Sprint 3, Week — 4: Pentingnya Project Vision & Ideation

Salah satau artefak dari agile development khususnya scrum adalah project vision. Di awal perkuliahan PPL dilakukan phase ideation, sebelum memulai sprint kita diminta untuk membuat project vision terlebih dahulu dan mempresentasikannya kepada dosen. Menurut Martin Fowler, berikut adalah beberapa komponen utama dari project vision yang harus didefinisikan:

Berikut uraian lebih rinci komponen project vision beserta penerapannya pada kelompok kami.

  • Final client : yaitu orang yang akan menggunakan software yang kita kembangkan, dalam kasus ini, client kami adalah pihak dewan guru besar, sekretariat SDM dan fakultas yang mengurus kenaikan jabatan seorang dosen.
  • Problem: yaitu masalah yang ingin dipecahkan, dalam kasus ini, problem yang dialami oleh client kami adalah proses kenaikan jabatan berjalan lambat karena keterbatasan komunikasi antar stakeholder serta terhambatnya keputusan DGB terhadap aplikasi revisi karena sistem pengumpulan berkas yang tidak praktis.
  • Product: Product yang diusulkan sebagai solusi dari permasalahan, yaitu Lipsy (Lectureship Promotion System)
  • Product category: kategori dari product yang diusulkan, yaitu sistem informasi berbasis web
  • Key-benefits: manfaat utama dan alasan kenapa harus ada product yang diusulkan, yaitu karena lipsy dapat mempercepat dan mempermudah sistem pengajuan kenaikan jabatan.
  • Key-difference: keunikan dari product yang kita usulkan, yaitu lipsy mempertimbangkan kontribusi dari setiap stakeholder sistem pengajuan kenaikan jabatan dosen yang dimana kami menambahkan satu task khusus untuk SDM yaitu memberikan surat pengantar dari rektor atau wakil rektor.

Project vision ini penting sebagai acuan utama tim untuk mengembangkan suatu product. Project vision dapat digunakan sebagai acuan untuk mengambil suatu keputusan ditengah-tengah development, apakah keputusan yang diambil menyimpang dari project vision atau tidak. Selain itu project vision dapat digunakan sebagai alat komunikasi seluruh stakeholder pada project, sehingga project vision harus bisa dimengerti oleh semua pihak baik itu developer, client, product owner, dll. Sehingga project vision harus didefinisikan diawal yang disetujui semua pihak.

Referensi: