Chicago sekitar sepertiga dari populasi New York, populasi Houston juga sekitar seperempat dari populasi New York.

Penyimpangan dari aturan distribusi dapat kita liat di Britania Raya. London memilki populasi sebesar 8,6 juta jiwa, sama dengan New York, tetapi kota terbesar selanjutnya (Birmingham) hanya 0.13 kali besarnya. Begitupun kota-kota selanjutnya, Glasgow, Leeds, dan Bristol tidak memiliki populasi yang pengalinya sesuai dengan posisi mereka dalam hirarki urban. Dalam hal ini, London berperan sebagai kota prima. Apabila kita telaah lebih jauh, empat kota terbesar dari Britania Raya semuanya berada pada negara konstituten Inggris. Hanya Glasgow, kota yang terletak di negara konstituen Skotlandia, yang populasi cukup besar untuk masuk di daftar empat kota terbesar di Britania Raya. Ini menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi populasi yang besar di Inggris, menyebabkan persebaran utilitas bagi masyarakat Britania Raya terpusat di Inggris. Sebagai konteks, Britania Raya terdiri dari empat kerajaan konstituen yang semuanya memiliki keadaan fisik hingga kebutuhan yang berbeda-beda. Kota London sendiri merupakan kota internasional yang kegiatan ekonominya berdampak tidak hanya bagi seluruh Britania Raya, tetapi juga perdagangan dengan Uni Eropa dan melebihinya.

Apabila terjadi sesuatu dengan London dan Inggris, seluruh Britania Raya akan terkena dampaknya. Kegiatan politik dan budaya juga pasti berpusat di London dan Inggris, sehingga gejolak politik negara akan sangat terasa di Inggris. Sebagai contoh, ketika Britania Raya memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit), secara jumlah suara 52% dari total suara warga Britania Raya memilih untuk keluar. Namun bila kita lihat, secara statistik populasi Skotlandia dan London Raya memilih untuk tinggal. Hal ini tentu saja tidak adil bagi warga Skotlandia dan London Raya yang secara yakin memilih untuk tinggal (62% dan 59%, secara berurutan), dan hingga kini keputusan mengenai Brexit masih menjadi perdebatan panjang yang memicu konsekuensi yang memecah belah. Ketimpangan populasi yang ada di Britania Raya menjadi nyata ketika hal seperti Brexit terjadi.

(sepertinya masih akan dilanjutkan, stay tune. Kalo enggak… ya sudahlah :v)

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Results_of_the_United_Kingdom_European_Union_membership_referendum,_2016

https://en.wikipedia.org/wiki/Brexit

https://en.wikipedia.org/wiki/Primate_city

https://planningtank.com/settlement-geography/primate-city-primacy-concept

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_United_States_cities_by_population

https://thegeographist.wordpress.com/2016/04/07/largest-cities-uk-population/

https://www.youtube.com/watch?v=-h6tif4Jw4c, AP Human Geography — Rank Size Rule vs Primate City Rule